BI Ramal Inflasi September 2022 Capai 5,88 Persen Imbas BBM Naik

Oleh Tira Santia pada 02 Okt 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 15:00 WIB
Mengenal Konsep Inflasi dalam Ekonomi
Perbesar
Ilustrasi Konsep Inflasi Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi September 2022 di kisaran 5,88 persen secara tahunan (yoy). Perkiraan meningkatnya inflasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM.

"Kami melakukan tracking sesuai survei pemantauan harga. Bulan ini inflasinya sekitar 5,88 persen, sumbernya mostly kenaikan bensin," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Wahyu Agung Nugroho, di Ubud, Bali, Minggu (2/10/2022).

Adapun berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu V September 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu kelima September 2022 diperkirakan inflasi sebesar 1,10 persen (mtm).  

Komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu kelima yaitu bensin sebesar 0,91 persen  (mtm), angkutan dalam kota sebesar 0,06 persen (mtm), angkutan antar kota, rokok kretek filter, dan beras masing-masing sebesar 0,02 persen  (mtm), serta ikan kembung, pasir, semen dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Kata Wahyu, berdasarkan perhitungan Bank Indonesia, adanya kenaikan harga BBM yakni Pertalite, Solar, dan Pertamax diprediksi akan menambah inflasi antara 1,8 persen hingga 1,9 persen.

Atas hal tersebut, berdampak padaharga barang-barang lainnya. Adapun kata Wahyu, dampak putaran kedua dari kenaikan harga BBM diprediksi akan terasa dalam kurun waktu 3 bulan mendatang.

Persoalan inflasi di Indonesia, kata Wahyu masih bersumber dari harga pangan bergejolak (volatile food) dan administered prices (harga yang diatur pemerintah).

Kendati demikian, Bank Indonesia masih menunggu angka resmi dari pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) Minggu depan. Nantinya, Bank Indonesia akan menyesuaikan data dengan BPS terkait inflasi.

"Kami juga masih menunggu angka resmi BPS. Mestinya minggu depan akan kami lihat lagi. Dan kami coba bandingkan lagi, kami assess lagi apakah path inflasi yang ada di Bank Indonesia masih sesuai actual," pungkas Wahyu. 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Fluktuasi Harga BBM bisa Bikin Inflasi Sentuh 7 Persen di Akhir 2022

Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS). (Dok Pertamina)
Perbesar
Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS). (Dok Pertamina)

Kenaikan harga BBM, khususnya bahan bakar subsidi jenis Pertalite dan Solar pada awal September 2022 lalu bakal berdampak besar terhadap angka inflasi di akhir tahun ini.

"Inflasi umum pada akhir tahun 2022 ini diperkirakan berkisar 6-7 persen yoy (year on year) sebagai implikasi dari kenaikan harga BBM pada bulan September ini," ujar Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Liputan6.com, Sabtu (1/10/2022).

Sebagai tindak lanjut dari tengah peningkatan inflasi tersebut, Josua menyebut pemerintah juga telah meluncurkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, yang bertujuan untuk mengelola inflasi pangan agar tetap terkendali.

"Sehingga tidak memberikan dorongan tambahan inflasi setelah pemerintah menaikkan harga BBM," imbuh dia.

Senada, Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan, laju inflasi pada akhir 2022 potensi menembus 7 persen. Tak hanya BBM, kondisi global juga turut melatarbelakangi prediksi tersebut.

"Indonesia sendiri memang dibandingkan dengan kondisi pandemi lebih tinggi inflasinya. Kami perkirakan di tahun ini bisa mencapai 6-7 persen, inflasi sepanjang tahun 2022," kata Faisal kepada Liputan6.com.

"Ini tidak lepas daripada efek global yang meningkatkan harga-harga yang ditransmisikan ke dalam harga domestik," dia menambahkan.

Bank Indonesia dalam situasi ini memang telah berupaya untuk memperketat kebijakan moneter, termasuk dengan instrumen suku bunga acuan. Namun, Faisal berpendapat, kebijakan lain seperti kenaikan harga BBM justru sebaliknya yang memicu inflasi.

"Sebelum kenaikan harga BBM sebetulnya inflasinya meningkat di kisaran 5-6 persen. Dengan kenaikan harga BBM bisa sampai 6-7 persen. Itu pun sudah memperhitungkan efek daripada kebijakan-kebijakan yang mengendalikan inflasi," tuturnya.


Survei BI: Inflasi Minggu Kelima September 2022 di Angka 1,10 Persen

Selama PPKM, Inflasi Agustus 2021 Diperkirakan 0,04 Persen
Perbesar
Pedagang melayani pembeli kebutuhan pokok di kiosnya di Pasar Lembang, Tangerang, Selasa (24/8/2021). Bank Indonesia (BI) memperkirakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) alias inflasi akan berlanjut pada bulan Agustus 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Survei Pemantauan Harga yang dijalankan Bank Indonesia (BI) pada minggu V September 2022 menunjukkan bahwa angka inflasi sampai dengan minggu kelima September 2022 di angka 1,10 persen (mtm).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan, komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu kelima yaitu bensin sebesar 0,91 persen (mtm) dan angkutan dalam kota sebesar 0,06 persen (mtm).

"Sedangkan untuk angkutan antar kota, rokok kretek filter, dan beras masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), serta ikan kembung, pasir, semen dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu kelima September yaitu bawang merah sebesar -0,06 persen (mtm), cabai merah sebesar -0,04 persen (mtm), minyak goreng dan daging ayam ras masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm), cabai rawit, tomat dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02 persen (mtm), serta telur ayam ras dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," kata dia.


Aliran Modal Asing

Nilai Tukar Rupiah Menguat Atas Dolar
Perbesar
Teller tengah menghitung mata uang dolar di penukaran uang di Jakarta, Junat (23/11). Nilai tukar dolar AS terpantau terus melemah terhadap rupiah hingga ke level Rp 14.504. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Erwin melanjutkan, Bank Indonesia mencatat Premi CDS Indonesia 5 tahun naik menjadi 162,63 basis poin per 29 September 2022 dari 147,68 basis poin per 23 September 2022.

Berdasarkan data transaksi 26 -29 September 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 8,48 triliun terdiri dari jual neto Rp 5,38 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp 3,10 triliun di pasar saham.

Selama tahun 2022, berdasarkan data setelmen sampai dengan 29 September 2022, nonresiden jual neto Rp 158,67 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 69,57 triliun di pasar saham.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya