Top 3 : Utang Luar Negeri Indonesia Turun

Oleh Arief Rahman Hakim pada 16 Agu 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 06:30 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2022 menurun USD 9,6 miliar, atau setara Rp 141,12 triliun (kurs Rp 14.700 per dolar AS).

Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi Utang Luar Negeri sektor publik yaitu pemerintah dan bank sentral, serta sektor swasta.

Secara tahunan, ULN Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 8,6 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 3,4 persen (yoy)," ungkapnya.

Artikel mengenai penurunan utang luar negeri Indonesia ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpoopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa 16 Agustus 2022:

1. Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp 5.924 triliun di akhir Kuartal II 2022

Bank Indonesia (BI) mencatat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2022 menurun USD 9,6 miliar, atau setara Rp 141,12 triliun (kurs Rp 14.700 per dolar AS).

Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir kuartal II 2022 tercatat sebesar USD 403 miliar atau Rp 5.924 triliun, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan sebelumnya sebesar USD 412,6 miliar atau Rp 6.065 triliun.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi Utang Luar Negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan sektor swasta," terang Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Polri Tindak 49 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pertamina Beri Apresiasi

Harga BBM nonsubsidi
Perbesar
Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) secara berkala melakukan penyesuaian harga BBM di 3 produk.

PT Pertamina Patra Niaga, mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah melakukan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini menjadi sangat penting karena dalam BBM bersubsidi ini terdapat anggaran negara.

“Anggaran subsidi di tahun 2022 mencapai lebih dari 500 triliun, ada uang negara dan hak masyarakat yang berhak menikmati BBM dengan harga terjangkau pada BBM subsidi yang kami salurkan,” kata Alfian.

Simak artikel selengkapnya di sini

 


3. Sarinah Diserbu 6 Juta Pengunjung dalam 5 Bulan

Suasana Gedung Sarinah Pasca Renovasi
Perbesar
Seorang pria melintas di depan Gedung Sarinah pascarenovasi di Jakarta, Minggu (20/2/2022). Pusat perbelanjaan atau mal tertua di Indonesia itu akan dibuka untuk umum mulai 21 Maret 2022. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut mall Sarinah telah dikunjungi 6 juta pengunjung hanya dalam waktu lima bulan setelah pembukaan. Diperkirakan ada 41 ribu pengunjung datang setiap harinya.

"Selama 5 bulan pembukaan (Sarina) ini sudah hampir 6 juta (orang berkunjung)," kata Erick Thohir di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (15/8).

Erick bercerita saat dia pertama kali ingin membangun Sarinah, tetapi banyak pihak yang tidak percaya. Bahkan dia sampai harus memohon untuk menghidupkan kembali Sarinah. Padahal kata Erick, Sarinah merupakan mall ritel modern pertama yang dibangun pada era 1960-an.

Simak artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya