Harga Ayam Anjlok, Peternak Ramai-Ramai Ngadu ke Mendag

Oleh Tira Santia pada 02 Sep 2022, 14:10 WIB
Diperbarui 02 Sep 2022, 14:10 WIB
Mendag Zulkifli Hasan
Perbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bertemu dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar); Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN); serta perwakilan peternak dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah sentra lainnya untuk membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bertemu dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar); Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN); serta perwakilan peternak dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah sentra lainnya untuk membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.

Pertemuan tersebut berlangsung hari ini, Kamis (1/9) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Ketua Umum GOPAN Herry Dermawan dan Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko.

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini Rp14.000 per kgRp17.000 per kg, atau sangat rendah di bawah harga keekonomian yang seyogianya berkisar Rp21.000 per kg-Rp23.000 per kg. Sedangkan rata-rata harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran berkisar Rp33.000 per kg-Rp36.000 per kg.

“Gejolak harga tersebut disinyalir terjadi akibat kendala distribusi yang kurang merata serta kondisi supply-demand, yaitu produksi lebih besar dibandingkan permintaan,” urai Mendag Zulkifli Hasan.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, dalam pertemuan tersebut para peternak menyampaikan, gejolak harga yang terjadi saat ini dianggap belum pernah berpihak kepada peternak.

Ketika harga berada di atas harga acuan yang diatur dalam Permendag Nomor 07 Tahun 2020, peternak seringkali dimintai keterangan oleh satgas pangan POLRI.

Sedangkan ketika harga di bawah harga acuan, peternak merasa belum pernah diberikan bantuan yang konkret oleh Pemerintah. Selain itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, perlu adanya penyesuaian harga acuan karena sudah terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya logistik dan pakan.

“Kenaikan harga pakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komponennya antara lain soy bean meal (SBM) atau bungkil kedelai hasil olahan sisa/ampas minyak kedelai yang berasal dari pasokan impor dan jagung. Harga SBM saat ini mulai menurun seiring penurunan harga gandum, namun masih cenderung tinggi,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Strategi Genjot Harga Ayam

Pencetus Pendidikan Gratis, Biaya Sekolah Malah Sumbang Inflasi di Sumsel
Perbesar
Penjualan daging ayam di Pasar Tradisional Lemabang Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)

Menindaklanjuti hasil pertemuan, Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan rencananya untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan terintegrasi guna membahas upaya peningkatan harga ayam di peternak.

Selain itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, Kementerian Perdagangan juga tengah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memobilisasi daging ayam ras dari wilayah surplus (harga anjlok) ke wilayah defisit (harga tinggi) melalui subsidi angkut dan tol laut serta mendorong penerapan rantai pasok dingin (yang diawali dengan perdagangan ayam tanpa bulu di wilayah DKI Jakarta).

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, Bapanas kini memegang kewenangan terkait distribusi dan stabilisasi pangan harga pokok.

Per 30 Agustus 2022 harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran tercatat sebesar Rp35.000/kg, turun 0,28 persen dibandingkan minggu lalu (Rp35.100/kg), dan turun 2,78 persen dibandingkan bulan lalu (Rp36.000/kg). Sedangkan harga ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp18.670/kg turun 10,3 persen dibandingkan minggu lalu (Rp20.820/kg), dan turun 8,8 persen dibandingkan bulan lalu (Rp20.480/kg).-


Harga Telur Ayam dan Beras Berpotensi Picu Inflasi, Waspada!

FOTO: Harga Telur Ayam Hampir Sentuh Rp 30 Ribu per Kg
Perbesar
Penjual merapikan telur ayam di toko kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2022). Berdasarkan harga rata-rata nasional PIHPS, harga telur ayam naik Rp 200 menjadi Rp 28.750 per kg. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kenaikan harga telur ayam di bulan Agustus telah memberikan andil besar terhadap inflasi dari kelompok makanan dan minuman.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telur ayam ras mengalami inflasi sebesar 2,87 persen (mtm). Sehingga memberikan andil inflasi terhadap kelompok makanan dan minuman inflasinya mencapai 0,22 persen.

"Telur ayam ras di bulan Agustus pergerakannya mengalami peningkatan dengan rata-rata Rp 29.400 per kilogram dengan andil 0,22 persen terhadap inflasi," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Kamis, (1/9).

Selain harga telur ayam, harga beras di bulan Agustus 2022 juga mengalami peningkatan. Beras tercatat mengalami inflasi sebesar 0,54 persen (mtm).

Pergerakan harga beras yang mengalami tren kenaikan menyumbang andil 0,16 persen terhadap inflasi kelompok makanan dan minuman.

Margo mengatakan pergerakan harga dua komoditas ini perlu menjadi perhatian lantaran bobotnya terhadap inflasi di bulan Agustus yang besar.

"Ini dua komoditas yang penting, selain bobotnya besar dalam inflasi, pergerakan harganya perlu diperhatikan dari waktu ke waktu," ungkap Margo.

Secara umum inflasi dari kelompok makanan dan minuman pada bulan Agustus 2022 sebesar 7,73 persen. Adapun komoditas yang memberikan andil dari kelompok ini antara lain cabe merah, minyak goreng, rokok kretek, telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah.

Meskipun pada Agustus 2022 ini mencatatkan deflasi 0,21 persen. Namun secara umum tingkat inflasi berada di angka 4,69 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Agustus 2021 yang hanya 1,59 persen.

 


Deflasi Agustus 2022

FOTO: Harga Telur Ayam Hampir Sentuh Rp 30 Ribu per Kg
Perbesar
Penjual menunjukkan telur ayam yang dijual di toko kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2022). Harga telur ayam kini masih terbilang tinggi bahkan hampir mencapai Rp 30 ribu per kg. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Agustus 2022 terjadi deflasi 0,21 persen persen.

Deflasi terjadi karena penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,80 pada Juli 2022 menjadi 111,57 pada Agustus 2022. Tingkat deflasi ini menjadi yang terdalam sejak September 2019 dengan angka 0,27 persen.

Sehingga tingkat inflasi pada Agustus mengalami penurunan menjadi 4,69 persen (yoy). Angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) lebih rendah dari dari tingkat inflasi pada bulan Juli sebesar 4,94 persen.

"Tingkat inflasi pada Agustus 2022 sebesar 3,63 persen (mtm) semetara inflasi tahunan pada agustus 2022 4,69 persen ," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Kamis, (1/9).

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com 

Infografis harga telur dan ayam naik
Perbesar
Infografis harga telur dan ayam naik (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya