Ajak Pemuda Wujudkan Indonesia Emas, Kemenkeu Gelar Road to MOFEST 2022 di Badung Bali

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 11 Agu 2022, 22:25 WIB
Diperbarui 11 Agu 2022, 22:25 WIB
Keindahan Pantai Kelan di Samping Bandara Ngurah Rai
Perbesar
Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Kelan dengan latar belakang pesawat yang mendarat di Tuban, Badung, Denpasar, Kamis (5/5/20222). Kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) ke Pulau Bali, saat libur Lebaran Idul Fitri tahun 2022 terus meningkat. Per hari kedatangan wisdom rata-rata 40 ribu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sukses menggelar kegiatan Road to Ministry of Finance (MOFEST) 2022 di Kota Bandung dan Malang, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menyelenggarakan Road to MOFEST yang ketiga dari rencana empat kota penyelenggaran, yakni bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kemenkeu Rahayu Puspasari menyampaikan, dalam event kali ini Kementerian Keuangan ingin merangkul generasi muda melalui pembentukan Komunitas uang kita (Komunita).

"Generasi Muda agar sama-sama mempersiapkan masa depan, mengawal keuangan bersama-sama dan menjadikan kita sebagai satu kesatuan yang terkoneksi untuk sama-sama maju dan membangun Indonesia di jalurnya masing-masing, tetapi ditemukan di titik yang sama untuk peduli terhadap uang kita," ungkapnya, Kamis (11/8/2022).

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Made Arya Wijaya, turut menyampaikan materi mengenai The Spirit Indonesia 2045. Made mengatakan mengenai bonus demografi Indonesia kepada generasi muda.

Berdasarkan sensus penduduk 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia per t2020 sebanyak 270,20 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 70,72 persen dari populasi Indonesiamemiliki bonus demografi. Bonus demografi ini berperan vital dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045.

"Kita dari Kemenkeu berharap generasi muda dapat memiliki pemahaman yang lebih baik. Khusunya bagaimana peran dari keuangan negara, peran kemenkeu di dalam mendukung seluruh program-program pemerintah, dan juga di dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang tentunya akan berkaitan langsung dengan para generasi muda," bebernya.

Made juga menambahkan harapan, ke depan ketika sudah memahami dan mengikuti kegiatan ini tentunya akan tergugah dan segera bergabung ke dalam komunitas yang dibangun oleh Kemenkeu, yakni Komunita.

"Jadi uang kita esensinya adalah uang ktia bersama yang dikelola sebagai keuangan negara khususnya di dalam APBN Kita. Jadi mari kita mengajak kalangan generasi muda ini lebih peduli, lebih memahami dan juga ikut mengawasi," tuturnya.

Untuk diketahui, MOFEST adalah festival yang memfasilitasi generasi muda untuk mengembangkan diri, memahami potensi ekonomi Indonesia, serta berkontribusi dalam memajukan Negeri. Aset terbaik suatu bangsa adalah Sumber Daya Manusianya.

Indonesia memiliki bonus demografi yakni populasi penduduk usia produktif yang akan menjadi penopang keberhasilan ekonomi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Menuju Negara Maju di 2045, Pertumbuhan Ekonomi RI Wajib 6 Persen per Tahun

FOTO: Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perbesar
Pemandangan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (5/4/2022). Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 5,1 persen pada April 2022, dari perkiraan sebelumnya 5,2 persen pada Oktober 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Indonesia di tahun 2045 memiliki target yaitu menjadi negara maju. Pada saat itu Indonesia genap berusia 100 tahun dan inilah menjadi generasi emas 2045.

Oleh karena itu ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi untuk mendorong Indonesia lepas dari middle income trap sebelum 2045.

Untuk mencapai target tersebut pertumbuhan ekonomi per tahun harus bisa mencapai 6 persen.

“Kita harus kerja extra dan itulah Pak Presiden (Joko Widodo) kita perlu melakukan rebound transformasi ekonomi yaitu ekonomi hijau,” Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Medrilzam, Selasa (9/8).

Dia menjelaskan untuk rencana strategis transformasi ekonomi yaitu dengan sumber daya manusia berdaya saing, produktivitas sektor ekonomi, transformasi digital, integrasi ekonomi domestic pemindahan IKN, dan ekonomi hijau.

“Salah satu strategi transformasi ekonomi adalah melalui ekonomi hijau dengan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim,” terangnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Menuju Masa Depan Ekonomi Hijau

Medrilzam menerangkan untuk menuju masa depan ekonomi hijau diperlukan peran pengukuran capaian ekonomi hijau. Indeks ekonomi hijau dapat digunakan untuk menilai interaksi sosial, ekonomi, lingkungan dalam lingkup ekonomi hijau dan mengidentifikasi potensi risiko dan peluang untuk merancang kebijakan ekonomi hijau yang lebih baik kedepannya.

“Ada 15 indikator yang kami gunakan untuk mengukur performa ekonomi hijau di Indonesia. Kita coba kembangkan indikator-indikator ini sudah digunakan oleh global dan kita saringkan kita ambil indikator yang tetap relevan sesuai di Indonesia,” ungkapnya.

Dari 15 indikator tersebut terpilih yang mewakili 3 pilar sustainable development yakni ekonomi, sosial dan lingkungan. Skor pilar dari tahun 2011-2020 untuk pilar sosial secara keseluruhan menunjukkan peningkatan selama 10 tahun terakhir.

Pilar ekonomi sebagian besar memiliki skor yang baik dengan intensitas energi menunjukan kinerja paling progresif selama 2011-2020.

“Pilar lingkungan meskipun tren di lima tahun awal kurang baik. Namun mulai tahun 2015 dan seterusnya performa menunjukkan tren yang meningkat terutama karena tingginya pertumbuhan bauran energi baru dan terbarukan dan sampah terkelola,” tuturnya. 

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya