Menteri Perdagangan dan Industri Negara G20 Kumpul di Bali, Bahas Apa?

Oleh Liputan6.com pada 22 Sep 2022, 12:30 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 12:30 WIB
Delegasi Negara Anggota G20
Perbesar
Delegasi dari negara anggota G20 yang menghadiri '3rd Health Working Group G20' di Hilton Resort, Nusa Dua, Bali pada Selasa, 23 Agustus 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta Rangkaian acara G20 di Indonesia terus bergulir. Kali ini giliran pertemuan para Menteri Perdagangan, Investasi, dan Industri negara-negara G20.

Trade, Invesment and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) ini digelar pada 19-23 September 2022 di Nusa Dua, Bali.

"Saya ingin menyampaikan kepada semua delegasi menteri tentang harapan tinggi saya bahwa pertemuan ini akan memberikan banyak pengayaan kepada 20 negara anggota negara lainnya. Kita perlu meninggalkan pemikiran konvensional dan membiarkan ide-ide baru muncul," kata Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Nusa Dua, Bali dikutip dari Antara, Kamis (22/9/2022).

Menko Airlangga berharap dukungan seluruh negara terhadap investasi, perdagangan, dan perindustrian, menuju kesuksesan TIIMM digelar, termasuk KTT pemimpin G20  pada November 2022.

Pada acara tersebut Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan Indonesia mengangkat enam isu prioritas. Pertama, reformasi Badan Perdagangan Dunia atau World Trade Forum (WTO), kemudian sistem peta jalan multilateral dalam memperkuat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG's.

"Ketiga, kami juga menyadari pentingnya respons perdagangan investasi dan industri dalam mengatasi pandemi dan mendukung arsitektur kesehatan global," kata Mendag.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Isu Digitalisasi dan Rantai Pasok Global

Raker dengan Komisi VI DPR, Mendag Zulkifli Hasan Tunjukkan Minyakita
Perbesar
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Rapat membahas pengesahan perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Keempat, Mendag minta TIMM G20 menekankan pentingnya isu prioritas digital dan rantai nilai global.

Kelima, peningkatan investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global. Terakhir, yaitu industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui Industri 4.0.

"Saya mengundang para menteri untuk memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan ekonomi terkini. Untuk itu kita perlu menggarisbawahi pentingnya toleransi antara kebijakan sektor perdagangan, investasi dan industri. Kolaborasi dan kerja sama adalah kunci untuk mensukseskan keberhasilan presidensi G20 Indonesia tahun ini," ujar Mendag Zulkifli.

 


Dihadiri Menperin dan Menteri Investasi

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (5/6/2020). (Dok Kemenperin)
Perbesar
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (5/6/2020). (Dok Kemenperin)

Peresmian TIIMM G20 juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Sebagai bagian dari Pertemuan Kelompok Kerja dan Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan, Investasi, dan Industri; Kemendag juga menggelar “G20 Sustainable Expo” dengan tema "Sustainable Together, Sustainable Stronger" yang memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pameran tersebut diisi beragam produk-produk inovasi dari berbagai sektor perdagangan, investasi dan industri.

Infografis Pro-Kontra Rencana Kehadiran Putin di KTT G20 Bali. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pro-Kontra Rencana Kehadiran Putin di KTT G20 Bali. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya