Menko Airlangga Pamer Inflasi Terjaga, Hasil Kerja Keras Pemerintah

Oleh Tira Santia pada 01 Sep 2022, 18:15 WIB
Diperbarui 01 Sep 2022, 18:15 WIB
Menko Airlangga, dalam konferensi pers pengendalian inflasi di daerah, Kamis (1/9/2022).
Perbesar
Menko Airlangga, dalam konferensi pers pengendalian inflasi di daerah, Kamis (1/9/2022).

Liputan6.com, Jakarta Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan inflasi Agustus 2022 sebesar 4,69 persen secara tahunan lebih rendah dibanding inflasi Juli 2022 yakni 4,94 persen.

"Dari data yang ada tadi diumumkan bahwa di bulan Agustus ini secara bulan ke bulan itu terjadi deflasi sebesar 0,21 persen dan inflasi nya 4,69 persen dan ini sedikit lebih rendah daripada inflasi bulan Juli 2022 yaitu 4,94 persen," kata Menko Airlangga, dalam konferensi pers pengendalian inflasi di daerah, Kamis (1/9/2022).

Menurutnya, penurunan inflasi tersebut merupakan hasil usaha ekstra yang dilakukan pemerintah sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga stabilitas harga dan capaian inflasi 2022.

Oleh karena itu, pihaknya selaku tim pengendalian pusat telah mengirimkan surat kepada seluruh Gubernur untuk memperkuat TPID, dan TPID ini terus menjaga kestabilan harga pangan tercermin dari inflasi Volatile food yang sudah juga mengalami deflasi sebesar 2,9 persen month to month atau 8,93 persen year on year.

"Angka ini perlu diturunkan lagi yang kemarin angkanya  di 11,47 persen dan ini terbantu oleh panen yang merata, termasuk juga penurunan harga komoditas bawang merah," ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, secara spasial terdapat 66 kabupaten kota inflasinya di atas nasional, dan angka tersebut turun dari 69 kabupaten kota. Sementara, 27 provinsi masih di atas inflasi nasional.

"Dan hari ini hadir Gubernur Jambi sudah terjadi deflasi, namun masih 7,7 persen, Gubernur Sumatera Barat inflasinya 7,1 persen ini jauh lebih baik dari bulan lalu, demikian juga Riau 5,8 persen, Bangka Belitung 6,37 persen, dan Aceh 6,33 persen, dari Sumatera Selatan 5,45 persen dan Kalimantan Tengah 6,94 persen," ujarnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Perkuat Sinergi

Selama PPKM, Inflasi Agustus 2021 Diperkirakan 0,04 Persen
Perbesar
Pembeli berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Lembang, Tangerang, Selasa (24/8/2021). Bank Indonesia (BI) memperkirakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) alias inflasi akan berlanjut pada bulan Agustus 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi ini, Airlangga optimis bisa memperkuat sinergi terutama menurunkan inflasi di daerah yang di atas nasional.

Terdapat beberapa rekomendasi dan kesimpulan dari hasil rapat koordinasi. Rekomendasinya yang pertama, adalah perluasan kerjasama antar daerah terutama untuk daerah surplus atau defisit untuk menjaga ketersediaan supply komoditas.

Kedua, pelaksanaan operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholder. Ketiga,pemanfaatan platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi.

Keempat, pemberian subsidi ongkos angkut sebagai dukungan untuk memperlancar distribusi, dan ini bisa dilakukan oleh kepala daerah masing-masing.

"Kemudian percepatan implementasi tanaman pangan di pekarangan masing-masing, misalnya cabe untuk mengantisipasi permintaan yang tinggi terutama menuju akhir tahun," ujarnya.

 


10 Komoditas Prioritas

FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Pedagangan menata cabai di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Inflasi Indonesia disebut masih termasuk paling rendah di dunia, karena ada 20 negara lebih yang memboikot, tidak boleh jual pangannya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tim pengendalian pusat,  meminta pemerintah daerah untuk membuat dan merancang komoditas pangan strategis untuk 10 komoditas di wilayah masing-masing.

"Secara nasional ini sudah di miliki, kemudian dibantu dengan badan pangan penguatan sarana prasarana untuk produk hasil pertanian termasuk antara antara lain penyimpanan dengan cold storage terutama untuk daerah-daerah di Sentra produksi," ujarnya.

Pemerintah pusat juga meminta, agar penggunaan belanja tidak terduga pada APBD masing-masing untuk pengendalian inflasi sesuai dengan edaran yang telah dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri.

"Kemudian optimalisasi TKDD  antara lain dana alokasi khusus fisik untuk dengan tematik ketahanan pangan. Optimalisasi TKDD antara lain  dak fisik tematik ketahanan pangan DTU dari DBH dan DAU 2 persen meredam harga pangan dan bisa berikan bantuan bansos dukungan transprotasi," lanjutnya.

Tak hanya itu, Pemerintah juga meminta untuk menjaga sinergi TPID  dengan gerakan nasional inflasi pangan untuk  percepat stabilisasi harga.

"Bapak ibu gub dan walikota, tentunya angka diatas nasional, diminta dapat turunkan inflasi bulan bulan  ke bulan kedepan dibawah 5  persen dan ke pihak terkait.  Ini upaya bersama antara Pemerintah pusat, pemda dalam wadah TPIP dan TPID kendalikan gejolak harga," pungkas Menko Airlangga.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya