Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk Daftar Most Powerful Women 2022 Versi Fortune

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 06 Okt 2022, 17:40 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 17:42 WIB
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati
Perbesar
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawat. (Dok. Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - Majalan Fortune kembali merilis peringkat Most Powerful Women 2022 atau Wanita Paling Berpengaruh pada 2022. Dalam daftar ini terdapat nama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Daftar Most Powerful Women 2022 ini tidak berbeda jauh dengan daftar tahun lalu khusus untuk peringkat 10 besar.

Dikutip dari CNN Business, Kamis (6/10/2022), di posisi pertama daftar Most Powerful Women 2022 adalah diduduki oleh presiden dan CEO CVS Health Karen Lynch. Ini adalah tahun kedua ia menduduki posisi ini. CVS Health juga masuk dalam daftar Fortune 500.

Peringkat di belakang Lynch sekali lagi diduduki oleh Julie Sweet yang merupakan CEO Accenture. Disusul kemudian Jane Fraser yang menduduki CEO Citi.

Dalam daftar ini ada nama asal Indonesia yaitu Nicke Widyawati. Wanita ini baru saja dikukuhkan kembali oleh Menteri BUMN Erick Tohir untuk menduduki jabatan Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Nicke Widyawati menduduki peringkat 50 dalam daftar Most Powerful Women 2022. Nicke Widyawati diangkat menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada Rabu 29 Agustus 2018. Lalu pada 19 September 2022 dikukuhkan kembali untuk menduduki jabatan tersebut.

Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjajaran (Unpad) ini memiliki fondasi karier yang kuat di BUMN.

Sebelumnya, Nicke Widyawati menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) merangkap Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur di BUMN minyak dan gas (migas) tersebut.

Di luar Pertamina, dia pernah menjabat di PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Nicke Widyawati Kembali Duduki Jabatan Direktur Utama Pertamina, Ini Kedua Kalinya

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati
Perbesar
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) kembali memilih Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina untuk periode kedua.

Penetapan Dirut Pertamina Nicke Widyawati tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No SK-199/MBU/09/2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina yang ditandatangani Senin, 19 September 2022 lalu.

Pemegang Saham menilai Nicke Widyawati mampu mengantarkan Pertamina menjalankan transformasi perusahaan sekaligus meraih kinerja terbaik sepanjang periode pertama kepemimpinannya yakni April 2018 hingga September 2022.

Sebagai pucuk pimpinan Pertamina, Nicke Widyawati juga diakui mampu mengkonsolidasikan kekuatan perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional dan menjalankan transisi energi dalam kondisi yang penuh tantangan yaitu pandemi Covid-19, Conflict geopolitik, dan Climate change.

"Saya berterima kasih kepada seluruh Perwira Pertamina atas kerja keras dan dukungannya. Semoga dalam periode kedua ini kita dapat terus memperkuat konsolidasi untuk melanjutkan transformasi perusahaan," ucap Nicke dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Menurutnya, capaian yang telah ditorehkan di periode pertama merupakan landasan untuk menjalankan program dan mengejar target perusahaan pada periode keduanya.

 


3 Strategi Utama

Sebagai top management Pertamina, lanjut Nicke, ia akan bergandengan tangan dengan seluruh jajaran Direksi dan Komisaris serta Perwira Pertamina Group dalam melaksanakan tiga strategi utama di tahun ini yakni : meningkatkan kinerja bisnis migas eksisting, menjalankan transisi energi, serta pengembangan energi baru terbarukan.

"Kami akan melanjutkan transisi energi dengan inisiatif dan agenda strategis untuk menjamin ketahanan energi di masa depan sekaligus mengejar aspirasi pemegang saham yakni mencapai market value sebesar 100 billion USD," pungkas Nicke.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya