PLN Jadi Holding, Kementerian ESDM Minta Kinerja Lebih Lincah dan Efisien

Oleh Tira Santia pada 21 Sep 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 16:00 WIB
PLN
Perbesar
Gedung PLN. Dengan kondisi efisiensi dan optimalisasi capital expenditure (Capex), PLN mampu memitigasi faktor eksternal yang berdampak pada keuangan PLN. Dari sisi pengelolaan utang, PLN mampu menurunkan utang dari Rp 451 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 417 triliun pada Juni 2022. PLN memprediksi bisa mengurangi beban utang Rp 5 triliun per tahun. (Dok. PLN)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian ESDM berharap dengan diluncurkannya Holding dan Subholding PT PLN (Persero), kinerja bisnis PLN bisa lebih efisien ke depannya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana, dalam peluncuran Holding dan Subholding PT PLN (Persero), di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Rida menjelaskan, dalam situasi dan kondisi energi global yang tengah berubah akibat pandemi covid-19 yang belum seluruhnya tuntas, dan gejolak politik akibat Rusia dan Ukraina, serta adanya tekanan untuk segera dilaksanakan transisi energi, semakin hari menjadi tuntutan global.

Maka semua perusahaan dituntut untuk makin lincah dan makin gesit, serta makin efisien dengan cara beradaptasi atas situasi yang berkembang melalui pengembangan inovasi baru, dan menciptakan layanan serta bisnis baru guna kesinambungan perusahaan.

"Kementerian ESDM mengapresiasi langkah restrukturisasi PLN ini. Agar PLN lebih lincah, gesit, dan efisien dalam menjawab perubahan kondisi dan tantangan energi indonesia dan global baik itu untuk saat ini maupun untuk masa depan," ujar Rida.

Oleh karena itu, melalui pembentukan holding dan subholding, Kementerian ESDM berharap terhadap PLN akan makin efisien kedepannya.

"Contohnya penjualan makin naik. Artinya ada ruang karena konsumsi per kapita kita masih kecil sedangkan tetangga kita sudah besar termasuk Malaysia. Itu juga merupakan peluang yang besar yaitu biaya pokok penyediaan akan turun, revenue akan naik, dan ujungnya beban fiskal APBN akan juga turun," katanya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Makin Efektif

Kantor Pusat PLN
Perbesar
Kantor Pusat PLN

Kementerian ESDM, juga berharap PLN makin efektif dan cepat mengambil keputusan, sehingga selalu terdepan dalam semua lini. Misalkan, selalu memanfaatkan teknologi baru yang terkait.

Tak hanya itu saja, Kementerian ESDM juga berharap PLN semakin menunjukan gesture perusahaan yang fokus pada Energi Baru Terbarukan (EBT), dan panas bumi.

"Ini sinyal baik bagi investor dan dengan sendirinya akan meningkatkan perekonomian kita secara nasional. Kami melihat ada ruang, PLN meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam rantai bisnis lengkap dengan pengamanan IT security keamanannya," ujar Rida.

 


Buat Industri Makin Kompetitif

PLN menambah dua penghantar pada Gardu Induk (GI) Sidoarjo dengan nilai investasi sebesar Rp 11,7 miliar. (Dian Kurniawan/Liputan6.com).
Perbesar
PLN menambah dua penghantar pada Gardu Induk (GI) Sidoarjo dengan nilai investasi sebesar Rp 11,7 miliar. (Dian Kurniawan/Liputan6.com).

Kementerian ESDM sangat yakin PLN mampu membuat operasi bisnis kelistrikan semakin efektif dan efisien dan sistem kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan dan harga yang semakin terjangkau oleh masyarakat, dan juga membuat industri makin kompetitif.

"Kami berharap PLN makin cepat dan lincah dalam penyediaan tenaga listrik dengan andal dan kualitas baik kepada lapisan masyarakat dan menjangkau seluruh pelosok negeri. Saya yakin, PLN akan mampu menjalankan tugas ini. Kebangkitan PLN selanjutnya dan akan menjadi babak baru pengelolaan energi nasional kedepan," pungkas Rida.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya