Bengkak, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Butuh Tambahan Dana Rp 3,2 Triliun

Oleh Arief Rahman Hakim pada 28 Sep 2022, 20:10 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 10:52 WIB
Rangkaian Kereta Cepat Jakarta - Bandung Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok
Perbesar
Rangkaian kereta cepat diturunkan menggunakan alat berat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/9/2022). PT KCIC mengatakan dua trainset atau rangkaian kereta cepat telah tiba. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) masih jadi perhatian. Terbaru, dibutuhkan dana sekitar Rp 3,2 triliun untuk menambal biaya tersebut.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung masih dalam proses audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut rencana, biaya ini akan ditambal lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman.

"Jadi cost overrun kan kita sedang audit BPKP, kita minggu depan ada rapat komite, ya kita biayailah ada dari PMN yang melalui perpres sama dari pinjaman juga, kita sedang skema-kan," ujarnya saat ditemui di Sarinah, Rabu (28/9/2022).

Menurut catatan Liputan6.com, pembengkakan biaya sementara berada di angka USD 1,176 miliar. Namun, pria yang akrab disapa Tiko ini menyebut kalau angka pembengkakan masih belum final.

Maka, melalui pertemuan di pekan depan itu akan menghasilkan angka yang dibutuhkan. "Ada exercise. Kedua, sedang kita bahas minggu depan harusnya kita keluar dengan angka excercise, baru ktia ajukan PMN untuk 2022 ini," ungkapnya.

Untuk diketahui, PMN akan disuntik ke PT KAI (Persero) sebagai pelaksana proyek tersebut. Ini jadi porsi yang harus dipenuhi KAI dalam upaya penambalan proyek KCJB. Angkanya, disebut sebesar Rp 3,2 triliun.

"Kebutuhan PMN dari pemerintah mungkin sekitar Rp 3,2 (triliun) kurang lebih," ungkapnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Patungan dengan Perusahaan China

Rangkaian Kereta Inspeksi untuk kebutuhan perawatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai dikirim ke Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung. (Dok KCIC)
Perbesar
Rangkaian Kereta Inspeksi untuk kebutuhan perawatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai dikirim ke Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung. (Dok KCIC)

Tiko menerangkan, pembengkakan biaya itu tidak ditanggung sendiri oleh KAI. Ini merupakan porsi patungan dengan perusahaan China.

"Kan memang ini bagaimanapun juga project itu kan ada ekuitas dan ada loan. Loan-nya dari China, tapi ekuitasnya pemerintah melalui KAI, KAI nambah. Jadi bukan berarti kita giliran bantu, itu kewajiban kita sebagai pemegang saham KAI, karena memang KAI harus setor, engga ada project yang engga ada ekuitasnya, kan enggak mungkin," terangnya.

"Jadi porsi ekuitas 25 persen itu memang kita PMN, tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA (Wijaya Karya) dan KAI, karena covid KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya," pungkas Tiko.

 


Ditambal Pakai Utang

FOTO: Terowongan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Foto yang diabadikan pada 28 Juni 2020 ini menunjukkan bagian dalam terowongan No. 1 dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta. Terowongan sepanjang 1.885 meter itu ditembus menggunakan mesin pengebor terowongan berdiameter 13,23 meter. (Xinhua/Du Yu)

Diberitakan sebelumnya, biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan cukup besar. Rencananya, penambalan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan pinjaman dari bank.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan, pinjaman yang diambil itu akan digunakan untuk menutup sekitar 75 persen dari total pembengkakan biaya. Sementara, 25 persen lainnya akan ditambal dari patungan antara konsorsium BUMN China dan BUMN Indonesia.

Menurut hitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pembengkakan biaya mencapai USD 1,176 miliar atau setara dengan Rp 16,8 triliun.

"Cost overrun ini akan dibagi nanti, diperkirakan 25 persen itu masing-masing akan chip in, BUMN Indonesia akan chip in, BUMN China akan chip in sesuai dengan komposisinya," kata dia kepada wartawan di Tennis Indoor Senayan, Rabu (3/8/2022).

 


Konsorsium

Produksi Bantalan Rel Kereta Cepat Jakarta- Bandung Rampung Dikerjakan-Herman
Perbesar
Foto udara Slap Track atau bantalan rel di Pabrik Slab Track PT Wika Beton, Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Produksi bantalan rel Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) membutuh 30.177 unit slab track. WIKA Beton memproduksi 14.786 unit yang rampung dua minggu lebih cepat dari yang sebelumnya dijadwalkan, yakni akhir Mei 2022. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Informasi, Konsorsium BUMN Indonesia tergabung dalam PT PSBI dimana PT KAI masuk didalamnya. Sementara konsorsium China adalah Beijing Yawan.

Terkait patungan menutup 25 persen pembengkakan biaya ini, Arya juga menyinggung Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 4,1 triliun ke PT KAI. Sementara konsorsium BUMN China akan menambal sekitar Rp 3 triliun.

"Kita perkirakan chip in-nya Rp 4 triliun, yang dimasukkan ke KAI lewat PMN," ujarnya.

Infografis Kereta Tercepat
Perbesar
Infografis Kereta Tercepat (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya