Top 3: Harus Ada Subsidi untuk Mi Instan

Oleh Arief Rahman Hakim pada 12 Agu 2022, 09:20 WIB
Diperbarui 12 Agu 2022, 09:20 WIB
Siap-Siap! Harga Mi Instan Bakal Naik
Perbesar
Aneka jenis mi instan ditampilkan dalam etalase di warung kopi (Warkop), Jakarta, Kamis (11/8/2022). Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina berdampak pada naiknya harga mi instan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyiapkan subsidi untuk mi instan.

Hal ini menanggapi pernyataan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkap harga mie instan akan meningkat 3 kali lipat dalam waktu dekat.

Mengacu data badan Pusat Statistik (BPS), mi instan adalah komoditas pangan yang riil dikonsumsi oleh 20 persen penduduk yang berada di atas garis kemiskinan sementara.

Artikel mengenai subsidi untuk mi instan ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 12 Agustus 2022:

1. Anggota DPR Minta Sri Mulyani Beri Subsidi Mi Instan

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyiapkan subsidi untuk mi instan. Menyusul adanya kekhawatiran akibat dari kenaikan harga beberapa waktu terakhir.

Kamrussamad memandang, kenaikan harga mi instan yang terjadi bisa berimbas pada daya beli masyarakat. Menurutnya, ada sejumlah kelompok rentan yang mengonsumsi mi instan.

"Di awal tahun, per bungkus mie instan harganya Rp 2.400. Sekarang di Juli mencapai Rp 2.700. Jadi kenaikan ini tentu akan mengurangi daya beli masyarakat," kata dia.

Simak berita selengkapnya di sini

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Sri Mulyani Banggakan Ekonomi Indonesia, Lebih Baik dari China hingga Italia

Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa di tengah memburuknya perekonomian global, Indonesia justru berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi 5,44 persen per kuartal II 2022.

"Di tengah cuaca dan suasana serba cerita dunia yang tidak baik ini, perekonomian Indonesia pada kuartal II menunjukkan kinerja yang sangat impresive," kata Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTa.

Sri Mulyani menyebut, banyak negara di kuartal II sudah mulai mengalami koreksi ke bawah. Ada Italia yang kuartal II nya hanya tumbuh 4,2 persen. Itu menurun tajam dari kuartal I yang tumbuh 6,2 persen.

Simak berita selengkapnya di sini

 


3. Tender Rampung Agustus, Pembangunan IKN Nusantara Dimulai September 2022

Saat Jokowi Berkemah di Sekitar Titik Nol IKN
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di depan tenda saat bermalam di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022). (FOTO: Setpres/Agus Suparto)

Pembangunan ibu kota negara baru atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur akan segera dimulai pada September 2022 mendatang. Ini dilakukan pasca Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memasukan anggaran IKN ke daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kementerian PUPR sebelumnya telah mengusulkan anggaran pembangunan IKN pada 2022 ini kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 5,4 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran tersebut bakal cair setelah Kementerian PUPR menetapkan pemenang tender untuk sejumlah proyek pada Agustus 2022 ini.

Simak berita selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya