Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi Ingatkan 107 Negara Terkena Krisis dan 45 Juta Jiwa Terancam Lapar

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 16 Agu 2022, 12:28 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 12:28 WIB
Ilustrasi Krisis Ekonomi.Dok Unsplash
Perbesar
Ilustrasi Krisis Ekonomi.Dok Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jika kondisi dunia sedang tidak stabil. Hampir seluruh negara di dunia kini sedang menghadapi tantangan tidak mudah.

Terutama akibat dampak pandemi Covid-18, dimana banyak negara belum sepenuhnya pulih dari krisis.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

"Perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR & DPD RI, Selasa (16/8/2022).
 
Imbasnya, banyak negara kini harus berjibaku dengan urusan kemiskinan dan kelaparan. Jumlah warga dunia yang terancam jatuh ke lubang tersebut diprediksi mencapai ratusan juta jiwa.
 
"Sebanyak 107 negara terdampak krisis, sebagian di antaranya diperkirakan jatuh bangkrut. Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan," papar dia. 
 
Menurut Jokowi, ujian tersebut tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta semua harus dihadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan.
 
"Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini," imbuh Jokowi.
 
"Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan 432 juta dosis vaksin telah disuntikkan," beber dia. 
 
 
 
 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya