Top 3: Harga BBM Pertamax Siap-Siap Naik

Oleh Arief Rahman Hakim pada 13 Agu 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 08:00 WIB
Harga Pertamax Naik
Perbesar
Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (2/7). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex mulai dari Rp500 hingga Rp900 per liter mulai 1 Juli 2018. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah mempertimbangkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Alasannya, harga yang dijual Pertamina saat ini masih memiliki selisih yang besar dari nilai keekonomian BBM di tingkat global.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menyampaikan, harga keekonomian (Pertamax) sekarang sekitar Rp 17.000, tapi sekarang kan masih Rp 12.000. dengan demikian masih split Rp 5.000.

Informasi mengenai rencana kenaikan harga BBM jenis Pertamax ini menjadi berita yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada sejumlah berita lai yang tak kelah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak di baca di kanal Bisnis Liputan6.com, Sabtu (13/8/2022):

1. Siap-Siap, Harga BBM Pertamax Bakal Naik

Pemerintah tengah mempertimbangkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Alasannya, harga yang dijual Pertamina saat ini masih memiliki selisih yang besar dari nilai keekonomian BBM di tingkat global.

"Harga keekonomian (Pertamax) sekarang sekitar Rp 17.000, tapi sekarang kan masih Rp 12.000, jadi kita masih split Rp 5.000," kata Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, di kantor Kementerian Investasi, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2022).

Enam+08:01Liputan6 Update: Harga Mi Instan Dikabarkan Bakal Naik 3 Kali Lipat Rentang harga tersebut, kata Bahlil, saat ini menjadi beban subsidi dan kompensasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN). Namun di sisi lain, dia memahami kebijakan pemerintah berbeda dengan negara lain yang tidak mengatur penjualan harga BBM-nya.

Kata Bahlil, jika dilakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax ini bisa mengurangi beban subsidi dan kompensasi pemerintah. Di sisi lain, pemerintah tetap juga memberikan subsidi pada jenis BBM lainnya demi memberikan keberpihakan kepada masyarakat menengah ke bawah.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Hasil Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 40 Diumumkan, Cek di prakerja.go.id

Ilustrasi Kartu Prakerja.
Perbesar
Ilustrasi Kartu Prakerja.

Hasil seleksi Kartu Prakerja Gelombang 40 telah diumumkan pada Jumat (12/8/2022). Hal tersebut diumumkan melalui akun Instagram @prakerja.go.id. 

"Udah pengumuman nih Sob! Yuk coba cek SMS dan dashboard akun Kartu Prakerja kamu sekarang!," tulis keterangan dalam postingan tersebut, dikutip Jumat (12/8/2022).

Sebelumnya pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang ini dibuka pada Agustus, dan ditutup pada 10 Agustus 2022 pada pukul 23.59 WIB.Selain itu, peserta yang lolos dihimbau untuk segera menyambungkan rekening bank atau e-wallet untuk membeli pelatihan.

"Langsung sambungkan rekening bank atau e-wallet kamu ya buat beli pelatihan sekarang. Pilih pelatihan yang cocok sama tujuan kamu, jangan asal pilih ya supaya betul-betul bermanfaat," tulis Prakerja.

Baca artikel selengkapnya di sini


3. HEADLINE: Harga Mi Instan Naik 3 Kali Dampak Stok Gandum Dunia Menipis, Nyata atau Maya?

Harga Mie Instan Bakal Naik
Perbesar
Harga Mie Instan Bakal Naik

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan pernyataan yang menyedot perhatian. Menurutnya, harga mi instan di Indonesia akan naik 3 kali lipat dibanding harga normal. Kenaikannya bakal terjadi dalam waktu dekat ini.

Alasan kenaikan harga mi instan tersebut tidak lain karena perang Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut masuk dalam daftar 10 negara penghasil gandum terbesar di dunia.

Tercatat, Rusia berada di peringkat ketiga dengan menghasilkan atau memanen sekitar 1,2 miliar ton gandum di periode 2000 hingga 2020. Sedangkan Ukraina berada di peringkat 10 dengan memproduksi 433 juta ton gandum pada 2000-2020.

Menurut Syahrul, kondisi ini diperparah dengan tertahannya 180 juta ton gandum di Ukraina. Mereka tidak bisa melakukan ekspor karena tengah berkonflik.

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya