Menteri Bahlil Yakin Indonesia Aman dari Krisis, tapi Jangan Terlena

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 20 Jul 2022, 15:45 WIB
Diperbarui 20 Jul 2022, 15:45 WIB
Warga Sri Lanka Antre Paspor
Perbesar
Orang-orang mengantre untuk mendapatkan paspor mereka di luar Departemen Imigrasi & Emigrasi di Kolombo, Sri Lanka, Senin (18/7/2022). Negara kepulauan Samudra Hindia itu dilanda krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah memicu ketidakpastian politik. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengklaim Indonesia saat ini masih aman dari ancaman krisis ekonomi yang telah menimpa sejumlah negara.

Namun, ia tak ingin negara lepas kendali terhadap situasi global yang tengah diancam oleh konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

"Apakah Indonesia keluar dari krisis? Menurut saya indonesia tidak krisis. Bahwa kita harus berhati-hati iya, karena itu respon kita terhadap ekonomi global akibat perang Ukraina dan Rusia," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

"Saya agak sedikit kurang pas dalam suasana kebatinan, bahwa indonesia krisis. Apanya yang krisis? Bahwa kondisi kita harus hati-hati iya," tegas Bahlil.

Menurut dia, pemerintah kini tengah gencar mendongkrak pasar dalam negeri agar tidak bergantung terhadap barang dari luar. Utamanya dalam memanfaatkan sumber daya alam (SDA) lokal yang ada.

"Apa yang harus dilakukan Indonesia? Kita untuk pangan bersyukurlah, bahwa Allah/tuhan sangat memberikan kita rahmat yang sangat luar biasa dengan makanan lokal yang melimpah," ungkapnya.

Dengan begitu, ia pun percaya minat asing untuk menanamkan investasi di Indonesia masih bakal terus bergulir. Ditambah pemerintah pun gencar menjaga ekonomi nasional agar tidak tergerus laju inflasi, agar Indonesia tidak terjebak dalam situasi krisis.

"Kenapa investasi asing masih percaya kepada Indonesia, fundamental kita dianggap cukup bagus. Kenapa? Karena pertumbuhan kita sangat bagus. Inflasi sekalipun ada kenaikan tapi kita jaga," terangnya.

"Rasio utang kita masih tetap dalam kondisi Insya Allah baik, sekalipun tambah terus. Tetapi kan aset kita di satu sisi nambah terus, sehingga menjaga pertumbuhan konsumsi dan daya beli kita," kata Bahlil.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


IMF Pastikan Ekonomi Indonesia Tak Masuk Jurang Krisis

Ilustrasi Krisis Ekonomi.Dok Unsplash
Perbesar
Ilustrasi Krisis Ekonomi.Dok Unsplash

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama dengan Managing Director Dana Moneter Internasional atau Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva mengunjungi pusat perbelanjaan Sarinah pada Minggu (17/7/2022).

Dalam kunjungan ini Erick Thohir menjelaskan bahwa Kristalina Georgieva atas nama IMF memandang bahwa ekonomi Indonesia masih akan tetap positif di tengah tekanan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina.

"Ada tiga hal yang disampaikan, pertama dia meyakinkan Indonesia tidak berada dalam jurang krisis seperti yang digembar-gemborkan," ujar Erick.

Kendati begitu, ucap Erick, hal tersebut tidak menurunkan kewaspadaan Indonesia meski secara internal ekonomi Indonesia dalam posisi kuat. "Secara eksternal, yang namanya geopolitik, global ekonomi bisa saja berdampak," ucap Erick.

Georgieva, lanjut Erick, menilai Indonesia sudah menuju pada arah yang baik dengan memiliki fondasi ekonomi yang kuat dengan kemajuan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan kepada UMKM. Selain itu, Georgieva, Erick sampaikan juga kagum dengan upaya Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi seperti yang ada di Sarinah.

Erick mengatakan penguatan ekosistem tidak bisa ego sektoral, tetapi harus saling mendukung dan harus ada hasil yang konkret. Erick menyebut Sarinah tidak hanya etalase produk lokal semata, melainkan upaya pemerintah meningkatkan kualitas produk lokal yang bisa bersaing di kancah global dan berkesinambungan.

"Jangan lagi ada persepsi seakan-akan produk itu standarnya tidak baik, kita bisa buktikan di sini, bahkan kemarin Bapak Presiden bilang kenapa kalau UMKM harus dijual murah padahal ini handmade bangsa kita. Jualnya mahal dong, inilah yang harus kita dorong. Tentu, saya senang IMF datang ke sini memuji-muji Indonesia, tidak lagi seperti dahulu," tutupnya.


Indonesia Disebut Bakal Bangkrut Seperti Sri Lanka, Menko Luhut: Yang Bilang Sakit Jiwa

Warga Rela Antre Panjang demi Bisa Masuk Istana Sri Lanka
Perbesar
Orang-orang menunggu dalam antrean untuk mengunjungi kediaman resmi presiden Sri Lanka, beberapa hari setelah diserbu oleh pengunjuk rasa anti-pemerintah di Kolombo, Rabu (13/7/2022). Presiden Gotabaya Rajapaksa dilaporkan telah meninggalkan Sri Lanka dengan jet militer pada Rabu ini, di tengah protes massal atas krisis ekonominya. (Arun SANKAR / AFP)

Indonesia masih bisa bertahan di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan perang Rusia dengan Ukraina. Terbukti, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,1 persen di kuartal I 2022. Bahkan, ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

"Kalau kita lihat Indonesia ekonomi terbaiknya di dunia di tengah di gejolak perang Ukraina ini," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dikutip dari Antara, Jumat (15/7/2022).

Indikasi ekonomi yang kuat itu, menurut Luhut, bisa dilihat dari kinerja ekspor yang positif selama 26 bulan terakhir. Begitu pula tingkat inflasi yang terjaga dengan baik. "Kita salah satu negara yang inflasinya terbaik di dunia. Ini perlu kita syukuri," katanya.

Luhut juga menampik anggapan sejumlah pihak yang menyamakan kondisi Indonesia dengan Sri Lanka yang mengalami kebangkrutan. Luhut meminta agar mereka yang mengkritik demikian agar bisa melihat data-data yang ada.

"Jadi kalo ada yang ngomong kita mau samakan dengan Sri Lanka, bilang dari saya, sakit jiwa itu. Lihat data-data yang baik. Suruh datang ke saya, dia. Orang bilang, Nih Pak Luhut nantang. Bukan nantang ya. Supaya dia jangan membohongi rakyatnya, jangan kepentingan politiknya di bikin-bikinin," tegasnya.

Menurut Menko Luhut, dalam keadaan sulit seperti saat ini, semua pihak harus kompak.

"Jangan membohongi rakyatnya. Itu saya nggak suka melihat itu. Jadi untuk dia populer, dia bikin berita-berita bombastis yang membohongi rakyat. Itu saya pikir ndak adil dan tidak benar," pungkas Luhut.

INFOGRAFIS JOURNAL_ Ancaman Krisis Pangan Sudah Didepan Mata?
Perbesar
INFOGRAFIS JOURNAL_ Ancaman Krisis Pangan Sudah Didepan Mata? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya