Pariwisata RI Kebanjiran Investasi dari Negara G20, Nilainya Rp 121 Triliun

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2022, 10:45 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 10:45 WIB
Keindahan Pantai Kelan di Samping Bandara Ngurah Rai
Perbesar
Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Kelan dengan latar belakang pesawat yang mendarat di Tuban, Badung, Denpasar, Kamis (5/5/20222). Kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) ke Pulau Bali, saat libur Lebaran Idul Fitri tahun 2022 terus meningkat. Per hari kedatangan wisdom rata-rata 40 ribu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sejumlah negara anggota G20 berminat investasi di sektor pariwisata Indonesia. Diperkirakan akan ada suntikan dana segar untuk sektor ini hingga USD 8 miliar atau setara RP 121 triliun (kurs 15.228 per dolar AS).

"Ini ada USD 6 miliar-USD 8 miliar untuk investasi (sektor pariwisata) sampai akhir tahun 2030," kata Sandiaga dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (28/9) malam.

Sandiaga menuturkan momentum kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 menjadi waktu yang tepat untuk menarik investasi asing masuk ke Tanah Air. Beberapa negara yang telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, India, Rusia, Spanyol dan beberapa negara peserta lainnya.

"Beberapa negara yang ada di G20 sekarang dalam proses penawaran investasi berbasis green tourism. Ini bukan sekedar peluang tetapi juga potensi pengembangan green tourism atau wisata berkelanjutan," ungkap Sandiaga.

Pemerintah Sudah Tawarkan Ke Investor Domestik

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) ini mengatakan proses investasi ini harus direspon dengan cepat dan melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali investor dalam negeri untuk turut terlibat aktif dalam realisasinya.

"Semua pihak termasuk investor dalam negeri dan investor regional yang belum investasi aktif di sektor pariwisata," kata dia.

Sandiaga menilai investor dalam negeri seharusnya tidak boleh ketinggalan untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Alasannya, sektor pariwisata menjadi sektor yang pulih lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.

"Pariwisata ini pulihnya 2 kali lebih cepat," kata dia.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Peluang

FOTO: Suasana Pantai Sanur di Hari Pertama Pembukaan Bali untuk Wisman
Perbesar
Kursi-kursi terlihat kosong di tepi pantai di Sanur, Bali, Kamis (14/10/2021). Mulai hari ini, Bali kembali dibuka untuk wisatawan mancanegara dari 19 negara di tengah pandemi COVID-19. (SONY TUMBELAKA/AFP)

Dia melanjutkan, bila peluang ini tidak diambil oleh pengusaha Indonesia, maka akan diambil alih oleh investor asing. Untuk itu, dia meminta investor dalam negeri segera mengambil peluang yang optimal agar tidak menyesal di kemudian hari.

"Jangan sampai kita disalahkan. Kita sudah buka kesempatan, kita dorong pelaku usaha dalam negeri ini," kata dia.

Pemerintah kata Sandiaga ingin memanfaatkan momentum sekarang untuk kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata. Sebab, sektor ini menjadi mesin ekonomi untuk meningkatkan kinerja keuangan, pembukaan lapangan kerja hingga dampak positif terhadap lingkungan dengan mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Sehingga dibutuhkan dana segar dari investasi untuk mewujudkannya.

"Dengan green tourism ini dampaknya positif untuk lingkungan yang berkelanjutan dan secara ekonomi juga," pungkasnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com


Delegasi Australia Ikut Bahas Pariwisata dan Pertanian di Forum G20 Bali

KTT G20.
Perbesar
Agenda utama presidensi G20 Indonesia mengerucut pada 3 bidang yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi.

Delegasi Australia dipastikan akan hadir dalam forum tingkat Menteri Pariwisata dan Pertanian G20 di Bali. Disanaakan dibahas mengenai berbagai solusi mengatasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan pertanian dunia.

"Minggu ini saya melakukan perjalanan ke Bali, Indonesia untuk memimpin delegasi Australia pada Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20. Sebagai sahabat dan mitra Indonesia, Australia berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan para mitra untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia," tulis keterangan Kedutaan Besar Australia, Senin (26/9/2022).

Pada Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20, pihaknya menantikan untuk memajukan agenda pariwisata Australia seiring dengan bangkitnya negara-negara dari pandemi COVID-19 dan bekerja menuju pemulihan ekonomi. Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sektor pariwisata global.

Delegasi Australia mengamini sebagian besar perbatasan internasional telah kembali dibuka, terdapat tantangan berkelanjutan pada pemulihan pariwisata secara global. Melalui forum ini, pihaknya membidik kerja sama dengan Menteri Pariwisata G20.

Tujuannya untuk memajukan agenda kebijakan yang telah diajukan Indonesia untuk mendukung pemulihan industri penting ini.

"Saya menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengalaman industri pariwisata Australia dengan mitra-mitra G20 saya, termasuk strategi jangka panjang THRIVE 2030 yang akan mendukung pemulihan kami," tulisnya.

"Saya menantikan untuk belajar dari inovasi para mitra lainnya dalam upaya kolektif kita untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mempertahankan pertumbuhan dan kemakmuran pariwisata internasional," tambah keterangan tersebut.


Sektor Pertanian

Health Working Group 3 G20
Perbesar
'Side Event Health Working Group 3 - G20,' yang mengangkat tema, Tackling Antimicrobial Resistance: Curing the AMR Pandemic di Hilton Resort, Nusa Dua Bali pada Rabu, 24 Agustus 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Selain pariwisata, delegasi Australia juga memasrikan ikut dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian G20. Nantinya akan fokus pada tantangan kerawanan pangan global yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, perubahan kondisi cuaca, dan invasi Rusia ke Ukraina.

Tujuannya guna mempertahankan perdagangan pertanian yang bebas dan terbuka, transparan, dan dapat diprediksi sangat penting untuk menekan harga pangan global. Ini akan menunjang peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan dan ketahanan pangan yang lebih besar, terutama bagi kelompok paling miskin dan paling rentan di dunia.

"Saya akan menegaskan kembali dukungan Australia untuk respons Indonesia terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku dan memaparkan respons kuat kami untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut," seperti tertulis.

Pihaknya juga akan memperkuat pentingnya investasi dalam pertanian cerdas-iklim untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang dan membangun ketahanan iklim. Dalam hal ini, pertanian memiliki peran utama dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Saya menantikan untuk berbagi inovasi dan keahlian Australia dalam sistem produksi berkelanjutan. Australia mendukung fokus utama Indonesia pada perdagangan tahun ini dan saya menantikan dapat berbagi dan belajar dari pengalaman para mitra G20 saya," tutup keterangan tersebut.

Infografis Indonesia Terima Tongkat Estafet Presidensi G20. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Indonesia Terima Tongkat Estafet Presidensi G20. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya