Top 3: Cek Penerima BSU Tahap 2 di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id

Oleh Tira Santia pada 21 Sep 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 06:30 WIB
BPJAMSOSTEK Serahkan Data BSU Tahap II, Ajak Pekerja Cek Kepatuhan Kepesertaan
Perbesar
ementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan bantuan subsidi upah atau BSU tahap pertama pada 12 September 2022 lalu dan untuk tahap kedua akan disalurkan pada minggu ini. Untuk menghindari informasi yang tidak benar dan menyesatkan, bagi pekerja yang ingin mengetahui apakah dirinya layak sebagai calon penerima BSU atau tidak, dapat mengakses kanal resmi melalui bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) saat ini sudah menerima data calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) sebanyak 2.406.915. Adapun subsidi tahap 2 ini akan dicairkan pada minggu ini.

Data BP Jamsostek sampai saat ini sudah sebanyak 7,5 juta data calon penerima BSU 2022 yang diserahkan kepada Kemnaker. Jumlah tersebut terbagi dalam dua tahap yaitu sejumlah 5.099.915 diserahkan pada tahap pertama dan kemudian untuk tahap kedua yakni sebanyak 2.406.915.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar dan menyesatkan, bagi pekerja yang ingin mengetahui apakah dirinya layak sebagai calon penerima BSU atau tidak, dapat mengakses kanal resmi melalui bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Artikel mengenai waspada penipuan dan cara pengecekan penerima BSU tahap 2 ini menjadi berita yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada berita lainnya yang memiliki tema tak kalah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Rabu (21/9/2022):

1. Cek Penerima BSU Tahap 2 di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, Waspada Penipuan!

Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan bantuan subsidi upah atau BSU tahap pertama pada 12 September 2022 lalu dan untuk tahap kedua akan disalurkan pada minggu ini. Bantuan yang disalurkan untuk para pekerja/buruh untuk mengurangi dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang naik pada awal September lalu.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga, Oni Marbun menghimbau agar pekerja tidak terkecoh dengan maraknya permintaan data pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terkait dengan bantuan subsidi upah ini.

Baca artikel selengkapnya di sini

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


2. Konversi Kompor Listrik Temui Masalah, Apa Itu?

Kompor listrik induksi - Image by StockSnap from Pixabay
Perbesar
Kompor listrik induksi - Image by StockSnap from Pixabay

Pemerintah berencana menurunkan impor gas LPG dengan program migrasi kompor gas ke kompor listrik. Peralihan penggunaan sumber energi ini diyakini akan menurunkan konsumsi LPG termasuk subsidinya.

Ekonom Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai cara ini memang sangat efektif menurunkan konsumsi gas LPG. Apalagi pemerintah membagikan kompor listriknya secara cuma-cuma.

"Pasti akan mengurangi LPG karena ini sifatnya menggantikan kompos yang sudah ada. Ini pemaksaan yang memang untuk mengurangi itu," kata Anthony saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Baca artikel selengkapnya di sini


3. Dana Insentif Daerah Rp 3 Triliun Cair September dan Oktober 2022

Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti.
Perbesar
Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti, mengatakan sebenarnya total anggaran Dana insentif Daerah (DID) tahun 2022 mencapai Rp 7 triliun, namun sudah dibagi menjadi beberapa tahap

Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti, mengatakan sebenarnya total anggaran Dana insentif Daerah (DID) tahun 2022 mencapai Rp 7 triliun, namun sudah dibagi menjadi beberapa tahap.

"DID untuk tahun anggaran 2022 ini total sebenarnya adalah Rp 7 triliun kita bagi menjadi beberapa tahap, yang pertama yang Rp 4 triliun ini sudah dibagi berdasarkan kinerja tahun sebelumnya," kata Astera dalam Media Briefing insentif fiskal daerah penanganan inflasi, Selasa (20/9/2022).

Kemudian, masih ada Rp 3 triliun lagi yang akan Kementerian keuangan bagikan pada September, yaitu Rp 1,5 triliun, dan nanti di bulan Oktober akan dibagikan lagi sekitar Rp 1,5 triliun.

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya