Manfaatkan EBT, Desa Keliki Libatkan Langsung Para Pemuda

Oleh stella maris pada 15 Sep 2022, 19:11 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 19:28 WIB
Desa Keliki
Perbesar
Desa Keliki memiliki delapan titik solar PV terpasang dengan total kapasitas sebesar 28 kWp/Istimewa.

Liputan6.com, Jakarta Awal September 2022, para delegasi negara G-20 berkunjung ke Desa Keliki, Ubud, Gianyar, Bali. Kunjungan itu untuk melihat empat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Eco-Village, dan Agriculture berbasis energi baru terbarukan di salah satu Desa Energi Berdikari besutan PT Pertamina (Persero).

Ya, Desa Keliki memiliki delapan titik solar PV terpasang dengan total kapasitas sebesar 28 kWp. Panel surya itu dipasang tim Go Gerilya Kementerian ESDM, Society of Renewable Energy (SRE), dan mahasiswa Universitas Udayana, Solar PV, guna mengurangi emisi karbon yang setara 36.750 kg CO2 per tahun.

Tak hanya untuk mengurangi emisi karbon saja, panel surya sebesar 25 kWp juga dimanfaatkan untuk pompa air untuk mengalirkan air ke sawah. Tak hanya ramah lingkungan, tentunya hal ini juga menjadi solusi permasalahan kekurangan air irigasi.

I Ketut Sulastra, salah satu petani Desa Keliki mengungkapkan bahwa pompa air tenaga surya memberi manfaat bagi petani dalam bercocok tanam, terutama yang berada di hilir dalam menghadapi kondisi musim kering karena surutnya pengaliran air untuk irigasi ke sawah.

"Permasalahan yang ada di Desa Keliki, pada saat musim kering yang mana airnya kecil dari hulu, kemudian itu tidak sampai ke bawah membuat bercocok tanam mengalami kendala hingga terlama bisa 2 sampai 3 minggu. Sekarang lancar," ujar I Ketut Sulastra pada Sabtu (3/9).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Desa Keliki
Perbesar
Desa Keliki memiliki delapan titik solar PV terpasang dengan total kapasitas sebesar 28 kWp/Istimewa.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pengairan, air dari sumber tersebut juga dimanfaatkan untuk air minum warga. 

"Di samping itu juga kebutuhan air ini untuk air minum. Biasanya diambil dengan membawa jerigen yang kecil," tambahnya.

Sementara itu Kepala Desa (Perbekel) Keliki, I Ketut Wita, menambahkan bahwa semangat pemuda dalam memberikan bantuan membangun irigasi sawah yang terdiri dari tujuh subak ini juga menular ke warganya. 

"Semua pihak membantu, bersemangat dan bergotong royong dalam membangaun Desa Energi Berdikari," ujarnya.

I Ketut Wita berharap Keliki bisa membuat bangga Indonesia dengan kunjungan para delegasi G20 dan semakin dikenal di seluruh dunia.

"Di samping menciptakan hal yang positif, kehadiran sumber EBT di desa Keliki ini mendukung upaya kami dalam menyambung pariwisata yang sempat sepi akibat pandemi," katanya. 

Desa Keliki adalah satu dari 11 desa yang dikembangkan Pertamina dengan melibatkan langsung anak muda yang berkontribusi langsung untuk transisi energi di Indonesia. Pertamina memilih 11 lokasi pada desa binaan untuk dipasang panel surya sebagai pilar terpenting dalam peningkatan kegiatan ekonomi. 

Uniknya, kegiatan tersebut dilakukan oleh anak muda dibawah 25 tahun yang sudah tersertifikasi melalui program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (GERILYA) Kementerian ESDM. 

(*)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya