PKT Pakai Motor Listrik untuk Operasional Perusahaan

Oleh Liputan6.com pada 23 Jul 2022, 22:16 WIB
Diperbarui 23 Jul 2022, 22:19 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mulai gunakan motor listrik untuk aktivitas dan kegiatan operasional di lingkungan perusahaan.
Perbesar
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mulai gunakan motor listrik untuk aktivitas dan kegiatan operasional di lingkungan perusahaan.

Liputan6.com, Jakarta Dukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mulai gunakan motor listrik untuk aktivitas dan kegiatan operasional di lingkungan perusahaan.

Launching motor listrik dengan tema Smart, Clean and Green ini dilakukan Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, bersama Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, dan dihadiri juga oleh Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky.

Diungkapkan Rahmad Pribadi, sejalan dengan kerangka Net Zero Emission 2060, PKT telah menetapkan target net zero carbon emission di tahun 2050, dengan pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen pada dekade pertama di tahun 2030.

Penggunaan motor listrik ini salah satu langkah awal yang direalisasikan PKT untuk mengurangi emisi bahan bakar dari kendaraan operasional perusahaan, disamping upaya lain seperti pembangunan pabrik soda ash, pengaktifan urea 1 hingga carbon circuits station.

"Realisasi net zero carbon emission akan terus dikembangkan PKT, guna menekan penggunaan energi fosil di lingkup bisnis perusahaan. Secara bertahap, seluruh kendaraan operasional yang masih menggunakan energi fosil akan diganti," ujar Rahmad, Sabtu (23/7/2022).

Menurut Rahmad, hal ini juga wujud komitmen PKT terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) yang terus dikedepankan dalam menciptakan pertumbuhan usaha, sekaligus membangun keseimbangan kinerja pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Sehingga manfaat tak hanya berdampak bagi pertumbuhan perusahaan, tapi juga menitikberatkan pada aspek keberlanjutan hingga kemandirian masyarakat yang sesuai dengan kaidah ESG.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tantangan

Pupuk Kaltim. (istimewa)
Perbesar
Pupuk Kaltim. (istimewa)

Terlebih dengan masuknya PKT dalam Top 3 global rating ESG untuk kategori agriculture chemical berdasarkan penilaian Sustainalytics, menjadi tantangan bagi PKT untuk terus melakukan pengembangan bisnis dengan pengelolaan ESG yang semakin baik.

"Untuk itu, kita wajib memastikan PKT terus memberikan manfaat tak hanya bagi karyawan tapi juga masyarakat sekitar dan bumi," tambah Rahmad.

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, mengapresiasi langkah PKT menekan penggunaan energi fosil dalam aktivitas perusahaan, guna mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 dan bebas emisi karbon di tahun 2030.

Menurut Nugroho, hal ini menjadi tonggak awal dimulainya kontribusi perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup dalam mencapai target net zero carbon emission, yang sejalan dengan upaya dekarbonisasi yang dicanangkan Pupuk Indonesia.

"PKT sudah mengawali dengan pemasangan solar panel di lingkungan kantor, yang dikontribusikan untuk mendukung dekarbonisasi. Kita harus kembangkan dengan lebih baik lagi kedepannya," kata Nugroho.

 


Kesinambungan

Pabrik Pupuk Kaltim
Perbesar
Pabrik Pupuk Kaltim

Dirinya mengatakan, Pupuk Indonesia akan terus mendukung kesinambungan upaya PKT dalam menekan emisi karbon, yang diharap segera diikuti seluruh perusahaan yang ada di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Apalagi melihat tantangan saat ini, emisi karbon banyak dihasilkan dari aktivitas bisnis perusahaan seperti operasional pabrik urea dan amoniak, sehingga kedepan realisasi program dalam mencapai net zero carbon emission 2030 bisa terus dikembangkan oleh seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup, utamanya mengganti fosil dengan energi terbarukan.

"Gagasan PKT ini menjadi awal bagi kita dalam mendukung dekarbonisasi di lingkungan PI Grup. Meski bukan hal mudah, tapi kita optimis mampu mencapai target tersebut di tahun 2030," harap Nugroho.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya