BI Ingatkan Risiko Resesi di Sejumlah Negara Maju

Oleh Tira Santia pada 22 Sep 2022, 14:45 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 14:47 WIB
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Turun 5,6 Persen Akibat Covid-19
Perbesar
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ekonomi global berisiko tumbuh lebih rendah, disertai dengan tingginya inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global.

“Penurunan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih besar pada tahun 2023 terutama di Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok, bahkan disertai dengan risiko resesi di sejumlah negara maju, volume perdagangan dunia juga tetap rendah,” kata Perry dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) 22-23 Agustus 2022, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut, Perry menyampaikan, di tengah perlambatan ekonomi disrupsi atau gangguan mata rantai pasokan semakin meningkat, sehingga mendorong harga energi bertahan tinggi.

Di sisi lain, tekanan inflasi global semakin tinggi seiring dengan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan kebijakan proteksionisme yang masih berlangsung.

Kemudian, inflasi di beberapa negara maju maupun negara emerging market meningkat tinggi. Bahkan inflasi inti berada dalam tren meningkat, sehingga mendorong bank-bank sentral di berbagai negara melanjutkan kebijakan moneter agresif.

Perkembangan terkini menunjukkan kenaikan Federal Funds Rate (FFR) yang lebih tinggi dan diperkirakan masih akan meningkat lebih lanjut.

“Peningkatan tersebut mendorong semakin kuatnya mata uang dollar terhadap mata uang seluruh dunia, dan semakin tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, sehingga mengganggu aliran investasi portofolio dan tekanan terhadap nilai tukar di negara-negara termasuk di emerging market, juga Indonesia,” ujar Perry.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Dalam Negeri

FOTO: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perbesar
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara di dalam negeri, perbaikan ekonomi nasional terus berlanjut, dengan semakin membaiknya permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta tumbuh tinggi didukung dengan kenaikan pendapatan, tersedianya pembiayaan kredit, dan semakin kuatnya keyakinan konsumen seiring dengan meningkatnya mobilitas.

“Dorongan terhadap konsumsi rumah tangga juga didukung dengan kebijakan Pemerintah yang menambah bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, utamanya kelompok bawah dari dampak kenaikan inflasi sebagai konsekuensi pengalihan subsidi BBM,” ujarnya.

Selanjutnya, kenaikan permintaan domestik juga terjadi di investasi, khususnya investasi non bangunan. Berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik tersebut tercermin dalam perkembangan indikator dini pada Agustus 2022 dan hasil survei Bank Indonesia terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur terus membaik.

 


Kinerja Ekspor

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor terus membaik khususnya ekspor CPO, batubara, besi dan baja seiring dengan permintaan mitra dagang utama yang masih kuat dan kebijakan Pemerintah untuk mendorong ekspor CPO dan pelonggaran akses masuk wisatawan mancanegara.

“Secara spasial kinerja positif ekspor ditopang oleh seluruh wilayah terutama Kalimantan dan sumatera yang tetap tumbuh kuat. Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada lapangan usaha utama, seperti industri pertambangan, pengolahan, dan pertanian,” pungkasnya.

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya