Kabar Baik Ibu-Ibu, Harga Cabai Terus Turun

Oleh Tira Santia pada 22 Agu 2022, 08:30 WIB
Diperbarui 22 Agu 2022, 08:30 WIB
Harga Cabai Semakin Melambung Tinggi
Perbesar
Pedagang kebutuhan pokok khususnya cabai merapikan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu, (13/7/2022). Untuk harga setengah kilogramnya kisaran Rp 70.000, untuk harga cabai rawit Rp 120.000 per kilogram. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Harga cabai kini terus turun. Berdasarkan situs resmi resmi kemendag (https://ews.kemendag.go.id/)  harga cabai rawit merah di kisaran Rp 66.200 per kg, dari sebelumnya Rp 66.500 per kg, Senin (22/8/2022). 

Sama halnya dengan harga cabai merah keriting yang juga turun menjadi Rp 60.700 per kg, dari sebelumnya Rp 61.200 per kg. Sementara, untuk cabai merah besar mengalami kenaikan di angka Rp 61.100 per kg, dari sebelumnya Rp 60.800 per kg atau naik 0, 49 persen.

Namun, kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan harga cabai minggu lalu pada 12 Agustus 2022. Diantaranya,  harga cabai rawit merah di kisaran Rp 71.400 per kg, harga cabai merah keriting Rp 65.300 per kg. Sementara, untuk cabai merah besar Rp 65.900 per kg.

Sebelumnya, harga cabai dan bawang merah sejak musim Ramadhan terus melonjak. Namun pemerintah tetap menahan keran impor untuk stabilisasi harganya.

Lebih lanjut, tak hanya komoditas cabai saja yang harganya turun, ada komoditas bawang merah yang harganya turun tipis yaitu Rp 39.200 per kg dari sebelumnya Rp 39.400 per kg. Untuk harga bawang putih juga mengalami penurunan sebesar Rp 100, dari sebelumnya Rp 26.800 per kg menjadi Rp 26.700 per kg. 

Sedangkan, komoditas telur ayam ras mengalami kenaikan menjadi Rp 30.800 per kg dari sebelumnya Rp 30.500 per kg. Disusul harga daging sapi paha belakang juga naik menjadi Rp 135.600 per kg dari sebelumnya Rp 135.400 per kg. Selanjutnya, haging Ayam Ras juga naik dari sebelumnya Rp 34.300 menjadi Rp 34.500 per kg.

Komoditas yang naik lainnya ada beras premium Rp 12.600 per kg dari sebelumnya Rp 12.500 per kg. Sementara, harga beras medium stabil di kisaran Rp 10.500 per kg, gula pasir Rp 14.400 per kg.

Namun untuk komoditas minyak goreng kemasan sederhana turun menjadi Rp 17.900 per liter dari sebelumnya Rp 18.000 per liter, dan harga minyak goreng curah Rp 14.000 per liter dari sebelumnya Rp 14.100 per liter. Lalu harga kedelai impor juga stabil di kisaran Rp 14.200 per kg, tepung terigu Rp 12.300 per kg. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penurunan Harga Cabai dan Bawang Sumbang Deflasi 0,14 Persen pada Minggu ke-3 Agustus 2022

FOTO: Harga Cabai Terus Merangkak Naik
Perbesar
Wahyuning (kanan) melayani pembeli kebutuhan pokok dagangannya di Pasar Pondok Labu, Jakarta, Rabu, (8/6/2022). Wahyuning menjelaskan harga cabai merah tembus Rp 80.000 per kilogram dari yang sebelumnya Rp 40.000, diikuti cabai rawit dan bawang merah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, tingkat infllasi yang melambung hingga Juli 2022 mulai tereduksi pada Agustus 2022 ini. Indikatornya, penurunan harga sejumlah komoditas seperti produk cabai dan bawang menunjukan angka deflasi.

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Agustus 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu ketiga ​Agustus 2022 diperkirakan mengalami deflasi sebesar 0,14 persen (mtm)," terang Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Erwin memaparkan, komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022 sampai dengan pekan ketiga yakni bawang merah sebesar -0,16 persen secara bulanan (mtm), cabai merah sebesar -0,11 persen (mtm), minyak goreng sebesar -0,07 persen (mtm), cabai rawit sebesar -0,06 persen (mtm),

Selanjutnya, daging ayam ras sebesar -0,05 persen (mtm), tarif angkutan udara sebesar -0,03 persen (mtm), tomat sebesar -0,02 persen (mtm), serta bayam dan jeruk masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami inflasi pada periode pekan ketiga Agustus 2022. Antaraain, Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,08 persen (mtm), rokok kretek filter sebesar 0,03 persen (mtm), telur ayam ras, air kemasan dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," ujar Erwin.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Harga Pangan Stabil, Menko Airlangga Optimistis Inflasi Terkendali

Warga memilih harga cabai merah keriting di pasar tradisional.
Perbesar
Warga memilih harga cabai merah keriting di pasar tradisional. (Liputan6.com/M Syukur)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, harga pangan sudah tidak melambung tinggi. Harga beras, bawang, cabai telah mengalami penurunan dan saat ini cukup stabil.

“Harga beras itu juga rata-rata masih kuat sekitar Rp10 ribu, daging sapi dan daging ayam pun sudah turun harganya. Demikian pula terkait dengan gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai merah, itu seluruhnya turun,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Jumat (19/8/2022).

Harga volatile food saat ini sudah relatif terkendali dibandingkan saat Lebaran 2022 kemarin. Harga pangan melambung saat Lebaran lalu karena kenaikan permintaan.

Airlangga juga menyampaikan, inflasi pada Juli 2022 berada di angka 4,94 persen. Tingkat inflasi ini dipengaruhi oleh faktor harga komoditas global dan tekanan inflasi yang terjadi di beberapa daerah.

“Inflasi kita 4,94 persen di bulan Juli 2022. Inflasi di paruh waktu 2022 faktornya selain komoditas global juga cuaca kemudian juga terkait dengan tekanan inflasi oleh beberapa daerah dan juga terkait dengan produksi,” ujarnya.


Partisipasi Pemda

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengecek lonjakan harga cabai di Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng.(Istimewa)
Perbesar
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengecek lonjakan harga cabai di Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng.(Istimewa)

Secara spasial, terdapat 30 provinsi yang realisasi inflasinya di atas nasional. Airlangga pun meminta seluruh kepala daerah beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga tingkat inflasi di daerahnya.

“Para gubernur untuk ikut menjaga (inflasi) dan melalui TPID agar melakukan ekstra effort agar stabilisasi harga dapat dijaga,” ujarnya.

Airlangga mengungkapkan, partisipasi pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat TPID saat ini mencapai 78 persen, meningkat dari partisipasi tahun lalu yang sebesar 71 persen.

“Ada beberapa daerah yang berprestasi, tentu diharapkan dapat diberikan fasilitas dan tambahan tentunya insentif dari Ibu Menteri Keuangan,” imbuhnya. 

Infografis Harga Cabai
Perbesar
Di balik harga cabai Jakarta yang melambung (liputan6.com/Deisy)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya