Top 3: Sri Mulyani Ingin Jadi Chef

Oleh Arief Rahman Hakim pada 26 Sep 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 06:30 WIB
Menkeu Sri Mulyani Jelaskan APBN 2023 di Hadapan DPD RI
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat dengan Komite IV DPD RI di Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2022). Rapat tersebut membahas RUU APBN tahun anggaran 2023. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisahkan tujuannya jika tak menjabat sebagai bendahara negara. Setidaknya ada dua pilihan yang ia siapkan.

Pertama, ia ingin menekuni karir sebagai guru atau tanaga pegajar. Disamping itu, pada konteks ini pula Sri Mulyani ingin menjadi seorang peneliti. Kedua, ia tercetus ingin menjadi seorang juru masak atau chef. Hal kedua ini diakuinya baru terpikir baru-baru ini.

Berita mengenai rencana Sri Mulyani usai pensiun dari Menteri Keuangan ini menjadi berita yang banyak dibaca. Selain itu, masih ada berita lain yang tak kalah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Senin (26/9/2022):

1. Pensiun Menteri Keuangan, Sri Mulyani Tertarik Jadi Chef

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisahkan tujuannya jika tak menjabat sebagai bendahara negara. Setidaknya ada dua pilihan yang ia siapkan.

Pertama, ia ingin menekuni karir sebagai guru atau tanaga pegajar. Disamping itu, pada konteks ini pula Sri Mulyani ingin menjadi seorang peneliti.

Kedua, ia tercetus ingin menjadi seorang juru masak atau chef. Hal kedua ini diakuinya baru terpikir baru-baru ini.

"Satu, saya ingin jadi guru, jadi dosen dan peneliti, karena selama ini kan selain menjadi menteri adalah pengajar di Universitas," kata dia dalam pembukaan Olimpiase APBN 2022, Minggu (25/9/2022).

"Tapi saya pikir-pikir sekarang saya ingin jadi chef juga kali ya, jadi tukang masak," imbuhnya singkat.

Baca berita selengkapnya di sini

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


2. Indonesia Tak Akan Jadi Negara Maju Jika Petani Masih Miskin

FOTO: Panen Padi Rutin di Kawasan Ujung Menteng
Perbesar
Petani memanen padi dari Sawah Abadi di kawasan Ujung Menteng, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Padi hasil panen tersebut tidak dijadikan beras, tapi dijadikan benih untuk dibagikan kepada kelompok tani yang ada di wilayah Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori)

Indonesia memiliki misi untuk menjadi negara maju di usianya yang ke-100. Namun demikian, masih banyak hal yang meski diselesaikan, seperti soal kesejahteraan petani.

Kemarin, Sabtu (24/9/022), ribuan massa gabungan dari buruh dan petani melakukan aksi demonstrasi di Patung Kuda, Jakarta.

ESejak pukul 10.00 WIB, massa melakukan aksi longmarch dari Balai Kota DKI Jakarta menuju Patung Kuda.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memimpin langsung aksi demonstrasi tersebut.

Baca artikel selengkapnya di sini


3. Rupiah Terus Melemah, Mendag Zulkifli Hasan Bisa Apa?

Mendag Bersama DPR Bahas Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional
Perbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membacakan laporan pemerintah terkait persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif regional saat rapat paripurna DPR ke-3 masa persidangan I tahun 2022-2023 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Rapat tersebut beragenda pengambilan keputusan RUU tentang Pengesahan Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional) serta pengambilan keputusan RUU tentang Pegesahan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai tukar rupiah melemah pada Jumat (23/9/2022) lalu ke posisi Rp 15.037 per Dolar AS. Pelemahan ini disinyalir akan berdampak kepada kenaikan harga barang impor yang ada di Indonesia.

Mengacu pola yang biasa terjadi, setelah adanya pelemahan nilai tukar, biasanya dalam waktu singkat kenaikan harga barang impor langsung terjadi di pasaran. Padahal, stok yang dimiliki kadang masih merupakan stok lama.

Dalam hal ini, Kementerian Perdagangan dinilai perlu melakukan sejumlah upaya, termasuk pemgawasan harga di pasaran. Pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan?

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan kalau Kemendag secara khusus mengatur harga bahan pokok di dalam negeri. Ini bisa dilakukan dengan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), meski langkah ini tak bisa dilakukan ke produk impor diluar bahan pokok.

Baca berita selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya