Jangan Salah, Sistem Buy Now Pay Later Berbeda dengan Cicilan Kredit

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2022, 09:15 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 09:18 WIB
Sistem Beli Sekarang Bayar Nanti atau Buy Now Pay Later. Foto: Freepik
Perbesar
Sistem Beli Sekarang Bayar Nanti atau Buy Now Pay Later. Foto: Freepik

Liputan6.com, Jakarta Sistem Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang banyak dikenal sebagai Beli Sekarang Bayar Nanti, sudah berkembang cukup pesat terutama di AsiaTenggara.

Besarnya permintaan akan sistem pembayaran ini didukung dengan kinerja e-commerce yang semakin melejit di Indonesia; mencapai Rp 108.54 triliun pada kuartal 12022 atau meningkat 23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Survei Nasional Literasi danInklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, indeks inklusi keuangan di Indonesia cukup besar sekitar 76,19 persen, namun indeks kemajuan literasi keuangannya masih berkisar 38,03 persen.

Atome sebagai salah satu pemain BNPL di Indonesia terus berkomitmen untuk mengedepankan literasi keuangan sebagai salah satu langkah untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat menikmati kemudahan layanan BNPL dan juga keuntungannya.

Hadir sejak tahun 2019, Atome saat ini telah memiliki lebih dari 5 juta pengguna yangtersebar di seluruh Indonesia dengan ekosistem yang cukup besar.

Pengguna Atome dapatbertransaksi di lebih dari 600 merchant dan lebih dari 7,700 toko atau outlet baik secaraoffline ataupun online.

“Kami lihat masih banyak masyarakat yang memiliki perspektif terkait sistem BNPL disamakan dengan sistem cicilan kredit. Padahal sistem BNPL sendiri menjadi salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil memaksimalkan manajemen keuangan yang mereka miliki. Atome merealisasikan kebutuhan hidup ini namun dengan tetap menjaga agar mereka memiliki pembukuan keuangan yang stabil," tutur General Manager dari Atome Winardi Wijaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Menurut Winardi, layanan BNPL memang cukup berbeda dari cicilan kredit yang dapat dilihat dari suku bunga, kriteria kelayakan, diskon, serta kemudahan aksesnya.

Atome sendiri menghadirkan kemudahan sistem pembayaran cicilan hingga 12 bulan dengan suku bunga 0 persen alias tanpa bunga sama sekali untuk pilihan cicilan 30 hari dan 3 bulan. Pengguna bisadengan bebas menentukan lama cicilan sehingga memudahkan mereka dalam mengaturpengeluarannya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Layanan Kredit

Sistem Beli Sekarang Bayar Nanti atau Buy Now Pay Later. Foto: Freepik
Perbesar
Sistem Beli Sekarang Bayar Nanti atau Buy Now Pay Later. Foto: Freepik

Seperti layanan kredit pada umumnya, Atome juga menerapkan Credit Scoring dan BIChecking untuk penentuan persetujuan dan batas kredit bagi nasabah. Kendati demikian, ketentuan pada sistem BNPL tidaklah sekompleks layanan kartu kredit. Atome mensyaratkan pengguna dengan batasan minimal usia 17 tahun dan telah memiliki KTP.

“Jika kita melihat data penetrasi kartu kredit yang masih terbilang rendah di Indonesia, layanan BNPL seperti Atome memiliki peluang yang besar dengan segala fleksibilitas dan kemudahan yang dihadirkan. Perbedaan ini juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan dan besarnya akses transaksi pada sistem BNPL yang telah dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada tahun 2021 lalu, Atome memiliki pertumbuhan pengguna yang cukup signifikan yaitu meningkat 1.700 persen dibandingkan tahun 2020,” tambah Winardi.

Saat ini, besarnya kebutuhan masyarakat berbanding lurus dengan kemajuan era digital atau yang biasa disebut dengan era gaya hidup digital-first dan banyak dilakoni oleh paraGen Z dan kaum millennial. Era ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan semua kebutuhan hanya dalam satu genggaman saja.

Menurut Winardi, hal ini selain memberikan dampak positif terkadang juga menyebabkanpengeluaran kurang terkontrol. Berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC), mayoritasGen Z (53,5 persen) memiliki pengeluaran bulanan yang lebih besar dari pendapatannya.

Kehadiran BNPL menjadi pilihan agar mereka dapat membuat perencanaan keuangan yang maksimal, dimana saat membeli barang untuk memenuhi kebutuhan, mereka bisa melihat kembali jumlah yang perlu dibayarkan agar dapat sesuai dengan rencana pengeluaran setiap bulannya.

 


Bisa Atur Keuangan

Atome X MAP
Perbesar
Transaksi dengan Atome di toko-toko MAP. (dok. Atome)

Tidak hanya itu, sistem BNPL yang disematkan Atome pada sejumlah mitra merchant serta toko outletnya, senantiasa menghadirkan banyak promo menarik dan menguntungkan. Ha lini tentunya diberikan sebagai bukti bahwa Atome mengerti kebutuhan dan pola perilaku masyarakat saat berbelanja.

“Dengan demikian, masyarakat tetap bisa mengatur keuangannya dengan mudah sembari memanfaatkan beragam promosi yang ditawarkan tanpa perlu khawatir saat ingin mendapatkan segala kebutuhan yang mereka inginkan,”tambah Winardi.

Atome sendiri juga terus memaksimalkan perluasan ekosistem yang dimiliki sehingga dapat menjangkau kebutuhan masyarakat dengan lebih luas seperti kebutuhan fashion, kecantikan, gaya hidup, kebugaran, edukasi, elektronik, travel dan peralatan rumah tangga.

"Melalui layanan Atome, kami juga ingin memaksimalkanpengalaman berbelanja dengan memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan saatmelakukan transaksi di era digital saat ini," jelas Winard.

Peningkatan kebutuhan akan pengalaman berbelanja yang terintegrasi dengan kenyamanan dan personalisasi ini, mendukung prediksi pertumbuhan layanan BNPL diIndonesia yang akan tumbuh sebesar 94,7 persen dengan total transaksi mencapai total USD 2.7miliar pada akhir tahun 2022 (menurut data dari Laporan Business Wire).

Perkembanganyang cukup besar ini yang menjadikan sistem BNPL menjadi salah satu metode pembayaran paling populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama selama masa pandemi.

Trafik kunjungan e-commerce saat Piala Dunia 2018
Perbesar
Trafik kunjungan e-commerce saat Piala Dunia 2018 (Infografis: Shopback)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya