Pembagian BLT BBM Hampir Kelar, Tembus 19,7 Juta Penerima

Oleh Tira Santia pada 27 Sep 2022, 12:50 WIB
Diperbarui 27 Sep 2022, 12:50 WIB
BLT BBM
Perbesar
Presiden Jokowi meninjau penyaluran bansos di Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (27/09/2022). (Sumber: Tangkapan Layar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT BBM telah mencapai 95,9 persen.

Pemerintah terus menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus sebagai salah satu program pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“BLT BBM realisasi sampai hari ini sudah 19,7 juta penerima manfaat. Artinya, sudah 95,9 persen, sudah hampir selesai,” ujar Presiden usai meninjau penyerahan bantuan sosial (bansos) di Kantor Pos Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (27/09/2022).

Selain BLT BBM, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU) bagi pekerja/buruh. Presiden mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran BSU hingga saat ini mencapai 48,3 persen.

“Sampai saat ini untuk Bantuan Subsidi Upah yang sudah tersalur adalah 7.077.000. Artinya, sudah 48,3 persen yang sudah tersalur dan ini terus berjalan dengan kecepatan yang saya lihat sangat baik,” kata Presiden.

Dengan kecepatan tersebut, Kepala Negara optimistis penyaluran bantuan dapat selesai sesuai target yang ada. “Selesai pasti, akhir tahun pasti selesai. Insyaallah ya,” pungkas Jokowi.

Sementera itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menjaga kecepatan penyaluran BSU.

“Setiap minggu kami akan [salurkan] bertahap. Ini setiap minggu Rp 1-2 juta, Insyaallah dalam kurun satu bulan mungkin Pak Presiden, kita sudah bisa selesaikan,” ujar Ida.

Khusus untuk Sulawesi Tenggara, ungkap Ida, BSU telah disalurkan kepada 19.286 orang penerima, atau 24,21 persen calon dari 79.675 orang sasaran.

Ida menambahkan, penyaluran BSU juga dilakukan di seluruh daerah di tanah air. “Bantuan Subsidi Upah ini kan memang dari Sabang sampai Merauke,” kata Menaker.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penyaluran BLT BBM Sudah Tembus Rp 6,2 Triliun

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak
Perbesar
Warga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) tahap tiga di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (22/9/2022). Sebanyak 771 warga di Kecamatan Duren Sawit menerima manfaat BLT tahap tiga sebesar Rp 300 ribu sebagai kompensasi dari naiknya harga BBM. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap realisasi bantuan langsung tunai atau BLT BBM mencapai Rp 6,2 triliun. Ini telah dibagikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat hingga 16 September 2022.

"Ini sampai 16 September untuk BLT BBM sudah tersalurkan Rp 6,2 triliun untuk 20,65 juta kelompok penerima, untuk separuhnya lagi akan diberikan November atau Desember nanti," jelas dia dalam Konferensi Pers APBN KiTA, Senin (26/9/2022).

Menkeu Sri Mulyani mengatakan sebagai respons dari penyesuaian harga BBM Subsidi pemerintah menyiapkan Rp 12,4 triliun BLT.

Ini akan diberikan sebesar Rp 150 ribu per bulan seblama 4 bulan kepada setiap KPM. Pemberiannya dilakukan selama dua kali, dengan masing-masing sebesar Rp 300.000.

Selain BLT BBM, pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah (BSU) untuk golongan pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan. Targetmya ada 16 juta pekerja yang akan mendapatkan Rp 600.000 untuk satu bulan.

’’Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang memiliki anggaran Rp9,6 triliun telah cair sebesar Rp2,62 triliun per 16 September 2022 dengan diberikan kepada 4,4 juta pekerja dari total 16 juta pekerja yang akan mendapat BSU," tuturnya.

Sementara itu, belanja negara untuk kepentingan perlindungan sosial telah mencapai Rp 261,8 triliun per 31 Agustus 2022. Diantaranya untuk 10 juta program keluarga harapan.

Lalu, BLT minyak goreng untuk 21,6 juta oenerima, BLT Desa untuk 7,5 KPM, Kartu Sembako untuk 18,7 juta KPM, Program Prakerja untuk 2,8 juta peserta, dan Subsidi bunga KUR untuk 5 juta debitur.

 


BPKP Kawal Ketat Penyaluran BLT BBM Supaya Tepat Sasaran

Pencairan BLT Terkait Kenaikan Harga BBM
Perbesar
Seorang warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) memperlihatkan uang sebesar Rp600 ribu yang baru diterimanya, terkait kenaikan harga BBM di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, Rabu (7/9/2022). Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kenaikan harga BBM kepada 20,65 juta orang melalui PT Pos (Persero) dengan total dana Rp12,4 triliun. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bakal mengawal dengan ketat penyakuran Bantuan Langsung Tunai kompensasi kenaikan harga BBM (BLT BBM). Tujuannya, agar penyaluran tepat sasaran dan tidak ada upaya penyelewengan.

BLT BBM sendiri merupakan program bantuan yang bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat tidak mampu di tengah tingginya harga bahan bakar minyak.

BPKP mempersiapkan jajaran auditornya untuk mengawasi program bantuan melalui diseminasi petunjuk teknis pengawasan. Di mana salah satu fokus pengawasannya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) kompensasi kenaikan BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi.

Direktur Pengawasan Bidang Sosial dan Penanganan Bencana, Michael Rolandi, mengatakan pengawalan dan pengawasan yang dilakukan BPKP mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pendistribusian.

“Pengawasan yang dilakukan BPKP untuk memastikan bahwa proses perencanaan sampai dengan penyaluran BLT BBM telah dilakukan sesuai dengan prosedur,” katanya mengutip keterangan resmi, Jumat (23/9/2022).

Michael menyebut, sasaran pengawasan BPKP selain dari sisi tata kelola juga menyasar basis data penerima bantuan yang telah masuk ke dalam data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Serta ditambah tiga ketepatan: tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.

Dia menambahkan, pengawasan terhadap BLT BBM tidak hanya dilakukan BPKP Pusat melainkan juga melibatkan 34 Perwakilan BPKP.

“Adapun pengawasan juga dilakukan untuk mencari tahu permasalahan lainnya yang mungkin ditemui dalam penyaluran BLT BBM dan memberikan rekomendasi perbaikan,” ucapnya.

 

Infografis 3 Bansos untuk Hadapi Harga BBM Naik. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 3 Bansos untuk Hadapi Harga BBM Naik. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya