Pasokan Bahan Pangan Jadi Kunci Pemerintah Kendalikan Inflasi

Oleh Liputan6.com pada 08 Agu 2022, 15:21 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 15:21 WIB
FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Pedagangan menata bawang di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Konflik Rusia dan Ukraina menambah melambungkan harga pangan dunia, namun inflasi Indonesia paling rendah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Per Juli 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa angka inflasi secara tahunan mencapai 4,94 persen sedangkan bulanan di angka 0,64 persen.

Kepala Ekonom BRI, Anton Hendranata meminta pemerintah mewaspadai peningkatan inflasi yang tinggi dalam 2 bulan terakhir. Per Juli 2022 lalu inflasi Indonesia tembus 4,94 persen, naik dari bulan sebelumnya yakni 4,35 persen.

"Inflasi ini yang patut kita waspadai," kata Anton dalam Taklimat Media, Senin (8/8/2022).

Anton menjelaskan dari jenis inflasinya, tingkat inflasi volatile food mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disebabkan faktor musiman yang membuat ketersediaannya terbatas, sedangkan permintaan meningkat.

"Volatile food meningkat signifikan ini juga karena ada faktor musiman juga. Saya kira mudah-mudahan ke depan bisa dimitigasi dengan baik," kata dia.

Namun, kata Anton jika ditelaah lebih mendalam, ada perbedaan yang signifikan antara inflasi utama dan inflasi inti. Bahkan dia menyebut perbedaannya sangat besar.

"Kalau dari faktor demand inflasinya sekitar 1,8 persen. Tapi karena ada constrain di suplai ada gangguan di suplai maka inflasinya naik jadi 4,9 persen," tuturya.

Untuk itu dia berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi hal ini. Terutama dalam hal ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

"Ini harus jadi PR kita bersama dan mudah-mudahan goverment bisa mengatasi faktor suplai ini," tandasnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


BPS: Inflasi Juli 2022 di Angka 0,64 Persen

FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Aktivitas perdagangan di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Inflasi Indonesia disebut masih termasuk paling rendah di dunia, karena ada 20 negara lebih yang memboikot, tidak boleh jual pangannya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Angka inflasi nasional terus melejit di tahun ini. Per Juli 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa angka inflasi secara tahunan mencapai 4,94 persen sedangkan bulanan di angka 0,64 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, hasil itu didapat dari hasil pemantauan indeks harga konsumen (IHK) di 90 kota, yang seluruhnya mengalami inflasi.

"Inflasi pada bulan Juli 2022 berdasarkan hasil pemantauan BPS di 90 kota, terjadi inflasi 0,64 persen," dalam sesi konferensi pers yang digelar secara hybrid, Senin (1/8/2022).

Adapun secara tahun kalender (Januari-Juli 2022) angka inflasi mencapai 3,85 persen. Sementara secara tahunan atau year on year (YoY) inflasi menyentuh 4,94 persen.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tertinggi di Kendari

20161003-Pasar Tebet-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Inflasi tertinggi pada Juli 2022 terjadi di Kendari, sebesar 2,27 persen. Sementara terendah di Pematang Siantar dan Tanjung sebesar 0,04 persen.

Catatan ini terus naik dibanding bulan-bulan sebelumnya. Adapun per Juni 2022 terjadi inflasi sebesar 0,61 persen. Dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2022 sebesar 3,19 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 4,35 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya