Demo Buruh Hari Ini, Ketahui Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Senayan-DPR

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 10 Agu 2022, 15:11 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 15:11 WIB
Ribuan Buruh Kembali Geruduk DPR
Perbesar
Massa dari elemen Partai Buruh dan KSPI saat menggelar aksi di depan Gedung DPR, Rabu, (15/6/2022). Dalam aksi tersebut mereka menolak revisi UU PPP, menolak Omnibus LawUU Cipta Kerja, menolak masa kampanye 75 hari tetapi harus 9 bulan sesuatu Undang-Undang, sahkan RUU PPRT dan tolak liberalisasi pertanian melalui WTO. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah elemen buruh menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, pada Rabu hari ini (10/8/2022). Dalam aksi tersebut, massa buruh menuntut pencabutan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Pada demo hari ini, Sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah buruh dilaporkan terlihat berbaris di depan Gedung Gedung DPR/MPR/DPD RI di Senayan, Jakarta Pusat.

Tak lama setelah aksi itu berlangsung, kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi (Jakarta Barat) tidak bisa melintas di depan Gedung Parlemen.

Terkait dengan situasi demo buruh hari ini, Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Senayan dan Kompleks DPR/MPR RI.

Untuk menghindari kemacetan akibat demo hari ini, pihak kepolisian membuat rekayasa lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR sebagai berikut :

1. Arus lalu lintas dari arah Jalan Gatot Subroto yang akan menuju gedung DPR/MPR belok ke kiri ke Jalan Gerbang Pemuda. 

2. Arus lalu lintas dari arah Jalan Gerbang Pemuda yang akan belok ke kiri ke Jalan Gatot Subroto arah barat, putar balik di kolong layang Ladogi.

3. Arus lalu lintas dari tol dalam kota yang akan keluar di Offramp Pulo Dua diluruskan ke arah Tomang.

4. Pojokan Manggala Wanabakti dari Timur ke Barat, mengarah traffic light Slipi dan mengarah ke Stasiun Palmerah ditutup.

5. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur ditutup menuju jalan Gelora, diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar.

6. Arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika menuju Jalan Gelora belok ke kanan ke Jalan Gerbang Pemuda.

7. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda menuju Jalan Gelora belok ke kiri ke Jalan Asia Afrika. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sekilas Tentang Demo Buruh Hari Ini di Depan Gedung DPR/MPR RI

Demo Buruh Perempuan di Depan Gedung DPR
Perbesar
Sejumlah buruh perempuan memegang poster saat menggelar aksi di depan gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/3/2022). Mereka menuntut dibatalkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja dan mendesak agar RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) segera disahkan oleh DPR RI. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi buruh digelar oleh Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dengan titik kumpul di bawah "flyover" Taman Ria, Senayan, Jakarta Pusat.

Aksi unjuk rasa diikuti ratusan ribu ribu buruh dari 40 organisasi. 

Aksi direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB dengan sejumlah tuntutan, antara lain menolak UU Cipta Kerja, membatalkan RKUHP hingga menurunkan harga kebutuhan pokok.

Buruh dari Aliansi Aksi Sejuta Buruh juga dikabarkan telah melakukan "longmarch" dari Bandung menuju Jakarta sejak Sabtu (6/8) untuk menyampaikan tuntutannya di depan Gedung DPR/MPR RI.

Kemudian pada pukul 11 siang, massa buruh gabungan dari beberapa aliansi dilaporkan menutup Jalan Gatot Subroto di depan Gedung Parlemen DPR/MPR.


Demo Buruh Hari Ini Desak UU Cipta Kerja Dicabut

Aksi Ratusan Buruh Tolak UU Cipta Kerja
Perbesar
Presiden KSPI Said Iqbal saat berorasi di depan para buruh di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/11/2020). Massa buruh dari berbagai serikat pekerja tersebut menggelar demo terkait penolakan pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja dan upah minimum 2021. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Sejumlah elemen buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, hari ini Rabu (10/8/2022). Dalam aksi ini, massa buruh akan menuntut pencabutan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Buruh melakukan aksi lantaran sejumlah permintaan mereka terkait UU Cipta Kerja tak diindahkan pemerintah. Mereka menilai UU Cipta Kerja ini berdampak bagi para buruh.

Aksi ini diikuti oleh sekitar 300 ribu buruh dari 40 organisasi buruh. Aksi bakal dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk menghindari kemacetan akibat aksi tersebut, pihak kepolisian membuat rekayasa lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR.

Infografis Buruh Tuntut Upah Minimum 2022 Naik 10 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Buruh Tuntut Upah Minimum 2022 Naik 10 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya