Hindari Krisis Energi, PGN Komitmen Jaga Pasokan Gas Bumi

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 19 Agu 2022, 11:14 WIB
Diperbarui 19 Agu 2022, 11:14 WIB
20160921-Pekerja Jaringan Pipa Gas PGN-Jakarta- Helmi Afandi
Perbesar
Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta, Rabu (21/9/2016). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah negara sedang melakukan langkah pengamanan pasokan energi seiring dengan kenaikan harga minyak, batu bara dan gas. Kondisi ini pun direspon PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Arcandra Tahar mengatakan, perang Rusia-Ukraina telah berdampak meluas, utamanya pada masalah pangan dan energi. Di Eropa, harga energi semakin tinggi lantaran sejumlah negara lebih fokus mengembangkan energi baru terbarukan (renewable energy) dan membatasi eksplorasi industri migas.

"Tantangan dunia hari ini adalah keterbatasan sumber energi akibat adanya perang dan pemulihan ekonomi yang positif akibat pandemi Covid-19. Banyak negara di Eropa yang mengalami krisis energi mulai kembali melakukan eksplorasi terhadap energi fosil yang sebelumnya mereka abaikan," kata Arcandra di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Arcandra melanjutkan, sejumlah negara di Eropa diketahui telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat kembali pasokan energinya. Apalagi perang Rusia-Ukraina belum diketahui dengan pasti kapan akan berakhir.

Contohnya, Norwegia yang sebelumnya berusaha memangkas produksi migas dari 4 juta barel per hari menjadi 1 juta barel per hari pada 2050, saat ini justru menawarkan blok-blok migas baru.

"Strategi-strategi yang dilakukan Eropa itu tentunya bisa menjadi insight bagi kita dalam pengelolaan energi ke depan. Termasuk mendorong peran strategis PGN sebagai Subholding Gas untuk berperan semakin besar dalam pemenuhan gas bumi bagi sektor-sektor strategis di dalam negeri,” paparnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jaga Pasokan Dalam Negeri

PGN
Perbesar
Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memeriksa meteran jaringan gas bumi di perumahan warga di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12). Pemerintah melalui PGN memberi tambahan 5.120 jargas pada tahun 2018. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Menurut dia, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berupaya menjaga pasokan gas bumi di dalam negeri untuk menghindari Indonesia dilanda krisis energi.

Dalam upaya mendukung program RDMP kilang RU V Balikpapan sebagai Proyek Stretegis Nasional, PGN sedang membangun pipa gas Senipah ke Kilang RU V Balikpapan sepanjang 78 KM dengan kapasitas alir 125 MMSCFD. Pembangunan proyek ini sudah dimulai sejak April 2022.

PGN juga mewujudkan investasi strategis yang mengedepankan efisiensi dan sinergi dalam holding migas, seperti pada pembangunan Pipa Minyak Rokan.

Pipa transmisi minyak sepanjang 342 Km ini akan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan lifting dari Blok Rokan. Dengan kapasitas alir 143.000 – 362.000 BOPD, pengaliran di semua segmen diharapkan dapat direalisasikan pada triwulan IV 2022.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Kebutuhan Rumah Tangga

20160921-Pekerja Jaringan Pipa Gas PGN-Jakarta- Helmi Afandi
Perbesar
Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta, Rabu (21/9/2016). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Penggunaan gas bumi di sektor strategis juga menyasar untuk kebutuhan rumah tangga. Pembangunan jargas dengan skema investasi internal jargas Gaskita, ditujukan untuk mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai pengganti LPG, sehingga akan mengurangi impor LPA dan memperbaiki defisit nerasa migas.

"Berdasarkan data penggunaan gas bumi pada 650 ribu sambungan rumah tangga di tahun 2021, dapat dilakukan efisiensi energi sebesar Rp 1,78 triliun. Komitmen kami adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi, sehingga efisiensi dapat juga dinikmati lebih banyak UMKM, komersial, dan industri, khususnya di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” pungkas Arcandra.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya