Perusahaan Malaysia Kembangkan Industri Kenaf di Aceh

Oleh Arief Rahman Hakim pada 18 Agu 2022, 21:20 WIB
Diperbarui 18 Agu 2022, 21:20 WIB
Perusahaan Malaysia Kenaf Venture Global (KVG) menandatangani MoU dengan Pemerintahan Aceh untuk perluasan industri pengembangan benih di Aceh. (Dok KVG)
Perbesar
Perusahaan Malaysia Kenaf Venture Global (KVG) menandatangani MoU dengan Pemerintahan Aceh untuk perluasan industri pengembangan benih di Aceh. (Dok KVG)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Malaysia Kenaf Venture Global (KVG) menandatangani MoU dengan PT Kenaf Diwana Sanjaya dan Pemerintahan Aceh. MoU ini untuk perluasan industri kenaf dalam hal teknologi, penelitian, dan pengembangan benih kenaf di Aceh.

Plt. Asisten Perekenomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi menjelaskan, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif di bidang ekonomi, masyarakat, dan lingkungan. Pada bidang ekonomi, diharapkan jalinan kerja sama KVG dan Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal ini sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang sedang menggiatkan investasi dari luar dalam rangka mendorong perekonomian yang sempat melambat akibat pandemi Covid-19.

“Pemerintah Aceh mendukung KVG dalam ekspansi industri kenaf di Aceh, khususnya di bidang riset dan pengembangan. Kami sangat menghargai kerja sama ini dan berharap semoga dengan masuknya KVG ke Aceh, akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh." kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (18/8/2022).

Kemudian dampak positif untuk masyarakat, kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Hal ini akan memengaruhi kinerja ekonomi daerah dan mempertinggi daya beli masyarakat, serta menekan angka kemiskinan.

Lalu di bidang lingkungan, kerja sama ini diharapkan dapat menjaga kesehatan lingkungan dan akan mampu membantu menekan emisi karbon dunia, yang sejalan dengan agenda pertemuan G20 untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Inisiatif pengembangan bisnis kenaf ini juga menjadi faktor pendorong menuju konsep hijau dan berkelanjutan sesuai dengan arahan “UN Habitat”.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Manfaat Kenaf

Perusahaan Malaysia Kenaf Venture Global (KVG) menandatangani MoU dengan Pemerintahan Aceh untuk perluasan industri pengembangan benih di Aceh. (Dok KVG)
Perbesar
Perusahaan Malaysia Kenaf Venture Global (KVG) menandatangani MoU dengan Pemerintahan Aceh untuk perluasan industri pengembangan benih di Aceh. (Dok KVG)

Pada pertemuan G20, degradasi lahan terkait perusakan mangrove dan lahan gambut serta keanekaragaman hayati menjadi isu yang diperdalam. Lahan gambut yang selama ini dikenal sebagai lahan yang tidak subur, namun memiliki fungsi penting bagi kelestarian lingkungan, merupakan penyimpan karbon terbesar kedua setelah hutan tropis.

Kenaf diharapkan dapat menjadi komoditas alternatif untuk menjawab mengatasi degradasi lahan. Kenaf (Hibiscus Cannabinus) yang juga dikenal dengan nama Yute Jawa, adalah tumbuhan kategori serat panjang, yang dapat tumbuh dengan baik di beragam jenis tanah, mulai dari tanah gambut organik hingga tanah gurun berpasir.

Tumbuhan ini pun dapat tumbuh di tanah yang telah terkena banjr, kesuburan rendah, dan jangkauan pH yang luas serta toleransi terhadap kekeringan. Kenaf dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karung goni, karpet, geotekstil, dan kerajinan.

Dalam perjalanannya, KVG berkomitmen untuk mendorong konsep kehidupan yang berkelanjutan (sustainability) melalui budidaya kenaf, dengan dukungan mitra yang dapat dipercaya. KVG pun secara progresif memberdayakan industri kenaf di tingkat lokal dan internasional dalam rangka mengangkat sektor sosial ekonomi dan memulihkan alam untuk kepentingan generasi selanjutnya.

Dalam upaya memaksimalkan potensi bisnis, KVG dan grup perusahaannya berkomitmen untuk membuka potensi dan peluang dari hasil panen, serta membuka potensi penuh kenaf dengan inovasi teknologi.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tingkatkan Teknologi Pertanian

CEO KVG Group Jazman Shahar Abdollah mengatakan KVG bertekad menjadi yang terdepan dalam kemajuan teknologi yang terkait industri kenaf, serta bergerak menuju IR 4.0. Hal ini untuk memastikan bahwa produksi dapat dilakukan lebih efisien dan sejalan dengan industri manufaktur global.

"Intinya, kami bertekad untuk mencapai tujuan yang telah kami ajukan yaitu ekspansi di Indonesia dan mengaktifkan kemajuan teknologi, yang berkaitan dengan pengembangan kenaf, karena KVG juga bertujuan untuk membawa pertanian ke tingkat lebih tinggi melalui penggunaan teknologi terbaru,” papar Jazman.

Kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan dan penerapan kenaf di berbagai sektor, yaitu otomotif, kertas, bangunan, konstruksi, dan sebagainya. Manfaat penting lainnya dari kenaf adalah kemampuannya dalam mengisolasi panas dan ini telah membuat kenaf tersedia sebagai isolator termal dalam produk otomotif dan sebagai bahan bangunan, menggantikan bahan yang tidak dapat diperbarui. 

“KVG mengutamakan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan inovasi untuk menuju Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 4.0. Integrasi pendekatan dan teknologi holistik berkelanjutan dalam operasi KVG adalah salah satu inisiatif untuk memastikan relevansi pertanian dalam kaitannya dengan sektor lain dan dalam jangka panjang.”

 


Bantu Pertumbuhan Ekonomi

CEO PT Kenaf Diwana Sanjaya Ikhsan menuturkan, Kenaf Diwana yakin kerja sama ini akan meningkatkan kualitas industri kenaf di Indonesia. Kenaf Diwana Sanjaya pun memiliki visi dan misi yang sama dengan KVG dalam pengembangan industri kenaf.

Tahun 2022 ini, KVG akan fokus mengembangkan bisnis kenaf di Indonesia dan Asia Tenggara, sebagai batu loncatan. Perusahaan ini juga memiliki rencana untuk berkontribusi dan mendukung pertumbuhan sosial ekonomi di Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya