Proses BSI Jadi BUMN Masuk Tahap Finalisasi

Oleh Arief Rahman Hakim pada 29 Sep 2022, 19:55 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 19:55 WIB
FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja menghitung uang di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkap proses Bank Syariah Indonesia (BSI) jadi Bank BUMN sudah dalam tahap finalisasi. Artinya, dalam waktu dekat rencana ini akan segera terealisasi.

Arya melihat adanya peluang pengembangan lebih baik jika BSI menjadi BUMN. Ini menjadi alasan yang cukup kuat untuk merealisasikan hal tersebut. "BSI ini yang kita lihat punya peluang, jadi BSI kita dorong jadi BUMN gitu," katanya saat ditemui di Kementerian BUMN, Kamis (29/9/2022).

Dalam prosesnya, Arya mengakui ada sejumlah tahapan yang masih harus dilakukan Kementerian BUMN dan BSI. Kendati ia tak merinci tahapan yang akan dilakukan.

Arya juga enggan berkomentar lebih jauh soal kabar masuknya Unit Usaha Syariah BTN (BTN Syariah) ke ekosistem BSI. Ia hanya memastikan kalau prosesnya segera selesai.

"Harusnya enggak lama. Mudah-mudahan sebentar lagi. Ya tinggal final, kira-kira tinggal di ujung lah," ucapnya.

Mengacu porsi saham yang ada di BSI, Bank Mandiri memiliki saham sebesar 50,83 persen. Kemudian, Bank Negara Indonesia atau BNI 24,85 persen, Bank Rakyat Indonesia atau BRI 17,25 persen, dan pemegang saham lainnya, termasuk publik 7,08 persen.

Saat ini, pemerintah memiliki 1 lembar saham yang disebut saham merah putih. Ini disebut jadi bukti kendali pemerintah di BSI.

Namun, Arya memandang kalau jumlah itu masih belum cukup. Maka, salah satunya adalah membuat BSI menjadi Bank BUMN secara mandiri.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kata Erick Thohir

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Aktivitas pekerja di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir buka suara kembali soal rencana Bank Syariah Indonesia menjadi bank BUMN. Menyusul rencana yang sebelumnya ia kemukakan beberapa bulan lalu.

Erick enggan berkomentar panjang mengenai rencana tersebut. Hanya saja, ia menekankan posisi porsi saham pemerintah yang ada di BSI.

Untuk diketahui, pemerintah memiliki 1 lembar saham di BSI. Sisanya, ada BRI, BNI, dan Mandiri dengan kepemilikan terbesar sekitar 50 persen.

1 lembar saham ini dianggap sebagai syarat yang bisa memberikan kesan bahwa ada kendali pemerintah terhadap BSI. Disamping saham dari 3 bank BUMN tadi.

"Kan BSI udah punya saham merah putihkan," kata dia saat ditemui di komplek DPR RI, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

 


Bidik Dana Rp 5 Triliun

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja beraktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, soal rencana Right Issue BSI guna membidik dana Rp 5 triliun, Erick belum mengamini itu akan dilakukan pada Kuartal IV tahun ini. Meski ia tak merinci soal aksi korporasi tersebut.

Ia masih menimbang kondisi ekonomi makro Indonesia sebagai momentum tepat dalam melakukan aksi korporasi.

"Sabar, kan kondisi makro ekonomi kita harus pas gitu," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya