Demi Swasembada Pangan, Jokowi Pamer Proyek Bendungan hingga Irigasi

Oleh Liputan6.com pada 14 Agu 2022, 15:45 WIB
Diperbarui 14 Agu 2022, 15:49 WIB
Jokowi menanam padi di Trenggalek. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Jokowi menanam padi di Trenggalek. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRR) sebagai pengakuan atas sistem pertanian-pangan yang tangguh dan swasembada beras tahun 2019-2021 melalui penggunaan teknologi inovasi padi.

Atas penghargaan tersebut, Presiden Joko Widodo membeberkan berbagai upaya yang ditempuh untuk memberikan dukungan kepada sektor pertanian. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang dilakukan sejak tahun 2015.

"Kita telah membangun banyak bendungan, embung dan jaringan irigasi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8/2022).

Sejak tahun 2015, Jokowi menyebut sudah ada 29 bendungan besar yang diresmikan. Tahun ini jumlah bendungan yang dibangun pun akan bertambah menjadi 38 bendungan.

"Seingat saya sampai hari ini telah diresmikan 29 bendungan besar dan tahun ini akan selesai lagi totalnya 38 bendungan," kata dia.

Jumlah bendungan yang dibangun juga akan terus bertambah hingga masa jabatannya habis di tahun 2024. Jokowi menargetkan 61 bendungan rampung dibangun setelah dirinya tak lagi menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Sampai 2024 kurang lebih 61 bendungan (terbangun)," kata dia.

Tak hanya bendungan, Jokowi juga ingin menutup masa jabatannya dengan membangun 4.500 embung di seluruh Tanah Air.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jaringan Irigasi

Presiden Jokowi meninjau lokasi program Padat Karya Tunai irigasi kecil di Sumbawa. (Foto: Kementerian PUPR)
Perbesar
Presiden Jokowi meninjau lokasi program Padat Karya Tunai irigasi kecil di Sumbawa. (Foto: Kementerian PUPR)

Selain itu, Jokowi menyebut sejak tahun 2015, pemerintah juga membangun jaringan irigasi. Dalam 7 tahun, sudah terbangun 1,1 juta jaringan irigasi.

"1,1 juta jaringan irigasi yang telah kita bangun selama 7 tahun ini," kata dia.

Dukungan sektor pertanian juga diberikan dalam bentuk lain. Mulai dari pemanfaatan varietas-varietas unggul tanaman padi hingga intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.

"Semua itu memberikan sebuah hasil peningkatan produksi yang kita lihat sekarang ini," kata dia.

Sehingga dalam 3 tahun berturut-turut, jumlah produksi beras nasional telah mencapai 31,3 juta ton. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras di bulan April telah mencapai 10,2 juta ton.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Ucapan Terimakasih

Lewat Padat Karya Tunai, Jokowi Berharap Daya Beli Masyarakat Meningkat
Perbesar
Presiden Jokowi bersama rombongan melihat alat pengolah padi saat meninjau irigasi di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (14/2). (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun mengucapkan terima kasih kepada FAO dan IRRI yang telah memberikan dukungannya kepada Indonesia.

"Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada IRRI dan FAO yang memberikan dukungan kepada Indonesia dalam berproduksi selama ini," pungkasnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya