Bakal Kelola Aset 20,7 GW, PLN Indonesia Power jadi Raja Pembangkit di ASEAN

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 02 Okt 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 21:17 WIB
PLTU Suralaya yang dioperasikan oleh Indonesia Power. (indonesiapower.co.id)
Perbesar
PLTU Suralaya yang dioperasikan oleh Indonesia Power. (indonesiapower.co.id)

Liputan6.com, Jakarta PT PLN Indonesia Power siap menjadi perusahaan energi berbasis teknologi menyambut masa depan, salah satu Sub Holding PLN tersebut pun siap menjadi perusahaan pembangkit terbesar se-Asia Tenggara.

Corporate Secretary PLN Indonesia Power Agung Siswanto mengatakan, melalui brand baru sebagai salah satu Sub Holding PT PLN (Persero), sesuai dengan keputusan pemegang saham PT Indonesia Power bertransformasi menjadi PT PLN Indonesia Power

"Hal ini tertuang di dalam Keputusan Pemegang Saham pada tanggal 21 September 2022," kata Agung, di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Agung melanjutkan, selain perubahan nama, langkah rebranding PLN Indonesia Power atau dapat disingkat PIP ini juga diikuti dengan perubahan logo dengan menyertakan logo PLN yang menegaskan PLN sebagai Holding Company.

"Dalam hal perubahan nama korporasi dan logo akan dilakukan secara bertahap. Pada hal lainnya yang berhubungan dengan nama korporasi secara legal akan dilaksanakan sepenuhnya pada Januari 2023 mendatang," Agung menerangkan.

Menurut Agung, setelah ditetapkan menjadi sub holding pembangkitan, PLN Indonesia Power bersiap untuk menjadi Generation Company atau perusahaan pembangkit listrik terbesar se-Asia Tenggara.

Hal tersebut sesuai skenario Holding Sub Holding, dengan mengamplifikasi semangat holding PLN untuk menjelma menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The New PLN 4.0 Unleashing Energy and Beyond.

Agung mengungkapkan, fokus Strategi Korporat pasca menjadi Sub Holding yaitu peningkatan produktifitas aset pembangkit korporat yang didalamnya terdapat aspek keamanan, keandalan, ketersediaan, daya saing, efisiensi termal, emisi CO2, BPP, dan anti blackout system.

"PLN Indonesia Power akan mengelola aset pembangkit listrik sebesar 20,7 GW," imbuhnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


PLN Angkat Direksi Nusantara Power dan Indonesia Power Baru, Ini Daftarnya

Oksigen dari PLTU
Perbesar
PT PLN (Persero) menghasilkan 2.654 tabung oksigen setahun dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PTGU) Priok yang dioperatori anak usahanya yaitu PT Indonesia Power.

PT PLN (Persero) telah melakukan restrukturisasi Holding dan Subholding pada Kamis (22/09/2022) kemarin. PLN melanjutkan proses transformasi dengan penunjukan dan pengukuhan jajaran direksi dua Subholding Generation Company (Genco), yaitu PT PLN Nusantara Power (Genco 1) dan PT PLN Indonesia Power (Genco 2).

Aksi korporasi ini membuat seluruh aset pembangkitan PLN terkonsolidasi. PT Nusantara Power akan mengelola pembangkit dengan kapasitas 18,4 gigawatt (GW), dan PT Indonesia Power akan mengelola pembangkit dengan kapasitas 20,6 GW.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Subholding ini akan menjadi perusahaan pembangkit listrik berkapasitas terbesar nomor 1 dan nomor 2 di Asia Tenggara. 

"Restrukturisasi ini merupakan langkah strategis guna bisa beradaptasi dengan perubahan ke depan. Terlebih, perusahaan memiliki target pengoperasian pembangkit hingga 46,4 GW pada 2025," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Jumat (23/9/2022).

Darmawan menilai, PLN harus bergerak lebih lincah, cepat serta efektif untuk penguatan bisnis yang telah ada dalam mengelola dan menyediakan energi bagi kepentingan masyarakat hingga pelosok negeri, pengembangan bisnis yang lebih luas, terutama di bidang energi baru dan terbarukan.

Untuk mempercepat transisi energi bersih, dua subholding pembangkitan ini juga akan memiliki anak usaha bersama yang fokus pada pembangkit panas bumi (Geothermal Co) dengan kapasitas 0,6 GW dan pembangkit energi baru terbarukan. Seperti tenaga surya, tenaga angin dan tenaga hidro (New Energy Co) berkapasitas 3,8 GW. 

"Hadirnya direksi baru akan menjadi energi tambahan untuk mendorong peningkatan kinerja Subholding dan anak usahanya. Sehingga dapat memperluas portofolio bisnis PLN di masa depan, menjawab tantangan seperti energi baru terbarukan," ungkap Darmawan.

 


Jajaran Lengkap Direksi

Berikut daftar Direksi Subholding Genco yang telah dikukuhkan:

Susunan Direksi PT PLN Nusantara Power

1. Ruly Firmansyah: Direktur Utama.

2. Rachmanoe Indarto: Direktur Operasi Pembangkit Batubara

3. M Yossy Noval A: Direktur Operasi Pembangkit Gas

4. Muhamad Reza: Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga

5. Dwi Hartono: Direktur Keuangan

6. Karyawan Aji: Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi

 

Susunan Direksi PT PLN Indonesia Power

1. Edwin Nugraha Putra: Direktur Utama.

2. Rachmad Handoko: Direktur Operasi Pembangkit Batubara

3. Djoko Mulyono: Direktur Operasi Pembangkit Gas

4. Bernadus Sudarmanta: Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga

5. Endang Astharanti: Direktur Keuangan

6. Wisnoe Satrijono: Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi

"Kepada seluruh direksi yang telah menyelesaikan tugasnya, PLN mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas kontribusi dan pemikirannya untuk kemajuan PLN. Mereka semua telah mencatatkan namanya dalam sejarah perubahan besar transformasi PLN di masa yang akan datang," pungkas Darmawan. 

Infografis Alasan Pembatalan Program Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Alasan Pembatalan Program Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya