Apindo: Baru 30 Persen UMKM Melek Digital

Oleh Liputan6.com pada 07 Okt 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 07 Okt 2022, 14:15 WIB
DIgitalisasi UMKM menjadi fokus pemerintah dalam peningkatan perekonomian
Perbesar
DIgitalisasi UMKM menjadi fokus pemerintah dalam peningkatan perekonomian

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menyebut baru 30 persen dari total pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang melek digital.

“Dari 64 juta UMKM di Indonesia itu kira-kira hanya 19 juta UMKM yang melek digital, sehingga masih banyak ruang yang harus didorong oleh pemerintah agar UMKM bisa mendapat akses kredit mudah dan murah,” katanya dalam Market Review IDX Channel dikutip dari Antara, Jumat (7/10/2022)

Namun demikian, menurutnya pelaku UMKM menyambut positif komitmen pemerintah untuk meningkatkan pagu KUR dari sekitar Rp373,17 triliun menjadi Rp460 triliun di 2023.

“Saya pikir ini bisa menjadi alat pendorong UMKM yang efektif, bagaimana UMKM bisa bertumbuh dengan lebih baik dan bagaimana pertumbuhan ekonomi juga bisa terdongkrak secara agregat,” ucapnya.

Sampai Agustus 2022, penyaluran kredit perbankan telah mencapai Rp6.155 triliun, tetapi kredit yang disalurkan untuk UMKM baru mencapai Rp1.214 triliun atau 19,7 persen dari total kredit perbankan.

UMKM sebagai penopang 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) perlu mendapatkan lebih banyak kredit dari perbankan yang antara lain didorong oleh program seperti KUR.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Ekosistem Digital

Ilustrasi ekonomi digital. Freepik
Perbesar
Ilustrasi ekonomi digital. Freepik

Agar KUR lebih efektif, pemerintah perlu mendorong pelaku UMKM membuat ekosistem bisnis dengan klasifikasi yang lebih detil, seperti ekosistem bisnis berdasarkan komoditas yang dihasilkan atau diolah.

“Sistem klusterisasi KUR yang sekarang sudah ada tidak cukup, masih terlalu makro. Sehingga dibutuhkan teknik lebih mikro tentang bagaimana pelaku UMKM per komoditas punya klustering,” katanya.

Dengan demikian evaluasi yang akan dilakukan perbankan terkait kelayakan UMKM mendapatkan KUR dapat lebih mudah dilakukan.

“Klustering per sektor usaha, per komoditas, menjadi sangat penting karena semua risiko menjadi lebih terukur. Harapan kita NPL (Non Performing Loan) KUR bisa turun, bahkan bisa di bawah NPL kredit perbankan secara umum,” ucapnya.

 


Bernilai Ekonomi USD 120 Miliar pada 2025, Pemerintah Ajak Anak Muda Kreatif di Era Digital

Ilustrasi ekonomi digital. Freepik.
Perbesar
Ilustrasi ekonomi digital. Freepik.

Era digital dan ekonomi digital memiliki potensi besar menjadi sumber pertumbuhan domestik pada masa depan. Potensi ekonomi digital Indonesia pun diperkirakan akan mencapai lebih dari USD 120 miliar pada 2025

Sejalan dengan itu, dalam rangka peningkatan pengembangan diri dan kualitas digital anak muda Papua dan Labuan Bajo, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Workshop Video Kreatif Tiktok dan IG Reels Bengkel Digital Teras Negeriku: Inspirasi Papua X Labuan Bajo pada Selasa, 27 September 2022 lalu di Kota Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Lewat workshop Bengkel Digital Teras Negeriku, kita ingin meningkatkan kemampuan dan kreativitas konten digital masyarakat agar diseminasi informasi memiliki variasi konten positif, informatif dan kreatif, khususnya di TikTok dan Instagram Reels yang tengah digandrungi masyarakat saat ini,” ujar Koordinator Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Dikdik Sadaka dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/9/2022)

 


Personal Branding

Masuknya UMKM ke Ekosistem Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Perbesar
Pelaku UMKM menjajakan busana melalui platform sosial media pada acara Kopdar UMKM Nasional di Gedung SMESCO, Jakarta, Jumat (26/08/2022). (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Michelle Stevanie, anak muda asal Papua yang memulai karirnya sebagai influencer sejak 2017, membagikan pengalamannya dalam membangun personal branding.

Menurutnya, personal branding adalah hal yang penting untuk dilakukan, sebab personal branding merupakan seni dalam menunjukan citra diri, sehingga dapat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap dirinya.

“Saya dapat bekerjasama dengan banyak pihak dan mendapatkan banyak hal. Saya adalah perempuan Papua pertama yang mendapat beasiswa exchange student langsung dari kedutaan Amerika. Ini karena apa? Karena main sosmed dengan pengendalian diri, tahu mana yang harus dilakukan mana yang tidak di sosial media,” papar Michelle.

“Kita harus percaya diri dengan apa yang kita punya, karena orang lain tidak punya apa yang kita punya,” tambahnya.

Selain itu, anak muda asli Labuan Bajo, Suci Maria yang juga merupakan influencer, turut mengedukasi peserta workshop untuk bisa membuat berbagai konten di media sosial dengan bijak demi mengurangi pengaruh negatif bagi pengguna Internet lain.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya