2 Masalah Utama UMKM untuk Berkembang, Permodalan dan Pendapatan

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 16 Agu 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 20:00 WIB
UMKM Diajak Manfaatkan Fasilitas GSP Ekspor Produk ke AS
Perbesar
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Digital Economy Researcher di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan, pengembangan UMKM di Indonesia masih sangat terbatas. Hal ini karena adanya beberapa masalah yang membebani. 

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 mengungkapkan bahwa 31,48 persen UMKM di Indonesia mengatakan bahwa permodalan menjadi masalah utama pengembangan bisnis.

"Permodalan untuk UMKM lebih banyak dikeluarkan dari kantong sendiri (25 juta UMKM) dibandingkan dari pinjaman bank atau nonbank," kata Nailul Huda pada Selasa (16/8/2022).

"Ketika pinjaman tidak masuk, maka pilihan (permodalan) berikutnya adalah pinjaman perorangan bisa dari rentenir atau keluarga," lanjut Nailul.

Dia juga mengungkapkan, pendapatan UMKM relatif rendah.

"Pendapatan UMKM terendah terjadi pada jasa informasi dan komunikasi, salah satunya penjual pulsa yang hanya meraih pendapatan Rp 918 ribu per bulan," ungkap Nailul.

Dalam pidato Nota keuangan 2023 di Gedung DPR/MPR RI pada Selasa (16/8/2022), Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta perusahaan decacorn maupun unicorn untuk membantu sebanyak mungkin pelaku UMKM memasuki ekonomi digital atau go digital.

Hal ini demi mendorong UMKM domestik segera naik kelas.

"UMKM harus terus didukung agar bisa segera naik kelas," ujarnya dalam pembukaan sidang tahunan MPR RI di Jakarta.

Jokowi menyampaikan, digitalisasi telah terbukti efektif mendorong UMKM maupun perusahaan rintisan naik kelas. Dia mencatat, digitalisasi ekonomi di Tanah Air telah melahirkan dua decacorn dan sembilan unicorn.

Presiden mencatat, 19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital dan ditargetkan sebesar 30 juta UMKM akan masuk ekosistem digital pada tahun 2024.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bawa 30 Juta UMKM Go Digital, Jokowi Minta Decacorn dan Unicorn Turun Tangan

UMKM Diajak Manfaatkan Fasilitas GSP Ekspor Produk ke AS
Perbesar
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta perusahaan decacorn maupun unicorn untuk membantu sebanyak mungkin pelaku UMKM memasuki ekonomi digital atau go digital. Hal ini demi mendorong UMKM domestik segera naik kelas.

Diketahui, istilah decacorn merupakan perusahaan yang mempunyai nilai valuasi 10 kali lipat dari unicorn atau sebesar USD 10 miliar. Sedangkan, unicorn merupakan status untuk perusahaan rintisan dengan nilai kapitalisasi lebih dari USD 1 miliar.

"UMKM harus terus didukung agar bisa segera naik kelas," ujarnya dalam pembukaan sidang tahunan MPR RI di Jakarta, Selasa (16/8).

Jokowi menyampaikan, digitalisasi telah terbukti efektif mendorong UMKM maupun perusahaan rintisan naik kelas. Dia mencatat, digitalisasi ekonomi di Tanah Air telah melahirkan dua decacorn dan sembilan unicorn.

Jokowi mencatat, 19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital dan ditargetkan sebesar 30 juta UMKM akan masuk ekosistem digital pada tahun 2024.

Untuk itu, pemerintah terus menggulirkan berbagai bantuan pendanaan murah. Kemudian, penayangan produk UMKM di E-katalog pemerintah diharapkan akan menyerap produk UMKM.

"Di saat yang sama, kewajiban APBN, APBD, dan BUMN untuk membeli produk dalam negeri juga akan terus didisiplinkan," tutupnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Infografis Ragam Tanggapan Ancaman Ekonomi Global Akan Ambruk. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Ancaman Ekonomi Global Akan Ambruk. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya