Realisasi Pendapatan Jatim Tertinggi Nasional, Realisasi Belanja Ketiga di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 02 Agu 2022, 23:21 WIB
Diperbarui 02 Agu 2022, 23:27 WIB
Gubernur Jatim  Khofifah Indar Parawansa. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Realisasi Pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencapai Rp 16,43 triliun dari target sebesar Rp 27,64 triliun. Angka ini mencapai 59,46 persen dan merupakan capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional.

Sementara realisasi belanja Jatim berdasarkan LRA per 30 Juli 2022 sebesar Rp 13,751 triliun atau sebesar 46,69 persen dan merupakan tertinggi ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Bengkulu.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan ini berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per (30/07/2022) pada Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. 

"Bahkan per hari ini, Selasa (2/8/2022) pukul 17.45 berdasarkan data SieKeuda realisasi belanja Pemprov Jatim sudah mencapai 14,529 trilyun atau 48,98 persen" jelas Gubernur Khofifah.

Adapun APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2022 adalah Rp 29,454 triliun. Sedangkan posisi Kas Pemerintah Daerah di Jawa Timur baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota per 30 Juli 2022, berdasarkan data Bank Jatim tercatat sebesar Rp 24,661 triliun.

"Dari jumlah tersebut, kas milik Pemprov Jatim sebesar Rp 5,753 triliun, sedangkan sisanya Rp 18,908 triliun merupakan kas milik 38 Kabupaten/Kota," kata dia, Selasa (2/8/2022).

Khofifah menjelaskan bahwa dari kas Rp 5,753 triliun tersebut sebesar Rp 4 triliun merupakan sisa lebih anggaran tahun 2021 yang memang menurut regulasi baru dapat digunakan setelah penetapan Perubahan APBD 2022, sedangkan sisanya Rp 1,5 triliun merupakan cashflow untuk membiayai kegiatan rutin sehari-hari.

“Sebagai Wakil Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berkordinasi dan mendorong agar 38 Kabupaten/Kota segera melakukan percepatan realisasi belanja agar mampu menjadi stimulus perekomian masyarakat disaat ekonomi Jawa Timur mulai tumbuh," pungkas Gubernur yang juga Ketua PP Muslimat.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya