Erick Thohir Kenalkan Metanesia, Ekosistem Metaverse Karya Telkom Indonesia

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 01 Agu 2022, 20:15 WIB
Diperbarui 01 Agu 2022, 20:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memuji langkah Telkom melakukan sebuah terobosan baru dengan resmi meluncurkan ekosistem metaverse.
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir memuji langkah Telkom melakukan sebuah terobosan baru dengan resmi meluncurkan Metanesia. Itu merupakan sebuah ekosistem metaverse pertama di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir memuji langkah PT Telkom Indonesia (Persero), yang melakukan sebuah terobosan baru dengan resmi meluncurkan Metanesia. Itu merupakan sebuah ekosistem metaverse pertama di Indonesia.

Erick mengatakan, kehadiran Metanesia merupakan langkah konkret BUMN dalam mengakselerasi ekosistem digital yang terintegrasi. Erick menilai hal ini juga sebagai bentuk adaptasi Telkom terhadap perubahan zaman.

"Jangan sampai nanti negara-negara lain sudah membuat dunia baru dengan sistem pembayaran sendiri, marketnya tetap di Indonesia, lalu baru kita menyesal," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).

"Kita harus menyeimbangkan perubahan dari ekosistem ini, salah satunya Metanesia untuk melihat bagaimana demografi kita yang semakin muda dan cara kehidupan mereka berbeda, kita harus lakukan adaptasi ini," tegasnya.

Mantan Presiden Inter Milan tersebut menilai, Metanesia menjadi sinergi kekuatan yang ada di BUMN, UMKM dan swasta dalam membangun dunia baru yang tetap saling menguntungkan. Erick ingin kehadiran dunia baru ini menjadi peluang bagi UMKM naik kelas.

"Jangan sampai dengan dunia baru ini UMKM dihapuskan karena fondasi bangsa kita jelas ekonomi kerakyatan, dunia baru ini justru mempermudah akses pasar dan pendampingan UMKM agar bisa menjadi kekuatan di dunia baru," ucap Erick.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bantu UMKM Bangkit

Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan Program Rekrutmen Bersama BUMN 2022 pada Selasa (12/4/2022). (Foto: Kementerian BUMN/Permana Aji)
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan Program Rekrutmen Bersama BUMN 2022 pada Selasa (12/4/2022). (Foto: Kementerian BUMN/Permana Aji)

Dengan kerja sama dan kolaborasi banyak pihak, Erick menilai Indonesia mampu membantu UMKM. Ia mencontohkan Sarinah, dengan kurasi yang ketat, kini produk-produk UMKM bisa tampil dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk asing.

"Sekarang Sarinah luar biasa, pengunjungnya dalam empat bulan sudah mencapai lima juta orang, apalagi Metanesia, satu bulan bisa 20 juta pengunjung, asal produk-produknya unik," lanjut Erick.

Dalam Metanesia, ucap Erick, PT Bio Farma dapat memberikan kemudahan konsultasi kesehatan secara daring. Tak hanya itu, Erick berharap Telkom membuat sesuatu yang berbeda dalam Metanesia.

"Kita punya kekuatan sendiri, Telkom bikin dunia baru tapi hanya untuk BUMN, tidak boleh, kita tidak boleh jadi menara gading, kita harus rangkul UMKM dan swasta menjadi bagian kita bersama sebagai ekosistem Indonesia," tandasnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Laba Bank BUMN Meroket, Erick Thohir: Bukti Transformasi Berhasil

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan pembentukan holding BUMN Danareksa di di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/7/2022).
Perbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan pembentukan holding BUMN Danareksa di di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Menteri BUMN Erick Thohir angkat jempol atas performa ciamik bank-bank pelat merah atau himpunan bank negara (Himbara) sepanjang semester I 2022. Di tengah tantangan perekonomian global, Erick Thohir menyebut keempat bank negara menunjukan kinerja yang impresif.

Hal ini dapat terlihat dari capaian laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang menyentuh Rp 24,88 triliun sepanjang semester I 2022, atau tumbuh 98,38 persen secara year on year (yoy).

 Lalu ada Bank Mandiri dengan lonjakan laba bersih hingga 61,7 persen yoy atau sebesar Rp 20,2 triliun pada semester I 2022. Kemudian, BTN yang dalam lima bulan pertama berhasil membukukan laba sebesar Rp 1,06 triliun atau naik 49,19 persen yoy dari Rp 716,44 miliar.

Terbaru, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan kenaikan laba 75 persen, dari Rp 5 triliun menjadi Rp 8,8 triliun pada semester I 2022.

"Bahkan kalau kita lihat, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital yang dilakukan BNI menghasilkan Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) atau pendapatan operasional sebelum pencadangan yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Tentu ini pencapaian yang begitu luar biasa dari bank-bank kebanggaan negeri," ujar Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (29/7/2022).

Erick menilai, melesatnya laba bersih bank-bank BUMN menjadi bukti transformasi yang dijalankan para direksi dan komisaris berkontribusi besar dalam peningkatan kinerja.

Dia menyebut transformasi, baik dari proses bisnis hingga digitalisasi, membuat cara kerja perbankan BUMN menjadi lebih efisien. Hal ini terlihat dari penurunan biaya operasional, beban dana yang terjaga, dan kualitas kredit yang terus membaik.

"Alhamdulillah berkat transformasi dan digitalisasi, bank-bank BUMN bisa bekerja lebih efektif dan efisien dengan hasilnya yang bisa kita saksikan bersama-sama saat ini," lanjut dia.


Refocusing Bisnis

Menteri BUMN Erick Thohir. (Ist)
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir. (Ist)

Menurut dia, capaian Himbara juga berangkat dari komitmen refocusing bisnis dengan memiliki segmentasi yang berbeda. Erick menaruh BRI sebagai bank rakyat yang fokus dalam pembiayaan untuk UMKM dan masyarakat pedesaan.

Sementara Bank Mandiri menggarap sektor korporasi dan UMKM yang ada di perkotaan. Lalu BTN tetap pada core bussiness di sektor perumahan. BNI menjadi bank internasional dengan segmentasi kepada diaspora, pekerja migran, dan sektor ekspor.

Selain itu, Erick juga meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi rumah bagi pengembangan ekosistem industri halal Indonesia.

"Jadi tidak ada lagi cerita antarbank BUMN rebutan nasabah, sudah enggak zamannya lagi, ini waktu kolaborasi, bukan lagi jalan sendiri-sendiri," kata Erick

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya