Puluhan UMKM Raup Omzet hingga Rp 2,5 Miliar di Festival Al Azhom

Oleh Pramita Tristiawati pada 06 Okt 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 12:00 WIB
Gerai salah satu UMKM di Gelaran Festival Al Azhom di Gedung MUI Kota Tangerang.
Perbesar
Gerai salah satu UMKM di Gelaran Festival Al Azhom di Gedung MUI Kota Tangerang.

Liputan6.com, Jakarta Selama 13 hari digelar, puluhan UMKM yang membuka gerai di Festival Al Azhom, raup omzet hingga Rp 2,5 miliar. Penyelenggara acara mengaku, festival yang digelar tahunan tetapi sempat dihentikan karena Pandemi Covid-19 ini didatangi lebih dari 50 ribu pengunjung.

“Alhamdulillah setelah 2 tahun vakum, penyelenggaraan kali ini bisa berjalan lancar dan sukses. Bazaar kuliner dan UMKM yang selama gelaran berlangsung ini omzet penjualan mencapai Rp 2,5 miliar," kata Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Kamis (6/10/2022).

Dalam penyelenggaraan hari terakhir ini, pengunjung Festival Al Azhom sudah terlihat ramai sejak pagi hari. Salah satunya terihat di area Pameran Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW, di Gedung MUI Kota Tangerang.

“Ini jadi salah satu magnet baru bagi masyarakat. Semoga tahun selanjutnya kita bisa memberikan yang lebih baik lagi, khususnya menjadi wahana Syiar Islam yang menarik, mendidik dan bermanfaat,” kata Sachrudin.

Dia pun mengaku mendapat laporan dari penyelenggara acara, bila festival yang kental akan nuansa Islami ini, dikunjungi lebih dari 50 ribu orang selama 13 hari.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Hipmi Jaya Target Seluruh Produk UMKM Anggota Tersertifikasi Halal di 2024

Logo Halal Indonesia
Perbesar
Logo Halal Indonesia terbaru yang disebut mirip wayang (Foto: Dok. Kemenag)

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya dan Jakarta Timur konsisten mengedukasi usaha mikro kecil dan menengah (UKM) makanan serta minuman untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Sebagai bukti nyata, Hipmi Jaya dan Hipmi Jakarta Timur menggelar pelatihan dan pendampingan terhadap UKM.

Ketua Badan Otonom Hipmi Jaya, Ariguna Napitupulu mengatakan pelatihan dan pendampingan bertujuan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mendaftarkan serta mendapatkan sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM baik makanan maupun minuman.

"Salah satu edukasi agar UMKM bersertifikasi halal dengan menggelar kegiatan Road To Hipmi Jaya Syariah Academy 2023," katanya di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Pihaknya menggandeng Istiqlal Global Fund (IGF) untuk mendapatkan sertifikasi halal bagi UMKM. Ariguna menyebut, produk UMKM makanan dan minuman milik anggota Hipmi Jaya sudah tersertifikasi halal pada 2024.

"Pada 2024 seluruh UMKM wajib sertifikasi halal. Langkah ini pun sebagai upgrade skill bagi anggota agar produknya banyak diminati masyarakat," katanya.

 


Edukasi

Di samping itu, Hipmi Jaya terus mengedukasi Himpi Perguruan Tinggi agar mereka mampu meningkatkan kapasitas usaha ke jenjang lebih tinggi.

Dia beralasan, pengusaha Hipmi Perguruan Tinggi sebagian besar bergerak di sektor makanan dan minuman.

"Mayoritas memang belum berbadan hukum. Kalau sudah berbadan hukum nanti gampang untuk mendapatkan sertifikasi halal," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya