Usai G20, Jumlah Pengunjung TMII Masih akan Dibatasi

Oleh Liputan6.com pada 28 Sep 2022, 22:20 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 22:24 WIB
Melihat Proses Revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Perbesar
Pekerja melintas di area panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (28/9/2022). Proses revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu telah mencapai 98 persen dan direncanakan akan menjadi salah satu lokasi KTT G20. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, pemerintah masih akan membatasi jumlah pengunjungi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) usai perhelatan G20. Langkah pembatasan ini dilakukan karena masih ada titik-titik yang masih membutuhkan renovasi lanjutan.

Sandiaga Uno menjelaskan, revitalisasi yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini difokuskan untuk menyambut para delegasi yang hadir dalam rangkaian acara G20.

"Revitalisasi ini memang belum selesai pasca G20. Pembatasan ini akan dilakukan agar renovasinya lebih baik lagi," kata Sandiaga dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Sebagai mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga mengakui TMII menjadi salah satu destinasi utama saat musim liburan. Utamanya di setiap musim libur lebaran. Lebih dari 2 ribu orang bisa datang di musim libur tersebut karena menghadirkan miniatur Indonesia dalam satu tempat.

"Habis hari raya (lebaran) kunjungannya ini sehari lebih dari 1.000 atau 2.000 orang, karena ini sangat favorit," kata dia.

Maka, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (TWC) sebagai holding BUMN Pariwisata yang bertanggung jawab melakukan revitalisasi. Sandiaga ingin, salah satu destinasi unggulan Ibukota ini bisa menjadi lebih berkualitas misalnya, dari sisi kebersihan, pengelolaan sampah dan sebagainya.

"Kami akan koordinasikan dengan PT TWC untuk mengelola Taman Mini agar pola perjalanan dan kunjungan wisatanya lebih berkualitas dengan meningkatkan pariwisata yang ditawarkan," kata dia.

Sebagai informasi, revitalisasi TMII bertujuan untuk mengembalikan marwahnya seperti sedia kala, seperti menghadirkan ruang terbuka 70 persen dari luas luas lahan. Sebab saat ini ruang terbukanya hanya 30 persen saja, sedangkan 70 persennya merupakan bangunan.

Proyek revitalisasi TMII pun dianggarkan Rp 1,13 triliun oleh Kementerian PUPR. Dana tersebut akan digunakan untuk penanganan jalan kawasan TMII, penataan area gerbang utama dan renovasi 3 joglo, yakni Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo dan Sasono Adiguno.

Sambil menunggu rampungnya destinasi wisata di DKI Jakarta, Sandiaga menyebut ada tujuan wisata yang bisa dinikmati. Setidaknya ada 4 destinasi unggulan yang banyak dikunjungi masyarakat, antara lain Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara. Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan. Wisata heritage Kota Tua di Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

"Ini destinasi-destinasi unggulan yang paling favorit dikunjungi wisatawan," kata dia.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


TMII Kembali Dibuka Oktober 2022 untuk Masyarakat Umum

Melihat Proses Revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Perbesar
Taman Legenda Keong Mas yang berada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (28/9/2022). Pada tahap awal kawasan TMII baru akan digunakan untuk gelaran tersebut dan belum terbuka untuk masyarakat umum. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pemerintah akan membuka kembali Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur untuk masyarakat umum mulai Oktober 2022.

Pembukaan usai objek wisata TMII usai dilakukan revitalisasi. Ini diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"(Dibuka) Oktober lah," kata dia usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat meninjau langsung TMII di Jakarta Timur melansir Antara, Selasa (23/8/2022).

Khusus harga tiket masuk TMII, dikatakan Basuki masih dipertimbangkan Sekretariat Negara.

Sebelum direvitalisasi, harga tiket masuk ke taman wisata gagasan Presiden kedua RI Soeharto dan Tien Soeharto tersebut dipatok sebesar Rp 25 ribu per orang.

"Itu nanti Setneg. Yang sekarang kan Rp 25 ribu. Mudah-mudahan masih tetap di situ," kata Basuki.

Terkait dengan sejumlah perubahan di TMII, Basuki menjelaskan revitalisasi tersebut mengusung konsep yang lebih alami sebagai taman wisata rakyat di Jakarta, selain wisata Ancol dan Ragunan yang sering dikunjungi.

Kemudian, kapasitas parkir dapat difungsikan hingga 500 mobil.

Untuk perubahan pada taman kepulauan atau "Archipelago", Pemerintah menambahkan Pulau Miangas dan Pulau Rote, serta jumlah anjungan menjadi 37 provinsi.

Tugu Api yang sebelumnya dikelilingi oleh keramik juga akan ditanami rumput dan tanaman kacang-kacangan agar konsep alami lebih ditonjolkan di TMII yang baru.

"Jadi kita lebih kembalikan ke alam konsepnya Presiden semua alami. Jembatan kita pasang juga dengan batu alam," kata Basuki.

Revitalisasi TMII diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Penyelenggaraan Acara Internasional di Provinsi Bali, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Revitalisasi TMII itu sejalan dengan Presidensi G20 Indonesia dan akan menjadi salah satu lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

 


Jokowi Minta Tarif TMII Jangan Mahal-mahal

Melihat Proses Revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Perbesar
Jalur sepeda yang tersedia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (28/9/2022). . Menurut Ketua Satgas Percepatan Infrastruktur G20 Achmad Gani Ghazaly Akman, untuk penataan kawasan pedestrian dan penanganan jalan kawasan TMII telah mencapai 100 persen. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar pengelola tak memasang tarif masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan harga yang mahal. Dia menekankan masyarakat harus tetap bisa menikmati TMII.

"Saya titip pesen juga, tarifnya jangan mahal-mahal rakyat harus bisa tetep menikmati TMII ini," kata Jokowi kepada wartawan di TMII Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Dia menyebut banyak bangunan anjungan-anjungan dari provinsi di Indonesia yang sudah rusak dan keropos. Untuk itu, Jokowi memerintahkan seluruh pemerintah daerah merenovasi bangunan anjungan.

"Dan sebagian Provinsi sudah mulai merenovasi dan membangun kita harapkan di akhir tahun ini semuanya selesai," ujarnya.

Infografis TMII Lepas dari Keluarga Soeharto
Perbesar
Infografis TMII Lepas dari Keluarga Soeharto (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya