Mengapa Masih Banyak Orang Indonesia Simpan Uang di Bawah Bantal?

Oleh Liputan6.com pada 22 Sep 2022, 12:01 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 12:02 WIB
FOTO: LPS Jamin Simpanan Nasabah Sampai Rp 2 Miliar
Perbesar
Nasabah antre untuk melakukan transaksi perbankan di KCU Bank Mandiri Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/2/2021). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah di bank hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank dengan syarat 3 T. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Masih banyak orang Indonesia yang menyimpan uang di bawah kasur alias tak menaruh di bank. Padahal risiko menyimpan uang sendiri sangat besar. Terbaru, seorang penjaga SD Negeri Lodjiwetan, Solo, bernama Samin (53), harus menelan pil pahit setelah uang tabungan senilai Rp 50 juta rusak dimakan rayap.

Uang dimakan rayap bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya banyak cerita yang sama juga terjadi. Mengapa masyarakat Indonesia masih menyukai menyimpan uang sendiri dan bukan di lembaha keuangan? 

Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dimas Yuliharto menyampaikan, peristiwa nahas tersebut kerap terjadi diakibatkan literasi keuangan masyarakat di Indonesia masih rendah. Hal ini tercermin dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 yang mencatat tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan masing-masing mencapai 38,03 persen dan 76,19 persen.

"Peristiwa yang terjadi dan bukan hanya kali ini saja, memang kita akui karena masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat," ujar Dhimas kepada Merdeka.com di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Akibat literasi keuangan yang masih rendah mengakibatkan terbatasnya pengetahuan masyarakat untuk menempatkan uang tabungannya secara aman. Sehingga, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan masih rendah.

"Tingkat kepercayaan masyarakat kepada bank itu tergantung kepada literasi keuangannya juga," tegas Dimas.

LPS pun berupaya terus menyampaikan pengetahuan tekait pentingnya menabung di bank karena lebih aman dan dijamin LPS.

Misalnya dengan melaksanakan sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat luas mengenai tugas dan fungsi LPS kepada masyarakat, baik secara langsung maupun menggunakan berbagai platform komunikasi dan informasi yang LPS miliki.

"Sudah saatnya masyarakat paham bahwa menabung di bank itu lebih aman karena dijamin oleh LPS, daripada berisiko hilang atau rusak karena berbagai sebab, lebih baik simpan di bank," pungkasnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Uang Tabungan Haji Penjaga SD yang Dimakan Rayap Akhirnya Boleh Ditukar

Bank Indonesia Tukar Uang Penjaga SD yang Dimakan Rayap
Perbesar
Kepala Bank Indonesia Solo menunjukkan uang dimakan rayap.yang telah berhasil disusun. Total uang yang bisa ditukarkan sebanyak Rp20.220.000.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Samin (52), penjaga SDN Lojiwetan, Solo yang memiliki tabungan hampir Rp50 juta dimakan rayap, kini bernapas lega. Berkat bantuan Bank Indonesia Solo, potongan uangnya yang hancur berhasil disusun kembali berjumlah Rp20.220.000.

Wajah Samin dan istrinya, Sri Kadarwati terlihat semringah. Uang tabungan haji miliknya berhasil diselamatkan meskipun tak utuh seperti semula. Butuh waktu dua hari untuk merangkai sisa-sisa potongan kertas uang dimakan rayap.

Enam pegawai Bank Indonesia Solo ikut membantu merangkai dan merekontruksi serpihan potongan kertas uang yang hancur. Bahkan, pada Rabu kemarin para pegawai yang mendatangi kediaman Samin itu rela menyusun kertas uang hingga pukul 22.30 WIB.

Pada malam itu jumlah uang yang bisa diselamatkan sebanyak Rp 10.310.000 dan dimasukkan ke dalam kardus dengan segel Bank Indonesia. Sedangkan sehari sebelumnya jumlah uang yang berhasil dirangkai kembali berjumlah Rp 9.910.000.

 


Penukaran Uang

Setelah itu, Samin ditemani istrinya langsung menuju Kantor Bank Indonesia Solo untuk menukarkan uangnya. Mereka membawa tiga kardus, dua kardus berisi uang dimakan rayap yang telah berhasil disusun, satu kardus lainnya berisi sisa kertas uang yang tidak bisa dirangkai.

“Alhamdulillah akhirnya uangnya bisa diselamatkan dan ditukarkan ke Bank Indonesia,” kata dia dengan nada

Kedatangan pasangan suami istri disambut langsung Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo. Bank Indonesia juga sudah menyiapkan uang emisi tahun 2022 untuk penukaran uang yang berhasil direkontruksi.

“Potongan-potongan kertas uang tadi yang memenuhi syarat 2/3 dari luasan lembaran itu sebanyak Rp20.220.000,” sebut Joko di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Kamis (15/9/2022).


Jangan Ditiru

Usai penukaran itu, Samin berpesan kepada masyarakat untuk tidak meniru cara menabung yang dilakukannya dengan celengan di rumah. Selain tidak aman, menabung dengan cara itu ternyata rawan dimakan rayap seperti tabungan haji miliknya.

“Mari cintai uang dengan menabung seperti saya tapi tidak di rumah. Jangan sampai menyesal seperti saya karena uang tabungannya dimakan rayap,” ujar dia.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya