BPS: Agustus 2022 Terjadi Deflasi 0,21 Persen

Oleh Liputan6.com pada 01 Sep 2022, 11:40 WIB
Diperbarui 01 Sep 2022, 11:41 WIB
BI Prediksi Deflasi 0,11 Persen di Minggu Kedua Februari 2022
Perbesar
Warga membawa bahan makanan dengan sepeda motor saat melintas di kawasan Tangerang, Banten, Rabu (16/2/2022).Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi penurunan harga komoditas atau deflasi pada Februari 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) di agustus sehingga mencetak deflasi. Angka deflasi pada Agustus 2022 tercatat 0,21 persen secara bulanan.

Deflasi terjadi karena penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,80 pada Juli 2022 menjadi 111,57 pada Agustus 2022. Tingkat deflasi ini menjadi yang terdalam sejak September 2019 dengan angka 0,27 persen.

Sehingga tingkat inflasi pada Agustus mengalami penurunan menjadi 4,69 persen (yoy). Angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) lebih rendah dari dari tingkat inflasi pada bulan Juli sebesar 4,94 persen.

"Tingkat inflasi pada Agustus 2022 sebesar 3,63 persen (mtm) semetara inflasi tahunan pada agustus 2022 4,69 persen ," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Kamis, (1/9/2022).

Margo melaporkan komoditas penyumbang deflasi berasal dari harga bawang merah, cabe merah, cabe rawit, minyak goreng dan daging ayam ras. Kondisi ini tidak terlepas dari produk-produk hortikultura yang selama Agustus memasuki masa panen.

"Di Nganjuk, Probolinggo dan Demak untuk bawang merah. Kediri dan Blitar ini cabai. Ini sudah mulai panen dan bisa memengaruhi pergerakan harga inflasi Agustus 2022," kata Margo.

Adapun dari 90 kota yang dipantau BPS, 79 kota mengalami deflasi. Deflasi terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Ambon yakni 0,82 persen.

Bila diamati berdasarkan pulau, Tanjung Pandan menjadi wilayah deflasi tertinggi di Sumatera. Di Pulau Jawa, kota yang mengalami deflasi terdalam di Sumenep 1,13 persen dan inflasi tertinggi di Surabaya yakni 0,26 persen.

Di Bali-Nusa Tenggara semua kota mengalami deflasi. Terdalam di Singaraja sebesar 1,48 persen. Lalu di Kalimantan yang deflasi terdalam yakni Sintang 0,96 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi di Palangkaraya sebesar 0,28 persen.

Di Sulawesi deflasi terdalam di Baubau 0,71 persen sedangkan yang mengalami inflasi tertinggi di Luwuk 0,5 persen. Sementara itu, di Maluku dan Papua, deflasi terdalam deflasi di Tual sebesar 0,91 persen dan inflasi tertinggi di Ambon 0,82 persen.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


BI dan Ekonom Ramal Agustus 2022 Bakal Deflasi

BI Prediksi Deflasi 0,11 Persen di Minggu Kedua Februari 2022
Perbesar
Warga membawa bahan makanan dengan sepeda motor saat melintas di kawasan Tangerang, Banten, Rabu (16/2/2022).Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi penurunan harga komoditas atau deflasi pada Februari 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2022 berpotensi mengalami deflasi tipis sebesar 0,10 persen secara bulanan Month-over-month (MoM). Ramalan angka deflasi pada agustus ini seiring dengan turunnya beberapa harga bahan pangan bergejolak.

"IHK pada bulan Agustus diperkirakan akan mengalami deflasi 0,10 persen MoM, atau setara dengan 4,80 persen yoy," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, kepada Liputan6.com, Kamis (1/9/2022).

Dia menjelaskan, deflasi pada bulan Agustus cenderung didorong oleh deflasi barang bergejolak, terindikasi dari penurunan harga komoditas pangan seperti bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit, seiring dengan normalisasi sisi supply.

Sementara itu, dari sisi barang yang diatur oleh pemerintah, diperkirakan harga tiket pesawat mulai melandai, seiring dengan harga avtur yang juga diproyeksikan mulai turun.

"Dari sisi inflasi inti, diperkirakan inflasi inti meningkat hingga 2,94 persen yoy akibat kenaikan ekspektasi inflasi sejalan dengan potensi kenaikan harga BBM serta second round effect dari kenaikan inflasi harga bergejolak dan harga diatur pemerintah," jelas Josua.

Namun demikian, inflasi inti diperkirakan cenderung terbatasi oleh penurunan harga emas, yang sepanjang bulan Agustus mengalami tren penurunan.

 


Survei BI

BI Prediksi Deflasi 0,11 Persen di Minggu Kedua Februari 2022
Perbesar
Warga membawa bahan makanan dengan sepeda motor saat melintas di kawasan Tangerang, Banten, Rabu (16/2/2022).Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi penurunan harga komoditas atau deflasi pada Februari 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Senada juga disampaikan Bank Indonesia dalam Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Agustus 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu IV Agustus 2022 diperkirakan mengalami deflasi sebesar 0,13 persen (mtm).

Komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022 sampai dengan minggu IV yaitu bawang merah sebesar -0,17 persen (mtm), cabai merah sebesar -0,13 persen (mtm), minyak goreng dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,07 persen (mtm), daging ayam ras sebesar -0,04 persen (mtm), tarif angkutan udara dan tomat masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm), serta bayam, bawang putih dan jeruk masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami inflasi pada periode minggu IV Agustus 2022 yaitu Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,08 persen (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03 persen. (mtm), beras sebesar 0,02 persen (mtm), serta semen, air kemasan dan kentang masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

 Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya