Masuk 100 Negara Termiskin di Dunia, Mendagri: Indonesia Bisa Rebound

Oleh Liputan6.com pada 03 Okt 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 15:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Perbesar
Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan SE Penggunaan BTT untuk mengendalikan inflasi daerah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian optimis Indonesia mampu keluar dari daftar 100 negara termiskin di dunia. (Foto: Puspen Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian optimis Indonesia mampu keluar dari daftar 100 negara termiskin di dunia. Dasar Tito optimis merujuk tingkat inflasi sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup positif.

"Saya kira dengan indikator-indikator yang ada relatif masih mampu untuk survive bahkan mudah-mudahan bisa rebound membaik," ujar Tito di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Tito menuturkan, status Indonesia sebagai satu dari 100 negara termiskin di dunia merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Dia berujar pandemi memiliki dampak luar biasa terhadap ketahanan ekonomi setiap negara. Dan Tito menuturkan, kondisi ekonomi yang tidak positif tidak hanya dirasakan oleh Indonesia.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara yang dikunjungi, mantan Kapolri itu berujar bahwa ekonomi Indonesia lebih baik. Sebab, tingkat inflasi Indonesia tidak lebih tinggi dibandingkan negara lain. Hal ini pula yang menjadi dasar Tito Indonesia mampu bangkit dari ketidakpastian ekonomi di masa depan.

"Kita masih bisa bagus masih bisa survive, kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih 5,45 persen kalau tidak salah itu jauh lebih baik dari pada anyak negara lainnya," imbuhnya.

Meski memiliki rasa optimis atas ekonomi Indonesia, Tito menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya maksimal terhadap nasib ekonomi Indonesia khususnya dampak dari pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia-Ukraina.

Sebab ia tidak menampik, Rusia merupakan salah satu negara pemain ekonomi dunia. Sebagaimana diketahui negara yang dipimpin Vladimir Putin itu merupakan eksportir minyak terbesar.

"Kita terus berupaya, namun perlu diketahui juga Rusia itu adalah produsen minyak nomor 2 jadi dialah pemain utama ekonomi dampaknya ke banyak negara, ke pasokan energi, pasok makanan semua menjadi distrupt, tidak terkecuali Indonesia," pungkasnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Indonesia Masuk Daftar 100 Negara Paling Miskin di Dunia

Angka Kemiskinan di Indonesia Turun
Perbesar
Seorang anak melintasi genangan sampah di permukiman kumuh Muara Baru, Jakarta, Rabu (19/1/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan Indonesia turun menjadi 26,5 juta orang per September 2021 dari sebelumnya mencapai 27,54 juta orang pada Maret 2021. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Merujuk data worldpopulationreview.com menempatkan Indonesia dalam daftar 100 negara paling miskin di dunia. Negara-negara termiskin di dunia diklasifikasikan sebagai negara ekonomi berpenghasilan rendah dalam sistem peringkat bank dunia.

Pemeringkatan ini didasarkan pada Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita masing-masing negara.

GNI sangat mirip dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Kedua metrik mengukur nilai dolar dari semua barang dan jasa yang diproduksi di negara tertentu, tetapi GNI juga mencakup pendapatan yang diperoleh melalui sumber internasional (seperti investasi asing atau kepemilikan real estat).

Menurut laman World Population Review, Indonesia berada di urutan ke-73 negara termiskin di dunia. Pendapatan nasional bruto RI tercatat sebesar USD 3.870 atau sekitar Rp59 juta per kapita pada 2020.

Sementara itu, laman Global Finance menempatkan Indonesia di urutan ke-91 negara paling miskin di dunia pada 2022.

Mengutip laman gfmag.com, pemeringkatan negara termiskin diukur dengan PDB dan keseimbangan kemampuan berbelanja atau Purchasing Power Parity (PPP). Berada di urutan 91, Global Finance mencatat Indonesia memiliki PDB dan PPP sebesar USD 14.535.

 


Garis Kemiskinan Internasional

Angka Kemiskinan di Indonesia Turun
Perbesar
Anak-anak saat bermain di permukiman kumuh Muara Baru, Jakarta, Rabu (19/1/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia turun menjadi 26,5 juta orang per September 2021 dari sebelumnya mencapai 27,54 juta orang pada Maret 2021. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Seperto diketahui, Bank Dunia (World Bank) mengeluarkan ketentuan baru mengenai kondisi garis kemiskinan internasional.

Dikutip dari laporan Bank Dunia bertajuk 'East Asia and The Pacific Economic Update October 2022: Reforms for Recovery', garis kemiskinan ekstrim secara internasional menjadi USD 2,15 atau Rp32.752 per orang per hari (asumsi kurs Rp15.200).

Sebelumnya, garis kemiskinan ekstrem internasional ditentukan dengan penghasilan di level USD 1,90 atau sekitar Rp28.900 per orang per hari.

Hal itu artinya apabila penghasilan seseorang hanya mencapai sekitar Rp 32.000 per hari, maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi miskin.

 

infografis tingkat kemiskinan indonesia
Perbesar
Penduduk Miskin Indonesia
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya