Inflasi Membayangi, Bayer Tak Patah Arang Sejahterakan Petani Cilik

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 24 Sep 2022, 09:54 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 09:54 WIB
Di Asia, program Better Life Farming oleh Bayer telah memberdayakan 2.000 kios cerdas pertanian atau yang disebut Better Life Farming Center di wilayah India, Indonesia dan Bangladesh. (Foto: Liputan6.com/Pipit I.R)
Perbesar
Di Asia, program Better Life Farming oleh Bayer telah memberdayakan 2.000 kios cerdas pertanian atau yang disebut Better Life Farming Center di wilayah India, Indonesia dan Bangladesh. (Foto: Liputan6.com/Pipit I.R)

Liputan6.com, Labuan Bajo- Perusahaan global yang bergerak pada bidang life science terkait kesehatan dan pertanian, Bayer, berkomitmen menyejahterakan petani kecil di tanah air.

Komitmen ini terus dijaga kendati saat ini dunia tengah bergelut dengan inflasi. Diakui, inflasi turut mengganggu operasional Buyer, baik di kawasan Asia termasuk Indonesia. Meski begitu, Managing Director dan CFO Bayer ASEAN, Ernst Coppens menyebutkan pihak yang paling terdampak dari situasi ini adalah masyarakat kecil, seperti UMKM dan petani kecil di daerah.

"Indonesia terdampak inflasi tinggi, UMKM yang sangat terpukul. Ini ancaman yang nyata bagi keberlangsungan UMKM di Indonesia,” kata dia kepada awak media, Sabtu (24/9/2022).

Lebih dari sekadar bentuk responsibilitas, Coppens mengatakan perusahaan ingin menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM dan petani yang berkelanjutan, salah satunya melalui inisiatif Better Life Farming.

Bayer memahami peran penting UMKM dalam rantai nilai model bisnis sebagai fasilitator ekosistem lokal untuk meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi biaya transaksi, memfasilitasi akses petani kecil ke rantai pasok. Sehingga, masyarakat di desa memiliki kesempatan untuk dapat meningkatkan pendapatan, sekaligus kualitas hidup mereka.

"Jadi, apakah kondisi ini akan mempengaruhi progress? No. Kita komitmen beri dukungan kepada mereka dengan menjangkau lebih banyak partner untuk mendukung UMKM, untuk meningkatkan kehidupan petani di masa sulit ini," ujar Coppens.

Di Asia, program Better Life Farming telah memberdayakan 2.000 kios cerdas pertanian atau yang disebut Better Life Farming Center di wilayah India, Indonesia dan Bangladesh. Bayer bekerjasama dengan para pelaku usaha kecil di desa serta membekali mereka dengan pendampingan, yang bertujuan untuk menjadikan kios mereka lebih inovatif dan profesional.

Di Indonesia, dari 600 Better Life Farming Center yang terbentuk, 103 kios di antaranya dipimpin oleh perempuan dengan rata-rata penjualan yang meningkat hingga 35 persen per tahun.

"Ini menunjukkan keseriusan kami, bukan sekedar CSR, tapi komitmen. Ini investasi kita di indonesia untuk mengurangi dampak dari tantangan global. Sustainable improvement. Bukan filantropik, ini inisiatif berkelanjutan,” tandasnya menegaskan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bayer Indonesia Berkomitmen Sejahterakan 4 Juta Petani pada 2030

Petani Trenggalek Binaan Bayer Panen Padi
Perbesar
Sebuah drone terbang menyemprotkan pupuk saat panen padi di Desa Ngadirejo, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (03/2/2022). Program ‘Better Life Farming’ menargetkan pemberdayaan kepada 4 juta petani hingga tahun 2030 di seluruh Indonesia. (Liputan6.com/HO/Bayer)

Sebelumnya, Perusahaan global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian, Bayer, menjadi salah satu perusahaan yang menandatangani kesepakatan B20.

Melalui Gugus Tugas Perdagangan & Investasi, salah satu langkah rekomendasi yang dirumuskan oleh kelompok B20 adalah dengan memperkuat dukungan untuk mencapai nilai dan mata rantai bisnis yang inklusif, di antaranya dengan meningkatkan partisipasi UMKM serta pengusaha perempuan.

Managing Director dan CFO of Bayer ASEAN, Ernst Coppens mengatakan, perseroan memiliki inisiatif memberdayakan petani di daerah. Perusahaan membangun ekosistem bisnis pertanian di desa melalui Better Life Farming.

“Dengan bergabung dalam kesepakatan B20, Bayer ingin menjadi bagian dari pemangku kepentingan yang memiliki semangat yang sama, untuk bekerjasama menghadirkan solusi yang berkelanjutan khususnya di bidang ketahanan pangan dan kesehatan,” kata dia kepada awak media di Hotal Meruorah, Labuan Bajo, NTT, Jumat (23/9/2022).

Di Asia, program Better Life Farming telah memberdayakan 2.000 kios cerdas pertanian atau yang disebut Better Life Farming Center di wilayah India, Indonesia dan Bangladesh.

Dalam kesempatan yang sama, President Director Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar menjelaskan, di Indonesia , dari 600 Better Life Farming Center yang terbentuk, 103 kios di antaranya dipimpin oleh perempuan. Rata-rata penjualan yang meningkat hingga 35 persen per tahun.

“Di Indonesia, kami juga memiliki program Bayer untuk Indonesia (BISA), di mana kami melengkapi program Better Life Farming dengan komponen kesehatan,” kata dia.


Program Holistik

Better Life Farming, Better Life Farming Center
Perbesar
Para pelaku dan pemilik Better Life Farming (BLF) Partner dan Better Life Farming Center (BLFC). Program yang menjangkau empat juta petani, dengan 20 persennya adalah petani wanita. Bayer Indonesia ingin adanya kesetaraan gender dalam menjalankan program BLF/BLFC (Foto: AEP/Liputan6.com)

Program tersebut tidak hanya memberdayakan komunitas petani untuk ketahanan pangan. Program holistik ini juga membekali keluarga tani dengan pengetahuan dan akses ke pelatihan kesehatan mandiri dan perempuan, pemberian akses terhadap alat kontrasepsi, hingga edukasi penanggulangan stunting.

Program ini sekaligus menjadi implementasi dari visi Bayer Health for All Hunger for None. Hingga saat ini, program BISA telah memberdayakan 800,000 petani lahan kecil di 15 provinsi dan 90 kecamatan di Indonesia.

“Hingga 2030 mendatang, Bayer berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program BISA. Bayer memiliki target untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan bagi 4 juta petani lahan kecil, 1 juta masyarakat ekonomi rentan, dan 1 juta perempuan di perkotaan atau pedesaan,” tutur dia.

Bekerjasama dengan para pemangku kepentingan yang memiliki semangat serupa, Bayer percaya program BISA dapat diterapkan dan diperluas ke berbagai wilayah. Lebih lanjut, program ini diharapkan dapat membangun Indonesia yang lebih tangguh melalui ketahanan pangan yang terjaga dan peningkatan kualitas kesehatan yang lebih baik.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya