Top 3: Mendag Sebut Harga Mi Instan Turun

Oleh Tira Santia pada 11 Agu 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 11 Agu 2022, 06:30 WIB
Raker dengan Komisi VI DPR, Mendag Zulkifli Hasan Tunjukkan Minyakita
Perbesar
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Rapat membahas pengesahan perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membantah kenaikan harga mi instan imbas dari kenaikan harga gandum. Ia menyebut, suplai dari beberapa negara akan membanjiri, sehingga berpengaruh pada harga produknya.

Pernyataan ini berbeda dengan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu. Dengan tersendatnya akses logistik gandum, maka, harganya akan semakin naik. Dimana berpengaruh juga pada harga mi instan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkap harga mie instan akan meningkat 3 kali lipat dalam waktu dekat. Menyusul kondisi tertahannya 180 juta ton gandum di Ukraina.

Artikel mengenai harga mi instan ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 11 Agustus 2022:

1. Mendag Bantah Harga Mi Instan Naik: September Trennya Turun

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membantah kenaikan harga mi instan imbas dari kenaikan harga gandum. Ia menyebut, suplai dari beberapa negara akan membanjiri, sehingga berpengaruh pada harga produknya.

Menurutnya, dengan adanya panen dari sejumlah negara, selain Ukraina, akan berpengaruh pada harga gandum kedepannya. Artinya, ia juga membantah adanya kenaikan harga bagi produk olahan gandum seperti mi instan.

"Enggak (tidak akan naik harga), mudah-mudahan nanti kan, ini sudah (melimpah suplai gandum)," kata dia.

Simak berita selengkapnya di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Cerita Ketua OJK Mahendra Siregar Saat Lobi Vaksin COVID-19

Kejar Capaian Target Vaksinasi
Perbesar
Petugas kesehatan menunjukkan botol vaksin COVID-19 untuk warga Pancoran Buntu II di Pancoran, Jakarta, Jumat (10/12/2021). Hingga 9 Desember 2021 sudah 100,46 juta warga Indonesia telah mendapatkan dosis lengkap atau 2 dosis vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sudah 45 tahun pasar modal Indonesia kembali diaktifkan. Sepanjang kurun waktu itu, banyak hal yang dicatatkan. Salah satu yang cukup mengesankan dan masih hangat, yakni kinerja pasar modal selama pandemi covid-19 yang berlasung sejak 2020.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menuturkan, kunci dari cemerlangnya kinerja pasar modal Indonesia tak lepas dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

"Sinergi dan kolaborasi yang baik antara OJK dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya para pelaku pasar modal menjadi modal yang kuat bagi kita untuk menciptakan pasar modal yang tangguh,” kata Mahendra.

Simak berita selengkapnya di sini

 


Terungkap, Alasan Kemenhub Naikkan Tarif Ojek Online

Ilustrasi ojol (Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi ojol (Liputan6.com)

Kementerian Perhubungan mengeluarkan aturan tentang kenaikan tarif ojek online (Ojol). Alasannya karena adanya kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan kepastian pendapatan bagi mitra pengemudi ojol.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pitra Setiawan mengungkap sejumlah hal yang jadi pertimbangan Kemenhub. Termasuk menyerap aspirasi para mitra pengemudi yang diketahui meminta kenaikan tarif ojol sejak 2 tahun lalu.

"Alasan kenaikan dengna mempertimbangkan kenaikan bahan bakar dan kebutuhan lain, di samping juga aspirasi dari para mitra," ungkapnya.

Simak berita selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya