Cadangan Devisa Turun, Rupiah Tak Kuasa Lawan Dolar AS

Oleh Liputan6.com pada 07 Okt 2022, 16:44 WIB
Diperbarui 07 Okt 2022, 16:48 WIB
Rupiah Stagnan Terhadap Dolar AS
Perbesar
Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jelang akhir pekan melemah, menyusul turunnya cadangan devisa Indonesia pada September 2022.

Rupiah ditutup melemah 63 poin atau 0,42 persen ke posisi 15.251 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 15.188 per dolar AS.

"Rupiah melemah oleh sentimen risk off di pasar pada awal perdagangan dan melemah lebih lanjut setelah data menunjukkan cadangan devisa Indonesia yang kembali turun dan lebih rendah dari ekspektasi pasar," kata Analis DCFX Futures Lukman Leong dikutip dari Antara, Jumat (7/10/2022).

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2022 tetap tinggi, namun menurun menjadi sebesar 130,8 miliar dolar AS dari posisi pada akhir Agustus 2022 sebesar 132,2 miliar dolar AS.

Penurunan posisi cadangan devisa pada September 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Menanti Data Tenaga Kerja AS

FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

"Adapun pergerakan dolar AS sendiri cukup datar hari ini, dengan pelaku pasar cenderung wait and see menantikan data tenaga kerja AS NFP malam ini," ujar Lukman.

Data Penggajian Non-Pertanian AS (NFP) untuk September akan dirilis pada Jumat waktu setempat, dengan para ekonom memperkirakan angka utama 250.000 pekerjaan baru, dibandingkan dengan 315.000 pada Agustus.

Investor bertaruh untuk NFP AS yang kuat yang akan menjaga bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), dalam jalur pengetatan agresif untuk beberapa waktu.

Presiden The Fed Chicago Charles Evans pada Kamis (6/10) mengatakan tingkat suku bunga kebijakan The Fed kemungkinan menuju 4,5 - 4,75 persen pada musim semi 2023 karena The Fed meningkatkan biaya pinjaman untuk menurunkan inflasi yang terlalu tinggi.

 


Rupiah Pagi Ini

FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi 15.223 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 15.223 per dolar AS hingga 15.263 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi 15.246 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 15.197 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya