Kebakaran di Plaza Mandiri Padam, Operasional Bank Mandiri Berjalan Normal

Oleh Liputan6.com pada 11 Agu 2022, 10:55 WIB
Diperbarui 11 Agu 2022, 10:56 WIB
Mengintip Ruang Kerja Milenial di Plaza Mandiri
Perbesar
Suasana ruang kerja di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (26/10). Bank Mandiri memastikan kebakaran yang terjadi di Lantai 1, Plaza Mandiri, Jakarta Pusat telah terkendali. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bank Mandiri memastikan kebakaran yang terjadi di Lantai 1, Plaza Mandiri, Jakarta Pusat telah terkendali. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha juga menambahkan, insiden tersebut tidak mengganggu operasional dan saat ini kondisi telah berjalan normal.

"Kami memastikan kepulan asap akibat korsleting tersebut telah dapat terkendali dengan cepat berkat sistem hydrant gedung yang telah berfungsi dengan baik serta tim pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Jakarta Selatan yang bergerak cepat," ujar Rudi dalam keterangan resminya, Kamis (11/8).

Rudi menambahkan, kepulan asap tersebut disebabkan oleh terjadinya korsleting listrik dan langsung teratasi." Sejumlah peralatan atau fasilitas yang menjadi standar proteksi di Plaza Mandiri berjalan optimal," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bank Mandiri mengatakan pihaknya juga telah berkordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat, agar penanggulangan insiden tersebut dapat terkendali dengan aman.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bank Mandiri Tutup 40 Cabang hingga Semester I 2022

Bank Mandiri Eror
Perbesar
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Mal Pondok indah 2, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan perubahan drastis saldo di rekening yang mengalami pengurangan dan ada juga yang mengalami penambahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menutup 40 kantor cabang hingga paruh pertama 2022. Langkah itu menyusul rencana Bank Mandiri untuk mengimplementasikan smart branch guna akomodasi kebutuhan layanan digital perbankan.

"Sampai dengan semester I 2022, sekitar 40 cabang yang kami tutup. Ini akan berlanjut, bukan soal berapa yang akan ditutup tapi seberapa besar kebutuhan nasabah yang akan datang ke cabang," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dalam paparan kinerja perseroan, Kamis (28/7/2022).

Ia menambahkan, inisiatif smart branch saat ini belum didesain untuk mengurangi jumlah kantor cabang secara drastis.

Sementara perseroan mencermati tingginya transaksi yang menggunakan channel digital milik Bank Mandiri. Sehingga perseroan juga terus melakukan kajian apakah diperlukan langkah yang lebih signifikan, termasuk menjadi bank digital ke depannya.

"Sekarang posisinya kami terus mengkaji, apakah kami perlu untuk melakukan spin off. Tapi sampai dengan saat ini kami akan lebih mengoptimalkan efektivitas engine business kami, inisiatif smart branch. Besok kita akan launching sekitar 241 smart brancess,” imbuh dia.

Mandiri Smart Branch akan hadir dalam tiga tipe kantor cabang, antara lain Digital Box, Hybrid Branch, dan Upgrade Branch. Digital Box akan hadir untuk nasabah yang membutuhkan layanan perbankan secara cepat dan praktis serta ditempatkan di pusat aktivitas masyarakat.

Adapun, tipe Hybrid Branch dapat dimanfaatkan oleh nasabah yang membutuhkan layanan perbankan secara kompleks, tetapi terdigitalisasi. Sementara Upgrade Branch hadir bagi nasabah yang membutuhkan layanan perbankan, namun masih belum siap dengan perubahan digitalisasi.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Kinerja Semester I 2022

FOTO: Uang Beredar pada November 2020 Capai Rp 6.817,5 Triliun
Perbesar
Petugas menata tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (20/1/2021). BI mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020 dengan didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan kinerja perseroan untuk periode yang berakhir pada Juni 2022. Pada periode tersebut, perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp 20,2 triliun, tumbuh 61,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pada periode tersebut, perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7 persen yoy. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II 2022 menembus Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22 persen. Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia.

"Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global," ujar Darmawan dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal II 2022 di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya