Ada PMN, Garuda Indonesia Bisa Cetak Laba USD 647 Juta di 2026

Oleh Arief Rahman Hakim pada 22 Sep 2022, 20:04 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 20:04 WIB
Garuda Indonesia Tutup 97 Rute Penerbangan
Perbesar
Pesawat Garuda berada di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengungkap Garuda Indonesia akan mampu mencatat laba USD 647 juta pada 2026 mendatang. Capaian ini mengacu pada perbaikan kinerja dan industri penerbangan saat ini.

Misalnya, maskapai pelat merah telah melakukan berbagai upaya operasional untuk mendatangkan keuntung. Contohnya, memilih rute-rute yang menjanjikan saat ini.

Dengan upaya tersebut, Rionald menilai kalau Garuda Indonesia mampu memperbaiki kondisi keuangannya. Menyusul, adanya kesepakatan damai antara maskapai dan para kreditornya.

"Kalau kita lihat performa keuangannya untuk 2022 diharapkan Garuda masih bisa laba walaupun catatan laba di situ adalah karena bagian dari hasil rencana restrukturisasi finansial. Namun ke depannya sampai 2026 kita bisa melihat bahwa laba operasi Garuda akan membaik," terang dia dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Kamis (22/9/2022).

Mengutip bahan paparan yang ditampilkannya, Garuda Indonesia diproyeksikan mendapat laba USD 399 juta. Kemudian, USD589 juta di 2024, USD 631 juta di 2025, dan USD 647 juta di 2026 mendatang.

Dalam operasionalnya, maskapai pelat merah ini juga melakukan pengurangan jumlah pesawat di mana mengurangi jumlah pesawat dan jenis airframe secara material. Kemudian berhasil menegosiasikan penurunan tarif sewa pesawat kepada para lessornya.

"Selain itu, Garuda berusaha melakukan peningkatan pendapatan dengan meningkatkan pendapatan dari ancillary bisnisnya dan dari kargo bisnisnya," terang Rionald.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Optimis

Ilustrasi Pesawat Terbang
Perbesar
Pesawat Terbang Garuda Indonesia (Liputan6.com/Fahrizal Lubis)

Terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Seriaputra mengaku optimis kinerja maskapai bisa membukukan laba sebesar itu di 2026. Ia menegaskan kalau operasionalnya kedepan akan menyasar rute-rute yang menguntungkan

"Percaya diri dong. Ikuti saja nanti, nanti kita akan pubex (public expose), kita sudah positif. yang paling penting kan kalian sudah sering denger statment saya, saya hanya akan terbangkan garuda, kalau dia menguntungkan," tegasnya kepada wartawan.

Meskipun, ia mengakui di saat-aaat tertentu tak terlalu menguntungkan karena mahalnya harga bahan bakar avtur. Meski begitu, keputusan yang diambil adalah tetap menerbangkan pesawat.

"Jadi kita tetap terbankan. kita pastikan setiap rute yang kita terbangkan pasti untung. nah klau kita sudha pasti untung, then berarti buku di bawahnya untung. Artinya kalau punya 5 pesawat untung, punya 100 pesawat lebih untung lagi kan. kamu percaya gak sama saya? Lagi rugi masih idup, apalagi saat ini," bebernya.

 


PMN untuk Garuda Indonesia

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Perbesar
Pesawat maskapai Garuda Indonesia terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (16/5/2019). Pemerintah akhirnya menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat atau angkutan udara sebesar 12-16 persen yang berlaku mulai Kamis hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Komisi XI DPR RI segera memutuskan kepastian penyertaan modal negara (PMN) Rp 7,5 triliun untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Khususnya keputusan bisa diambil sebelum DPR RI masuk masa reses.

Dia menuturkan kalau pemberian PMN ini merupakan satu paket dengan proses penyehatan maskapai tersebut. Dimana telah melalui proses kesepakatan homologasi serta rencana melakukan right issue.

Dana Rp 7,5 triliun ini, akan digunakan untuk restorasi pesawat yang dimiliki Garuda Indonesia, serta juga untuk tambahan modal kerja maskapai. Penyuntikan dananya akan melalui skema Right Issue Hak Membeli Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

"jadi PMN masuk sesdah balancidnya neraca garuda relatif sudah lebih manageable dan negosiasi dengan kreditor sudah dilakukan dan sudah di sahkan putusan pengadilan homologasi dan juga ada rencana untuk melakukan RI. Jadi in semuanya dalam satu paket," kata dia dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan, Kamis (22/9/2022).

Adanya putusan homologasi, ditambah rencana penyehatan Garuda Indonesia, menjadi salah satu alasan penting bahwa PMN Rp 7,5 triliun ini untuk segera dicairkan. Sehingga, proses penyehatan perusahaan bisa ditindaklanjuti.

"kita harap, kan DPR akan reses ini bisa diputuskan sebelum reses, sehingga Garuda bisa melakukan optimaslisi dari tahap-tahap penyehatan ini. Baik dari sisi restrukturisasi kreditor maupun PMN yang akan kita masukkan dan right issue yang akan disampaikan," terangnya.

 


Segera Cair

Garuda Indonesia Tutup 97 Rute Penerbangan
Perbesar
Pesawat Garuda terparkir di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bendahara negara ini menerangkan pihaknya sudah terus menjalin komunikasi dengan pemegang saham lainnya. Termasuk dengan kreditor yang akan dikonversi sahamnya mejadi ekuitas. Sehingga porsi shareholder nantinya akan berubah dengan tujuan memberikan dampak yang lebih baik ke Garuda Indonesia.

"Jadi betul untuk Garuda kita sangat urgent untuk bisa (segera dicairkan PMN), kalau PMN yang lain dalam bentuk BMN (barang milik negara/ non tunai) barangkali bisa diekonomiskan dari sisi waktunya dari komisi XI. tapi kalau Garuda tentu kalau butuh pendalaman dari Komisi XI kalau mungkin bapak," paparnya.

Dari rapat tersebut, baik Komisi XI maupun Menkeu Sri Mulyani kembali akan membahan detail mengenai PMN bagi Garuda Indonesia pada Senin 26 September 2022, pekan depan.

Infografis Krisis Kepak Sayap Garuda Indonesia
Perbesar
Infografis Krisis Kepak Sayap Garuda Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya