Bendungan Ciawi dan Sukamahi Rampung Oktober 2022, Jakarta Masih Rawan Banjir

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 29 Sep 2022, 17:15 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 17:15 WIB
Menengok Proyek Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi
Perbesar
Suasana proyek pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pada 2021 akan diselesaikan proyek 13 bendungan di Indonesia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sudah menyiapkan roadmap pengendalian banjir DKI Jakarta di musim hujan tahun ini. Salah satunya, penyelesaian Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi, Kabupaten Bogor yang ditargetkan rampung Oktober 2022.

"Mengenai progresnya (Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi), Insya Allah mohon doanya, itu Oktober selesai. Jadi ini sedang kami pacu sebelum sampai musim hujan 2022 insya Allah sudah selesai, bisa mengurangi, mengendalikan banjir," Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Namun, proyek pengendalian banjir Jakarta belum selesai begitu saja. Jarot menerangkan, pengendalian banjir di ibukota erat kaitannya dengan penanganan di wilayah sungai. Penyebab utamanya, debit air yang terlampau tinggi di area penangkapan (catchment area) dari Sungai Ciliwung.

"Kami sudah mempunyai masterplan, yang pertama nanti di atas akan dibangun dua buah bendungan tadi. Itu dari sana sudah bisa mereduksi 24 persen debit pada hujan hulu di atas," ungkapnya.

Debit air dari Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi kemudian akan turun ke Sungai Ciliwung pintu air Simatupang dan pintu air Manggarai.

"Itu ada sodetan yang mengurangi lagi 60 meter kubik per detik, diarahkan ke Cipinang, ke BKT (Banjir Kanal Timur). Dari situ turun ke Simatupang, itu kita normalisasi. Karena apa, sungai yang dulu 50 meter sekarang tinggal berapa," jelasnya.

"Jadi kita hanya menormalkan. Menormalkan itu belum tentu bisa mengatasi. Kita tidak pernah ada statemen banjir, yang ada adalah mengatasi, mengeliminir," tegas Jarot.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Normalisasi Sungai Ciliwung

20161111-Banjir Kemang-Jakarta- Yoppy Renato
Perbesar
Seorang warga menonton sejumlah kendaraan yang nekat menerobos bajir di Jalan Kemang Raya, Jakarta, Jumat (11/11). Diguyur hujan deras, Jalan Kemang Raya kembali tegenang air. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Untuk proses normalisasi Sungai Ciliwung dari Simatupang ke Manggarai memakan jarak kurang lebih 33 km. Namun, yang dikerjakan baru sekitar 16 km. Setelah melewati Ciliwung, debit air kemudian akan dibawa masuk ke kolam retensi, sebelum tiba di proyek tanggul pantai.

Untuk pengerjaan tanggul pantai sepanjang 46 km, Kementerian PUPR berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Lalu perjalanan sudah dikerjakan 12 km, dan sekarang masih 33 km ada MoU-nya, Pemprov DKI 12 km, kami 11 km. Kami sudah berprogres untuk pengerjaan pengendalian pantai," pungkas Jarot.


Kendalikan Banjir Jakarta, Pemprov DKI Kebut Proyek Waduk Pondok Ranggon Jaktim

Air Laut Pasang, Muara Baru Dilanda Bajir Rob
Perbesar
Dua orang remaja mengendarai motor melintasi banjir rob di kawasan Muara Baru, Jakarta, Rabu (6/11). Banjir Rob akibat laut pasang ini, membuat sejumlah aktivitas warga terganggu. Termasuk aktivitas di pasar ikan terhenti. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mempercepat proses konstruksi atau pembangunan Waduk Pondok Ranggon di Jakarta Timur untuk mendukung upaya pengendalian banjir di daerah itu.

"Progres per September ini sudah sekitar 77,25 persen," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Dudi Gardesi di Jakarta, Kamis (22/9/2022), yang dikutip dari Antara.

Kepala BSSNIa menjelaskan pembangunan waduk tersebut merupakan salah satu bagian kegiatan super prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk menekan dampak banjir.

Waduk yang dibangun di lahan seluas sekitar 16,64 hektare itu mencapai kemajuan pembangunan yang signifikan, dari sekitar 68,4 persen pada akhir Agustus 2022 dan per September 2022 sudah mencapai 77,25 persen.

Infrastruktur yang berada di Cipayung, Jakarta Timur itu memiliki kapasitas tampung volume air sekitar 890 ribu meter kubik yang diharapkan meminimalkan dampak banjir saat musim puncak hujan.

Dinas SDA DKI Jakarta mencatat Waduk Pondok Ranggon memiliki kedalaman dari dasar hingga tanggul mencapai sekitar tujuh meter. Selain sebagai infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta, waduk itu juga dapat sebagai objek wisata karena dibangun sarana bermain anak, taman, dan sarana pendukung lainnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga sedang membangun Waduk Wirajasa di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Waduk tersebut memiliki kapasitas daya tampung volume air diperkirakan sekitar 25 ribu meter kubik pada lahan sekitar 1,03 hektare.

Dinas SDA DKI mencatat Waduk Wirajasa tahapan pembangunannya juga mencapai 77,25 persen yang satu paket dengan pembangunan Waduk Pondok Ranggon.

Infografis Penyebab Banjir PUPR
Perbesar
Dok: Kementerian PUPR
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya