Sederet Komoditas Ekspor Turun di Agustus 2022, CPO Anjlok Parah

Oleh Liputan6.com pada 15 Sep 2022, 13:50 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 13:50 WIB
Ilustrasi CPO 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi CPO 1.harga CPO pada Agustus 2022 turun 2,9 persen (mtm) dan 10,15 persen (yoy). Tercatat harganya USD 1.026 per metrik ton (mt). (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga sejumlah komoditas ekspor mengalami penurunan selama bulan Agustus 2022. Harga minyak kelapa sawit (CPO) mengalami penurunan tajam baik secara bulanan maupun tahunan.

"CPO ini cukup tajam turunnya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Mengutip data dari Bank Dunia, harga CPO pada Agustus 2022 turun 2,9 persen (mtm) dan 10,15 persen (yoy). Tercatat harganya USD 1.026 per metrik ton (mt).

Pola yang sama juga dengan harga bijih besi. Walau ekspornya tetap tumbuh 0,26 persen (mtm) tetapi secara tahunan turun hingga 32,87 persen.

Komoditas nikel juga mengalami penurunan 2,68 persen (mtm) tetapi tetap tumbuh 15,23 persen (yoy). Meski begitu harga nikel di bulan Agustus 2022 lebih tinggi dibandingkan harga nikel pada Agustus 2021.

"Nikel ini beberapa bulan ini mengalami penurunan, tapi kalau dibandingkan, harga di bulan Agustus 2022 ini masih lebih baik dari tahun lalu," kata dia.

Hal serupa juga terjadi pada kinerja ekspor minyak mentah Indonesia. Harganya turun 8,67 persen (mtm), tetapi mengalami peningkatan 39,36 persen (yoy). Di sisi lain harga minyak mentah ini lebih baik di bulan Agustus 2022 sebesar USD 96 per bbl

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Batu Bara

FOTO: Ekspor Batu Bara Indonesia Melesat
Perbesar
Kapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di Perairan Bojonegara, Serang, Banten, Kamis (21/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk pertambangan dan lainnya pada September 2021 mencapai USD 3,77 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Begitu juga dengan harga batubara yang secara bulanan mengalami penurunan 5,35 persen tetapi naik 110,3 persen secara tahunan.

Setianto mengatakan penurunan kinerja ekspor batubara karena volumenya mengalami penurunan. Padahal secara harga, masih mengalami peningkatan.

"Batubara ini penurunan karena volumenya turun karena kalau harga ini masih mengalami peningkatan," kata dia.

Sementara itu, hanya gas alam yang mencatatkan kinerja positif dan harga yang terus meningkat. Per Agustus 2022 kinerjanya naik 21,08 persen (mtm) dan 117 persen (yoy).

"Gas alam juga beberapa bulan ini masih meningkat kalau dibandingkan Agustus tahun lalu," katanya.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com


Ekspor Indonesia di Agustus 2022 Capai USD 27,91 Miliar, Tertinggi dalam Sejarah

Neraca Perdagangan RI
Perbesar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia selama Agustus 2022 mencapai USD 27,91 miliar. Angka ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Menengok ke belakang, ekspor tertinggi sebelumnya dicetak pada April 2022 yang mencapai USD 27,3 miliar.

"Nilai ekspor Indonesia Agustus 2022 mencapai USD 27,91 miliar atau naik 9,17 persen (mtm) dibanding ekspor Juli 2022," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor Agustus mengalami peningkatan 30,15 persen (yoy). Tercatat pada Agustus tahun 2021 nilai ekspor Indonesia sebesar USD 21,44 miliar.

Berdasarkan sumbernya, ekspor nonmigas Agustus 2022 mencapai USD 26,19 miliar. Naik 8,24 persen dibanding Juli 2022, dan naik 28,39 persen dibanding ekspor nonmigas Agustus 2021.

Di sisi lain nilai ekspor migas pada Agustus 2022 hanya USD 1,72 miliar. Angka ini meningkat 25,59 persen (mtm) dan 64,46 persen (yoy).

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan dan nabati sebesar USS 904,7 juta (25,40 persen). Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD 368,5 juta (6,68 persen).

Berdasarkan negara tujuannya, ekspor nonmigas pada Agustus 2022 terbesar ke China dengan nilai ekspor USD 6,16 miliar. Disusul ke Amerika Serikat sebesar USD 2,59 miliar dan India sebesar USD 2,47 miliar.

"Kontribusi ketiganya ini mencapai 42,84 persen," kata dia.

Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 4,77 miliar dan USD 2,30 miliar.

Infografis Alasan Larangan Ekspor CPO dan Bahan Baku Minyak Goreng. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Alasan Larangan Ekspor CPO dan Bahan Baku Minyak Goreng. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya