Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 2.000, Jadi Rp 932 Ribu per Gram

Oleh Arief Rahman Hakim pada 28 Sep 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 09:02 WIB
Harga Emas Tembus Rp 1 Juta per Gram
Perbesar
Pekerja menunjukkan emas di Cikini Gold Center, Jakarta, Selasa (28/7/2020). Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada 28 Juli 2020 menembus Rp1 juta/gram yang merupakan posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) atau emas Antam bergerak naik pada perdagangan Rabu 28 September 2022. Harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 2.000 menjadi Rp 932 ribu per gram.

Demikian juga dengan harga emas Antam beli kembali (buyback) juga naik Rp 2000 menjadi Rp 796.000 per gram.

Adapun harga buyback ini merupakan besaran harga yang dipatok Antam saat masyarakat ingin menjual kembali emas Antam miliknya.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Pada Rabu (28/9/2022) ini, hingga pukul 08.09 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Selain emas batangan 24 karat, Antam juga menjual emas dalam bentuk lain, seperti batik, koin dinar, dirham maupun koleksi lainnya.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Bahkan jika masyarakat menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak 0,45 persen.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini, Selasa 27 September 2022:

* Pecahan 0,5 gram Rp 516.000

* Pecahan 1 gram Rp 932.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.804.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.681.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.435.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.815.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.912.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.745.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.412.000

* Pecahan 250 gram Rp 218.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 436.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 872.600.000.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Harga Emas Bangkit dari Level Terendah 2,5 Tahun

Harga Emas Terus Bersinar di Tahun 2020, Penjualan Emas Antam Capai Rp 6,41 T
Perbesar
Untuk memperkuat nilai tambah produk emas, Antam terus melakukan inovasi produk dan penjualan.

Harga emas rebound dari level terendah 2,5 tahun pada hari Selasa. Itu terjadi karena jeda dalam reli dolar AS membantu memulihkan daya tarik emas batangan, meskipun risiko dari kenaikan suku bunga yang menjulang tetap ada.

Dikutip dari CNBC, Rabu (28/9/2022), harga emas di pasar spot terakhir 0,38 persen lebih tinggi pada USD 1.627.6707 per ounce, setelah naik lebih dari 1 persen menjadi USD 1.642,29 di awal sesi.

Emas berjangka AS naik 0,13 persen menjadi USD 1.635,60.

"Hari ini hanya sedikit pemulihan setelah beberapa kelemahan ekstrem yang terlihat selama beberapa hari terakhir. Tapi saya tidak berpikir benar-benar ada perubahan mendasar yang terjadi di pasar emas," kata Ryan McKay, ahli strategi komoditas di TD Sekuritas.

Dolar AS melemah dari level tertinggi dua dekade, mendorong investor untuk beralih ke emas, yang telah jatuh ke level terendah sejak April 2020 di USD 1.620,20 di sesi sebelumnya. Dolar yang lebih lemah membuat emas menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas juga diuntungkan dari "rebound harga korektif dari tekanan jual baru-baru ini dan short-covering dari pedagang berjangka jangka pendek," Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengatakan dalam sebuah catatan.


Risiko Suku Bunga AS

FOTO: Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 937.000 per Gram
Perbesar
Petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada 17 Mei 2021 berada di posisi lebih tinggi dibanding hari sebelumnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Namun, emas menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga agresif yang cenderung meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Bank sentral AS perlu menaikkan suku bunga setidaknya satu persen lagi tahun ini, kata Presiden Fed Chicago Charles Evans pada hari Selasa.

"Kami pada dasarnya masih dalam lingkungan yang cukup lemah untuk emas dengan Fed yang agresif dan beberapa pembicara Fed sepanjang minggu kemungkinan akan menekankan titik bahwa suku bunga akan lebih tinggi lebih lama," tambah McKay.

"Kita bisa melihat harga turun di bawah level USD 1.600," pungkanya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya