Menteri Teten: Bali Perlu Diversifikasi Perekonomian

Oleh Tira Santia pada 10 Agu 2022, 13:25 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 13:25 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memita kepada seluruh anak buah untuk menyukseskan 6 program prioritas yang dipimpinnya di bidang Koperasi dan UKM.
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memita kepada seluruh anak buah untuk menyukseskan 6 program prioritas yang dipimpinnya di bidang Koperasi dan UKM.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, perlunya diversifikasi perekonomian Bali dengan mengembangkan beberapa sektor yang memiliki keunggulan, yaitu sektor berbasis kreatifitas dan kultural dan sumberdaya alam seperti kriya, wellness produk dan makanan.

"Pengembangan produk tersebut diharapkan berorientasi pasar ekspor," kata Teten saat ditemui di Bali, Rabu (10/8/2022).

Menurut Teten, masyarakat Bali yang sudah lama dikenal sebagai masyarakat yang paling kreatif, terampil dan tekun akan mampu menghasilkan produk kriya yang berkualitas dan disukai oleh pasar internasional.

"Posisi Bali sebagai melting pot dimana terdapat kunjungan 16 juta wisatawan domestik dan manca negara dapat dimanfaatkan untuk interaksi dengan berbagai budaya, memasarkan produk dan mempelajari selera pasar dunia," katanya.

Teten menegaskan, pengembangan UKM produk kriya harus dilakukan berbasis riset pasar, sistematis dan berkesinambungan dengan fokus aggregator kecil dan menengah yang melibatkan buyer representatif dan lembaga pembiayaan ekspor.

Promosi produk kriya Bali melalui kegiatan pameran baik skala nasional maupun internasional di Bali perlu dilakukan secara rutin. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM sedang mengembangkan ekosistem ekspor melalui program SMESCO Hub Timur yang menjadikan Bali sebagai hub untuk pengembangan ekspor produk komoditi dari Indonesia Timur.

"Produk-produk dari Indonesia Timur dibawa ke Bali untuk dibranding, diproses baik oleh pengusaha Bali maupun oleh luar Bali termasuk manca negara. Program ini melibatkan Kerjasama antara SMESCO dengan BNI Xpora dan perusahaan logistik," ujarnya.

Adapun strategi pengembangan ekspor produk UMKM akan difokuskan pada konsolidasi produk UMKM melalui agregator seperti Lewis Organic, Javara, PT OOA, Torch, E-Fisheri dan lainnya. Melalui strategi tersebut produk UMKM akan terstandarisasi, tersertifikasi, memiliki kepastian pasar ekspor, hingga logistiknya.

Untuk meningkatkan efektivitas kegiatan dilingkungan Kementerian Koperasi dan UKM perlu dilakukan secara sinergi antara unit Kedeputian.

"Pelaku UMKM akan sulit beradaptasi dan mengembangkan usahanya jika berjalan sendiri-sendiri dan harus menentukan strategi pasar karena sumber daya yang terbatas. Selain itu, UMKM juga perlu berkolaborasi dan melakukan spesialisasi produksi," tutup Teten.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pemerintah Harus Genjot Belanja Produk UMKM Jika Tak Mau Resesi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Dok KemenkopUKM)
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Dok KemenkopUKM)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kalau menurut beberapa lembaga internasional ekonomi dunia akan semakin gelap di tahun 2023. Gelapnya dunia ini disebabkan oleh berbagai ketidakpastian global

Menanggapi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan Indonesia akan selamat dari pengaruh ketidakpastian ekonomi global, jika memaksimalkan belanja pemerintah dengan membeli produk UMKM.

"Seperti yang disampaikan pak Presiden bahwa memang tahun depan ekonomi masih penuh ketidakpastian, hari ini kita sudah cukup baik ekonomi di kuartal II sudah kembali normal sebesar 5,44 persen, jadi sebelum pandemi pertumbuhan kita juga sekitar 5 persen, tetapi ini kan ditopang oleh belanja rumah tangga, kalau kita efektifkan belanja pemerintah dengan membeli produk UMKM ini akan memperkuat capaian kita dikuartal III," kata Teten saat ditemui di Bali, Rabu (10/8/2022).

Namun, tahun depan pemerintah Indonesia memang perlu bekerja keras terutama untuk terus memperkuat daya beli masyarakat, dan bagaimana menyediakan lapangan kerja.

"Saat ini Kami dari UMKM melihat karena 97 persen lapangan kerja Indonesia disediakan UMKM, maka kita harus kerjasama dengan pemerintah daerah, seluruh himbara, perbankan, terkait bagaimana agar tahun depan yang berat ini bisa memberikan dukungan finansial, dukungan manajemen dan kemudahan-kemudahan usaha, agar UMKM kita bisa betul-betul bisa kembali menyangga perekonomian nasional," katanya.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


UMKM Bisa Topang Ekonomi

Disisi lain, kata Teten perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi masyarakat, oleh karena itu daya belinya harus diperkuat. Bahkan, Teten pun optimis tahun depan UMKM mampu menopang ekonomi Indonesia ditengah ketidakpastian global.

"Iya karena keadaan ekonomi global penuh ketidakpastian, investasi juga tidak semudah yang dibayangkan karena semua akan menahan investasi dan ekspansi bisnis yang besar-besar," ujarnya.

Teten menegaskan, UMKM umpamanya periuk nasi keluarga, UMKM selalu dalam krisis ke krisis menjadi penyangga ekonomi nasional, karena inilah kekuatan Indonesia.

"Maka Presiden sudah memberikan arahan lapangan kerja harus diperkuat dan UMKM juga. Pertama, dengan memberikan lapangan kerja, dengan lapangan kerja yang ada dan daya beli masyarakat akan kuat," pungkasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya