Kelemahan UMKM RI: Sulit Pisahkan Uang Hasil Usaha dengan Duit Pribadi

Oleh Liputan6.com pada 11 Agu 2022, 20:20 WIB
Diperbarui 11 Agu 2022, 20:20 WIB
Ilustrasi Bazar UMKM Banyuwangi (Istimewa)
Perbesar
Ilustrasi Bazar UMKM (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Pengelolaan keuangan masih menjadi kendala utama pelaku UMKM di negeri ini. Pangkal persoalannya adalah kemampuan memisahkan antara duit hasil usaha dengan keuangan pribadi.

Di atas kertas, usaha UMKM menghasilkan laba besar tapi uang riilnya seolah habis tak berbekas. Situasi ini membuat mereka sulit berkembang.

Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah menggunakan rekening pribadi untuk menerima pembayaran atau menampung hasil penjualan. Apalagi kalau usahanya dijalankan oleh lebih dari satu orang dan semua pemilik menggunakan rekening pribadi sebagai alat transaksi.

“Jadi, setiap malam, setelah tutup toko, mereka sibuk rekonsiliasi hasil penjualan. Ngecek satu persatu dan kemudian saling transfer untuk settlement. Benar-benar ruwet dan tidak efisien,” kata Head of Merchant GOTO Financial Novi Tanjung dikutip, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, Head of Merchant Business Bank Jago Vincent C. Soegianto menceritakan pengalaman lain UMKM yang pernah ia jumpai. Kebetulan jenis usahanya adalah jualan online dengan berbagai macam produk dagangan di sejumlah platform e-commerce.

Pelapak online ini berupaya disiplin dalam kelola uang hasil jualan dengan cara membuat banyak rekening bank yang disesuaikan dengan produk atau lapak berjualan.

“Maksud hati membuat pemisahan pencatatan keuangan, tapi yang terjadi si pelaku usaha malah memiliki banyak rekening bank. Padahal tiap rekening bank ada biaya administrasinya dan setiap transfer kena biaya. Lagipula, mengelola banyak rekening bank itu pada akhirnya menyulitkan,” katanya.

Novi dan Vincent pun sepakat pelaku UMKM terlalu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus keuangan. Padahal, idealnya, pemilik usaha bisa mengalokasikan sebagian besar waktunya untuk memikirkan strategi pengembangan usaha atau diversifikasi bisnis. Atau, mencari berbagai peluang bisnis atau membuat inovasi baru.

“Kalau persoalan mendasar ini (manajemen keuangan) bisa teratasi, kami percaya UMKM kita bisa naik kelas, naik level dan cepat bertumbuh,” kata Vincent.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ciptakan Terobosan

UMKM
Perbesar
Kisah Rosdiana Nainggolan dan Puji Hartono pelaku UMKM digital yang didukung program #TerusUsaha Grab Indonesia. Foto Ilustrasi: pexels.com/@thatguycraig000

Untuk memudahkan para pelaku usaha dalam mengelola keuangan, Bank Jago dan GoTo finansial menciptakan terobosan baru dalam bentuk sinergi aplikasi Bank Jago dan Gobiz.

Dalam kerja sama ini, Bank Jago dan GOTO Finansial meluncurkan layanan bernama Jago Merchant, yakni layanan keuangan yang ditujukan kepada pelaku usaha UMKM di Indonesia.

Jago Merchant akan memberikan layanan keuangan kepada jutaan mitra usaha bidang kuliner dari GoTo atau yang kerap disebut GoFood. Kerja sama ini melengkapi integrasi Jago dan Grup Goto, yang sebelumnya ditujukan kepada para pengguna atau user dari Gojek dan Gopay.

“Kami menawarkan aplikasi Jago yang dapat menjadi alat pendukung mereka dalam mengelola keuangan bisnisnya hanya dalam satu aplikasi. Harapannya, mereka akan semakin jago dalam mengelola keuangan serta mengembangkan usahanya,” tutur Vincent.

Vincent menjelaskan dalam kolaborasi dengan GoTo Financial, Aplikasi Jago akan tertanam dalam Gobiz, yang merupakan aplikasi dari para merchant GoFood. Bentuknya, para merchant GoFood dapat langsung membuka rekening Bank Jago melalui aplikasi Gobiz.

Setelah itu, Aplikasi Gobiz dan Aplikasi Jago dari para mitra usaha akan terhubung sehingga akan memudahkan untuk menarik saldo, mengatur keuangan melalui fitur Kantong Jago, hingga melakukan berbagai layanan perbankan lainnya.

Benefit bagi para merchant adalah bebas biaya administrasi, gratis tarik tunai di seluruh ATM, dan gratis transfer ke seluruh bank Indonesia. Dengan demikian, para merchant tidak perlu lagi memiliki banyak rekening bank untuk mengelola usahanya.

“Kenapa layanan ini hanya diberikan kepada Gobiz? Karena GoTo merupakan bagian dari ekosistem Jago, jadi kami mau para merchant Gobiz jadi lebih kompetitif,” ujar Vincent.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Mitra Usaha

Inspirasi Bisnis Online dari Rumah, Paling Dicari dan Gak Ada Matinya
Perbesar
Ilustrasi pelaku UMKM. (Shutterstock)

Grup GoTo saat ini memiliki 15,1 juta mitra usaha, yang terdiri dari mitra GoFood, mitra Tokopedia, dan mitra-mitra lainnya. GoTo juga salah satu pemegang saham terbesar di Bank Jago dengan kepemilikan 21,4%.

Selain benefit tersebut, ada benefit lain yang akan akan dirasakan oleh para merchant Gobiz bila menggunakan Bank Jago. Jika sebelumnya para mitra harus menunggu H+1 untuk mencairkan dana, dalam waktu dekat para mitra usaha dapat mencairkan hasil penjualan pada hari yang sama (Sameday payouts) berkat kerja sama yang terjalin antara Gobiz dengan Bank Jago.

"Bagi UMKM yang bergerak di bidang kuliner, fitur ini sangat ditunggu-tunggu. Sameday payouts menjadi sesuatu yang kritis. Coming soon fitur ini akan dirilis,” kata Vincent.

Tidak berhenti di sana, Bank Jago juga sudah ancang-ancang akan memberikan layanan pembiayaan kepada mitra Gobiz. Dengan data usaha yang lengkap, Bank Jago dan GoTo Financial dapat dengan mudah menyalurkan kredit dengan risiko yang rendah.

“Apakah kita akan berikan pinjaman? Pasti. Kalau tadinya bank cuma bisa kasih pinjaman jika ada financial statement tiga tahun ke belakang, kalau sekarang kita bisa lihat penjualan mereka per hari,” kata Vincent.

Sementara itu, Novi Tanjung menjelaskan merchant Gobiz tidak akan kesulitan membuka rekening Bank Jago secara online. Pasalnya, para merchant tersebut telah terbiasa menggunakan aplikasi online seperti Gobiz

“Jika sudah join tapi secara pengaturan keuangan mereka belum dapat, maka fitur Aplikasi Jago tidak akan bisa optimal dipakai. Onboarding Bank Jago akan dibuat semulus mungkin, sisanya fokus pada edukasi supaya fiturnya benar-benar bantu mereka,” ujarnya.

Andrew Wijaya, pemilik Inari Kitchen dan Mitra Usaha GoBiz, menyambut baik kerja sama aplikasi Jago dan GoBiz. Kolaborasi ini menambah manfaat yang sudah diperoleh dari GoBiz selama ini.

“Kantong Jago juga benar-benar membantu saya memisahkan keuangan resto & pribadi. Arus kas jadi jauh lebih jelas dan Bank Jago memberikan fasilitas perbankan online yang memudahkan saya untuk mengelola usaha secara lebih produktif.Fitur di dalamnya beragam, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Transfer ke bank lain pun gratis dan tidak ada minimal saldo yang harus ditinggalkan," tutup dia.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya