Kenaikan Harga BBM Tak Surutkan Minat Masyarakat Beli Properti

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2022, 17:54 WIB
Diperbarui 25 Sep 2022, 17:54 WIB
Ilustrasi Properti (Unsplash/Tierra Mallorca)
Perbesar
Ilustrasi Properti (Unsplash/Tierra Mallorca)

Liputan6.com, Jakarta Kendati kenaikan harga BBM atau bahan bakar minyak awal September 2022 ini berpengaruh banyak terhadap sektor ekonomi, namun aktivitas pemasaran properti residensial (rumah) tergolong masih bergairah.

Buktinya, sebanyak 300 unit rumah pada Klaster Karawitan di Kawasan Kartika Residence, Karawang Jawa Barat, ludes terjual hanya dalam kurun waktu sehari.

Prestasi tersebut, diraih PT Bumi Arta Sedayu, anak usaha pengembang properti Citra Swarna Group saat launching pemasaran tahap pertama Klaster Karawitan, pertengahan September 2022 lalu. Klaster ke-5 persembahan Kartika Residence ini mencakup tiga pilihan tipe rumah yaitu Arsa, Lavani dan Yasa.

“Hari itu, saat launching pemasaran tahap pertama, kami berhasil meraup penjualan hingga 90% dari total penawaran sebanyak 300 rumah. Klaster Karawitan ditawarkan seharga mulai dari Rp550 jutaan per unit,” ungkap Suryanti Agustinar, Sales & Marketing Director Citra Swarna Group, Minggu (25/9/2022).

Yanti menuturkan, kegiatan launching penjualan perdana Klaster Karawitan yang dihadiri Direksi Citra Swarna Group serta Direksi Bank BTN tersebut disambut antusias oleh masyarakat Karawang.

Tidak heran, jika area tenda di Super Splash Waterpark Kartika Residence, penuh sesak oleh calon pembeli. Selain peletakan batu pertama pembangunan rumah dan akad kredit massal bersama Bank BTN, special performance artis Indonesian Idol Delon juga turut memeriahkan seremoni launching pemasaran perdana Klaster Karawitan.

Karenanya, Citra Swarna Group bersyukur atas kepercayaan masyarakat Karawang dan sekitarnya yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

“Kesuksesan penjualan kali ini tidak terlepas dari respon positif dan kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi kami dalam mewujudkan komitmen membangun hunian layak pakai serta dan berkualitas. Bagi konsumen yang tidak kebagian unit rumah pada pemasaran perdana Klaster Karawitan, dimohon untuk bersabar. Kami pastikan, pemasaran tahap dua akan segera ditawarkan,” cetusnya.

Chief Marketing Officer (CMO) Citra Swarna Group, Fritz Bonar Panggabean menambahkan, Kartika Residence merupakan satu-satunya hunian di wilayah Karawang yang menerapkan teknologi rekosistem untuk pengolahan sampah rumah tangga. Ini merupakan terobosan baru dalam pengolahan sampah rumah tangga.

“Rekosistem merupakan ekosistem zero waste dari ujung ke ujung. Dengan menggabungkan desain berbasis manusia dan teknologi terdepan yang akan memotivasi masyarakat untuk memilah sampah lebih banyak. Selanjutnya, mereka akan menerapkan gaya hidup zero waste berawal dari rumah,” ungkap Fritz Bonar.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pemerintah Siapkan Rp 97,44 Triliun untuk KPR FLPP bagi MBR

Ilustrasi Investasi Properti 5
Perbesar
Ilustrasi Investasi Properti (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Pemerintah terus mendorong ketersediaan akses perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, agar dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu upaya pemerintah dalam mendukung keterjangkauan pemilikan rumah khususnya bagi MBR yaitu Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Program tersebut memberikan akses pemilikan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Skema ini memiliki angsuran tetap selama 20 tahun. Sejak 2010 hingga Juni 2022, program FLPP telah berhasil mendukung pemilikan rumah sebanyak 1,1 juta unit rumah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, dengan nilai FLPP yang disalurkan mencapai Rp 97,44 triliun.

Hal tersebut merupakan bagian dari perwujudan komitmen pemerintah sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1994, Pasal 28H Ayat 1 menyatakan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan Kesehatan.

Selain sebagai pemenuhan mandat UUD 1945, ketersediaan akses perumahan layak dan terjangkau juga berperan penting dalam penciptaan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan unggul, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi.


Akses Pendanaan

Pameran Indonesia Properti Expo 2022
Perbesar
Pengunjung mendapat penjelasan mengenai hunian saat pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Minggu (15/5/2022). Indonesia Property Expo atau IPEX 2022 dilaksanakan pada 15 hingga 22 Mei mendatang. Pameran tersebut melibatkan 41 developer/pengembang yang terdiri dari 11 pengembang subsidi dan 30 pengembang non subsidi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Meski demikian menyediakan akses perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan bukanlah pekerjaan mudah, khususnya bagi Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan 55,9 persen penduduknya tinggal di daerah perkotaan.

"Pada tahun ini, pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 30 triliun untuk menyediakan akses ke perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program tersebut. Sampai dengan Juni 2022, pemerintah telah mencapai target sebesar 49,78 persen dari total target sebesar 200 ribu perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan," tulis Perseroan dalam keterangan resminya, Senin (22/8/2022).

Sumber dana sebesar Rp30 triliun tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp21,1 triliun yang diberikan kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sebesar Rp19,1 triliun dan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebesar Rp2 triliun, di mana sisa dananya didapat dari penerbitan surat utang yang dilakukan oleh SMF dan dari pengembalian pokok yang diterima BP Tapera maupun SMF.

Infografis Bantuan DP Rumah Pekerja Informal
Perbesar
Infografis Bantuan DP Rumah Pekerja Informal
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya