Inflasi Jadi Ancaman Serius, Bisakah Indonesia Bertahan?

Oleh Liputan6.com pada 21 Sep 2022, 17:50 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 17:50 WIB
Kenaikan Harga BBM Pacu Laju Inflasi
Perbesar
Aktivitas perdagangan di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Pemerintah memprediksi laju inflasi sebesar 1,38% pada September 2022. Adapun prediksi ini akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kementerian Keuangan mengatakan laju inflasi akan kembali normal pada November 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan angka Inflasi menjadi ancaman yang paling serius di Indonesia dan juga belahan dunia lainnya. Walaupun begitu, patut disyukuri Indonesia mempunyai daya tahan dalam menghadapi situasi yang memang penuh dengan ketidakpastian.

Anggota DPR RI Komisi XI Muhammad Miskhbahun menjelaskan, dalam nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023 bahwa pemerintah melakukan upaya-upaya antisipasi ekonomi global yang menghadapi ancaman stagflasi.

"Stagflasi adalah fase berikutnya setelah inflasi tinggi, begitu inflasi tinggi terjadi penurunan terhadap daya beli. Pemerintah ingin RAPBN 223 ada upaya program dalam upaya meningkatkan produktivitas," ujar Misbahun, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Pemerintah berharap dengan adanya windfall dari produk mineral serta hilirisasi sektor tambang dan perkebunan dapat memberikan windfall terhadap cadangan devisa dan penerimaan perpajakan.

"ini adalah upaya pemerintah yang sungguh-sungguh bagaimana APBN menjadi absorber sebagai peredam kecut terhadap situasi-situasi yang penuh dengan ketidakpastian yang datangnya dari situasi ekonomi global, dan kita bersyukur indonesia saat ini sedikit negara yang mampu bertahan dari gempuran dari situasi yang sangat berat dari eko global karena adanya windfall peneriman yang luar biasa dari sumber daya alam kita," jelas dia.

Miskhbahun mengatakan pemerintah yang melakukan upaya bagaimana daya beli masyarakat tetap tahan yang itu melakukan upaya yang serius dalam bentuk belanja, dalam bentuk subsidi dan kompensasi, arah pemerintah bagaimana tetap tumbuh tapi kita juga kemudian ruang fiskal yang memadai.

"Kebijakan subsidi ini luar biasa dilakukan pemerintah bagaimana daya beli masyarakat tetap bertahan karena kalau kita perhatikan krisis global salah satu disebabkan oleh pasokan energi yang mengalami hambatan," kata Misbahun.

Lebih lanjut, Miskhbahun memastikan dengan adanya peran Rusia dan Ukraina, hingga situasi perang dagang antara China dan Amerika Serikat bisa dipastikan situasi ini akan memakan waktu yang cukup panjang.

"Ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah dalam bentuk pemberian subsidi supaya rumah eko kita menjadi lebih berkualitas dan tidak digerus oleh kondisi inflasi, yang menggerus kualitas pertumbuhan," terang dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


OJK: Pengembangan Pusat Ekonomi Daerah Jadi Kunci Lawan Stagflasi

20161003-Pasar Tebet-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Banyak negara saat ini dihadapkan dengan tantangan stagflasi, dimana pertumbuhan ekonomi cenderung tetap tapi dibayangi dengan tingkat inflasi yang tinggi. Guna menghadapinya, diperlukan penguatan pusat-pusat ekonomi baru.

Misalnya, adanya pengembangan pusat ekonomi daerah-daerah. Dengan begitu, ada kekuatan ekonomi dalam lingkup-lingkup kecil, tapi di sisi lain juga mampu diperbanyak dan meluas.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengungkap itu perlu diterapkan di Indonesia. Salah satunya, di Sumatera Barat.

"Jadi ini suatu perpaduan yang tidak biasa, ekonominya stagnan tapi ada inflasi termasuk di sini ya Pak ya, Jadi kita melihat harus didorong dengan pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di daerah di regional seperti sekarang," kata dia dalam penutupan Gernas Bangga Buatan Indonesia Sumatera Barat, Jumat (16/9/2022).

Friderica menyampaikan kalau masyarakat juga antusias dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah ini. Tertuang dalam banyaknya penyerapan produk lokal, khususnya UMKM.

Hal yang sama juga ia contohkan dengan menggunakan proudk UMKM. Menurutnya, kini kualitas produk lokal sudah semakin meningkat dan bisa bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.

"Kalau dulu ibu-ibu beli baju batik atau tenun harga puluhan ribu, sekarang jutaan, juga oke aja kan memang kualitasnya sudah naik kelas luar biasa mereka," kata dia.

"Sekarang saya bangga setiap hari saya pakai tenun saya pakai batik dengan harga yang premium pun kami tidak tidak berkeberatan karena kualitas bagus," tambahnya.

Di samping itu, ia mengapresiasi para pelaku usaha lokal di daerah yang bisa mengembangkan ekonomi di daerahnya. Untuk itu, Friderica memastikan OJK akan terus mendukung upaya pengembangan ekonomi daerah tersebut.

 


Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

FOTO: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perbesar
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus bersinergi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto untuk mempercepat program pemulihan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, jajaran dewan komisioner OJK pada Jumat (19/8/2022) melakukan kunjungan ke Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna semakin memperkuat sinergi dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi.

"Kami membahas beberapa hal dan tentunya kami siap untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian," kata Mahendra dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/8/2022).

Reporter: Siti Ayu Rachma

Sumber: Merdeka.com

Infografis Prediksi Perekonomian 60 Negara Bakal Ambruk. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Prediksi Perekonomian 60 Negara Bakal Ambruk. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya